Aluna Halo, nama saya Aluna Nikita G. Nayaka. Saya seorang pemimpi yang kebetulan gemar tulis menulis. Penikmat musik dan film, serta sedang menyenangi urban farming.

Media Tanam Hidroponik Organik dan Non-Organik Terbaik

2 min read

Media Tanam Hidroponik
0
()

Hidroponik merupakan cara budidaya tanaman dengan air. Seringnya, hidroponik disebut juga sebagai cara tanam tanpa tanah. Terdapat beberapa media tanam hidroponik yang bisa dipilih. Baik itu yang organik maupun non organik.

Bercocok tanam dengan hidroponik tidak menggunakan media tanah. Tanah sebagai media tanam memang saat ini semakin dihindari. Selain karena terbatasnya lahan. Terutama untuk yang gemar melakukan urban farming. Penggunaan tanah sebagai media tanam memiliki resiko untuk lingkungan. Penggarapan tanah yang kurang baik serta menanam tanaman yang sama terus menerus akan menurunkan kualitas lahan.

Selain itu tanah juga sebenarnya memiliki unsur hara sedikit. Sehingga akan kurang tepat untuk pertumbuhan tanaman. Di dalam tanah juga terdapat gulma yang sulit dibasmi.

Sederet alasan tersebut membuat bercocok tanam dengan hidroponik semakin menjadi pilihan. Walau secara nama hidroponik berarti menggunakan media tanam air. Sebenarnya ada beberapa media tanam lain yang bisa jadi pilihan.

Memilih media tanam untuk hidroponik tidak boleh sembarangan. Terdapat beberapa kriteria untuk memastikan media tanam yang digunakan benar-benar tepat.

Berikut ini merupakan kriteria media tanam terbaik.

  1. Daya serap air tinggi
  2. Tidak terdapat kandungan unsur hara dan strukturnya harus gembur
  3. Tidak ada kandungan garam, kadar salinitas rendah
  4. tingkat keasaman alkali dengan pH 6-7
  5. Tidak terdapat organisme yang dapat menyebabkan hama penyakit
  6. Terdapat kandungan kapur

Media tanam hidroponik dibedakan menjadi dua: organik dan non organik. Di bawah ini merupakan penjelasannya.

Media tanam hidroponik organik

Media Tanam Hidroponik

1. Arang sekam

Arang sekam atau sering disebut sekam bakar merupakan media tanam terbaik dan sudah banyak digunakan. Media tanam ini tidak hanya digunakan untuk hidroponik. Melainkan juga untuk berbagai tanaman dalam pot.
Media tanam satu ini tepat untuk hidroponik karena memiliki daya serap dan ikat air yang baik. Arang sekam juga memiliki aerasi baik dengan pH netral. Sehingga bagus untuk pertumbuhan akar tanaman.

2. Serbuk gergaji

Serbuk gergaji tidak bisa digunakan sebagai media tanam untuk semua tanaman. Media tanam ini akan pas untuk tanaman yang memerlukan tingkat kelembaban tinggi. Misalnya seperti jamur.
Saat menanam dengan hidroponik, serbuk gergaji sebaiknya digunakan untuk lapisan atas media tanam lain. Gunanya untuk menjaga kelembaban udara pada media tanam. Serta menjaga kadar air.

3. Sabut kelapa

Satu lagi media tanam yang sudah tidak asing lagi. Untuk hidroponik, sabut kelapa yang digunakan biasanya cocopeat atau coir. Meski bisa juga menggunakan sabut kelapa biasa.
Media tanam ini bahan yang ramah lingkungan. Selain itu memiliki daya serap air yang tinggi. Kadar pH untuk sabut kelapa antara 5.0 sampai 6.8, membuat pertumbuhan akar tanaman lebih kuat.

4. Vermiculite

Vermiculite terbuat dari bebatuan yang dipanaskan dengan suhu tinggi. Media tanam ini memiliki daya serap air tinggi. Vermiculite memiliki bobot cukup berat, sehingga sering kali dipadukan dengan perlite.

5. Batang pakis

Media tanam ini memang kerap kali digunakan untuk menanam bunga anggrek. Untuk cara menanam hidroponik, batang pakis bisa digunakan juga sebagai media tanam jenis bunga lain.

Batang pakis memiliki kemampuan untuk mengikat air. Selain itu juga sistem drainase dan aerasi yang baik.

Media tanam non organik

Media Tanam Hidroponik

1. Rockwool

Rockwool merupakan media tanam non organik yang terlihat seperti busa. Terdapat serabut halus dengan berat yang sangat ringan. Media tanam non organik satu ini paling banyak digunakan dan disarankan untuk bercocok tanam secara hidroponik.

2. Perlite

Perlite terbuat dari batuan silika. Berukuran kecil dan ringan. Media tanam ini memiliki pH netral, dengan aerasi yang baik. Selain itu daya serap perlite juga tepat untuk membantu pertumbuhan akar tanaman.

Media tanam sati ini kerap kali digunakan bersama vermiculite atau cocopeat.

3. Hydroton

Hydroton merupakan media tanam dari tanah liat atau lempung. Ukurannya bermacam-macam dan biasanya memiliki bentuk bulat. Media tanam ini menjadi pilihan karena memiliki daya serap nutrisi dan air. Selain itu bentuk dan ukuran dari Hydroton memastikan akar tanaman tidak akan rusak.

Hydroton tepat digunakan bila sering mengganti-ganti tanaman. Media tanam ini hanya perlu dicuci kembali dan bisa digunakan ulang. Tidak perlu dibuang.

4. Pasir

Pasir yang digunakan untuk media tanam merupakan pasir pantai atau pegunungan. Media tanam pasir lebih sering digunakan saat proses pembibitan tanaman.

5. Hydrogel

Berwarna-warni cantik serta memiliki kemampuan penyerapan air yang baik menjadi keunggulan dari media tanam satu ini. Hydrogel tepat digunakan bila tanaman hidroponik ditujukan sebagai tanaman hias. Cukup gunakan wadah bening sehingga tampilan cantik Hydrogel akan nampak dengan jelas.

Media tanam memiliki pengaruh besar untuk pertumbuhan tanaman hidroponik. Sebaiknya sesuaikan jenis tanaman, kebutuhan penyerapan air sampai kelembaban. Sebelum memilih media tanam untuk hidroponik.

Baik itu media tanam organik maupun non organik memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing pula. Sehingga penting sekali mempertimbangkan penggunaan keduanya. Jangan ragu juga untuk mengkombinasikan media tanam demi hasil terbaik.

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Aluna Halo, nama saya Aluna Nikita G. Nayaka. Saya seorang pemimpi yang kebetulan gemar tulis menulis. Penikmat musik dan film, serta sedang menyenangi urban farming.
error: Content is protected !!