Aluna Halo, nama saya Aluna Nikita G. Nayaka. Saya seorang pemimpi yang kebetulan gemar tulis menulis. Penikmat musik dan film, serta sedang menyenangi urban farming.

Sistem Pengairan Hidroponik Termudah yang Tepat Digunakan di Rumah

2 min read

Sistem Pengairan Hidroponik
0
()

Hidroponik adalah cara bercocok tanam yang saat ini sedang menjadi perhatian. Tidak memerlukan tanah sebagai media tanam, sistem pengairan hidroponik juga mudah dilakukan. Bahkan sistem pengairan ini bisa dibuat sendiri di rumah dengan cara yang sederhana.

Pernah bermimpi memiliki kebun sayur atau buah-buahan? Impian untuk memiliki kebun sendiri ini tentu saja sulit tercapai bila tinggal di perkotaan. Alasannya tentu saja karena sedikitnya ketersediaan lahan. Keinginan untuk bercocok tanam di perkotaan pun hanya tinggal impian.

Cara bercocok tanam hidroponik mewujudkan impian untuk city farming. Bercocok tanam di perkotaan bukan lagi tidak mungkin. Ini karena hidroponik tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam. Seperti namanya, hidroponik merupakan bercocok tanam dengan media air. Untuk itu sistem pengairan hidroponik menjadi bagian penting dari cara bercocok tanam.

Di bawah ini merupakan beberapa sistem pengairan hidroponik yang bisa diterapkan dengan mudah.

1. Sistem sumbu

Sistem Pengairan Hidroponik

 

Sistem sumbu atau wick ini merupakan teknik menanam hidroponik paling mudah. Selain itu sistem pengairan hidroponik ini juga paling tepat diaplikasikan bila bercocok tanam di rumah. Tidak memerlukan alat tambahan khusus. Serta ukurannya juga kecil.

Seperti namanya, dengan sistem pengairan sumbu air akan dialirkan melalui sumbu. Sumbu yang digunakan biasanya berupa tali dari bahan nilon yang memiliki penyerapan terbaik.

Tali nilon sebagai sumbu akan dihubungkan antara media tanam dan air serta nutrisi. Nantinya sumbu akan mengantarkan air dan nutrisi tersebut ke akar tanaman.

Meski sederhana dan mudah, sistem pengairan ini hanya cocok untuk beberapa tanaman saja. Khususnya tanaman yang tidak membutuhkan banyak pasokan air. Selain itu sistem sumbu juga tidak efektif digunakan untuk beberapa tanaman sekaligus.

2. Sistem pasang surut

Sistem Pengairan Hidroponik

Selain menggunakan sistem sumbu, pasang surut juga kerap kali menjadi pilihan untuk menanam hidroponik bagi pemula. Untuk sistem pasang surut, akan dibutuhkan pompa air. Biasanya yang digunakan merupakan pompa air kecil untuk akuarium.

Pompa akan dihubungkan dengan wadah berisi media tanam. Nantinya setiap pompa dinyalakan, air akan mengalir mengisi wadah. Proses ini yang memberikan air serta nutrisi kepada tanaman. Pompa biasanya bisa dinyalalan satu atau dua kali dalam sehari. Tergantung jenis dan banyaknya tanaman.

Berbeda dengan sistem sumbu yang hanya cocok dengan beberapa tanaman. Sistem pasang surut justru tepat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman hidroponik. Mulai dari sayur sampai buah.

3. Sistem rakit apung

Sistem Pengairan Hidroponik

Sistem rakit apung dikatakan sebagai hidroponik modern. Ini karena sistem pengairan hidroponik ini baru-baru saja mulai berkembang dan digunakan. Serta sistem ini masih cukup kontroversial blila digunakan pada beberapa tanaman.

Bercocok tanam hidroponik dengan sistem rakit apung sebenarnya sangat mudah. Seperti namanya, tanaman hidroponik akan ditanam secara mengapung.

Untuk menanam dengan sistem pengairan ini, tanaman hidroponik ditanam dengan media styrofoam. Akan dibuat lubang di styrofoam untuk tempat menanam benih tanaman dan tumbuhnya akar.

Setelah itu styrofoam akan ditempatkan di wadah berisi air dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Biasanya air akan dicampur pupuk cair. Setelah itu? Tanaman hidroponik akan tumbuh!

Meski sangat mudah dan sederhana, sistem pengairan untuk menanam hidroponik ini memiliki kekurangan. Salah satunya hanya bisa dilakukan di dalam ruangan. Selain itu juga beberapa jenis tanaman yang menggunakan sistem ini akan mudah mati karena mengalami pembusukan akar.

Selain 3 sistem pengairan di atas, untuk menanam hidroponik juga terdapat beberapa teknik lain. Hanya saja teknik ini lebih cocok digunakan untuk menanam hidroponik dalam skala besar. Seringnya untuk kebutuhan komersial.

Sistem pengairan tersebut membutuhkan teknologi dan alat tertentu. Meski memang hasil tanaman, seperti buah-buahan dan sayuran memang memiliki rasa lebih enak serta segar. Sistem pengairan seperti Nutrient Film Technique, Fertigasi, dan Aeroponik bisa menjadi pilihan bila menjadikan hidroponik sebagai bisnis.

Untuk bercocok tanam hidroponik di rumah, sistem pengairan rakit apung, sumbu, dan pasang surut menjadi pilihan paling tepat. Bukan hanya bahan yang mudah. Cara membuat sistem pengairan ini juga sangat sederhana. Sistem tersebut memberikan hasil yang cukup memuaskan pula untuk tanaman hidroponik.

Jadi, sudah siap untuk mulai bercocok tanam hidroponik dengan 3 sistem pengairan di atas?

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Aluna Halo, nama saya Aluna Nikita G. Nayaka. Saya seorang pemimpi yang kebetulan gemar tulis menulis. Penikmat musik dan film, serta sedang menyenangi urban farming.
error: Content is protected !!