Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.

Mengharukan! Berkat Menabung Selama 10 Tahun, Pengamen Naik Haji Bersama Ibunya

1 min read

Pengamen Naik Haji
5
(3)

Mengharukan! Berkat Menabung Selama 10 Tahun, Pengamen Naik Haji Bersama Ibunya

Pengamen Naik Haji – Menunaikan ibadah haji di tanah suci merupakan impian bagi seluruh umat muslim yang ada di dunia. Karena memang pergi ke tanah suci membutuhkan budget atau uang yang cukup besar.

Pengamen Naik Haji
(Sumber: id.theasianparent.com)

Slamet Effendy seorang pengamen berumur 30 tahun, yang merupakan warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Mampu mewujudkan impiannya tersebut untuk pergi ke tanah suci dan menunaikan ibadah haji.

Walaupun Slamet berasal dari keluarga yang cukup kurang mampu, dia berhasil mendaftarkan dirinya untuk pergi haji bahkan bersama ibunya tersebut.

Memang untuk seorang pengamen naik haji, merupakan hal yang tidaklah mudah untuk dicapai begitu saja. Apalagi penghasilannya yang tiap hari tidak pasti, dia memastikan bahwa setidaknya ada uang yang harus dia sisihkan untuk naik haji.

Uang yang disisihkannya pun tidak banyak, hanya sekitar Rp 20.000 hingga 25.000 saja setiap harinya, selama 10 tahun ini dia berhasil memberikan hadiah yang terbaik bagi dirinya dan juga ibunya tersebut.

Dia sendiri setiap harinya memang diketahui tinggal bersama ibu kandungnya sendiri, karena ayahnya telah meninggal saat dirinya berada di kursi Sekolah Dasar. Sehingga hal tersebutlah yang mengharuskan dirinya untuk berhenti sekolah pada umur segitu, dan juga ikut membantu orang tuanya dalam memenuhi kehidupannya sehari-hari.

Setiap harinya, dia pergi untuk mengamen di pintu tol keluar Leces Pasuruan – Probolinggo. Dia berangkat pada pagi hari dan pulang saat malam hari.

Penghasilnnya yang tidak menentu tersebut, membuat Slamet harus bekerja keras agar dapat memberikan setidaknya uang untuk ditabung dan sisanya diberikan kepada orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut tetangganya sendiri yakni Yuyun Wahyuni, dia mengamen dari pagi hingga pukul 10 malam. Slamet pulang ke rumahnya juga sesekali untuk sekedar makan, dan langsung lanjut mengamen lagi.

Memang dari kecil dia telah terbiasa hidup dalam dunia yang cukup keras tersebut, bersama ibunya yang bernama Atminah. Namun, kehidupan tersebut tidak dapat menghancurkan atau menghilangkan cita-cita Slamet untuk dapat pergi ke tanah suci bersama ibunya.

Pengamen Naik Haji
(Sumber: id.theasianparent.com)

Slamet sendiri dikenal sebagai sosok anak yang baik di lingkungannya, dia suka membantu para tetangganya, saat ada sebuah acara selamatan atau pengajian, dia sangat rajin hadir. Tak hanya sekedar hadir saja, dia pun ikut membantu menyiapkan acara tersebut seperti menggelar tikar, dan hal lainnya.

Karena keterbatasan dirinya dalam hal membaca dan menulis, dia ditemani oleh tetangganya tersebut Yuyun. Untuk mendaftarkan dirinya berhaji pada hari Kamis 3 September 2020.

Yang sebelumnya pada tahun 2018 lalu, ibunya telah berhasil didaftarkan terlebih dahulu. Dirinya mengaku sangat bersyukur sekali, atas hasil dari ikhtiarnya selama bertahun-tahun tersebut sehingga impiannya dapat terwujud.

Setelah mendaftarkan dirinya untuk haji tersebut, dia hanya ingin meminta satu hal saja. “Saya berharap ada toleransi dari pihak terkait. Sehingga bisa berangkat berdua bersama ibu, tidak terpisah. Dan semoga dapat berangkat ke tanah suci secepatnya.” Ucap Slamet.

Memang hal tersebut merupakan salah satu permintaan yang ingin sekali ia rasakan, karena Slamet dan Ibunya memiliki rentang jarak yang cukup jauh dalam mendaftar.

Saat ini dirinya masih mengamen dan mengumpulkan hasil uangnya tersebut, untuk dapat memenuhi sisa setoran BPIH saat dirinnya dan ibunya mendapatkan kuota kursi pemberangkatan ibadah haji tersebut.

Sekian pembahasan artikel ini saya buat. Dan terimaksih karena telah mengunjungi portal berita informasi kami. Untuk melihat informasi berita menarik lainnya, Anda juga bisa mengunjungi portal berita OKEYLAH.COM. Terimakasih

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.
error: Content is protected !!