Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.

Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara | 15 Cerita Pendek dan Gambar

29 min read

cerita rakyat bali calonarang
5
(4)

Cerita Rakyat Nusantara

Cerita Rakyat Nusantara – Banyak sekali cerita rakyat dari warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu kita lestarikan agar tidak cepat musnah. Dalam era milenial seperti sekarang ini budaya membaca sudah jarang dilakukan oleh sebagian besar pendudukan Indonesia. Tentu saja hal ini dapat menjadi kekhawatiran bagi kaum milenial yang kurang wawasan mengenai budaya cerita rakyat Nusantara.

Di zaman modern seperti sekarang ini semua hal bisa kita lakukan dengan praktis, termasuk membaca. Dengan adanya smartphone, laptop, komputer atau PC dan jaringan internet. Kita semua dapat mengakses internet untuk mencari hal-hal yang bermanfaat, seperti cerita rakyat nusantara ini contohnya.

Banyak sekali cerita rakyat Nusantara yang tersebar luas di internet. Dan beberapa di antaranya bisa kamu dapatkan dalam pembahasan artikel kali ini. Sebagai penduduk Indonesia sudah seharusnya kita melestarikan budaya bangsa ini untuk generasi penerus kita.

Di bawah ini kamu akan menemukan beberapa kumpulan cerita rakyat Nusantara yang telah kami rangkum dalam pembahasan artikel terbaru kali ini. Berikut merupakan beberapa cerita rakyat Nusantara tersebut.

1. Cerita Rakyat Sumatera Barat – Malin Kundang

Cerita Rakyat Sumatera Barat Malin Kundang
(Sumber: gefinedison.blogspot.com)

Malin Kundang

Dikisahkan pada sebuah desa yang cukup terpencil di daerah pesisir hiduplah seorang wanita dengan anak laki-lakinya yang bernama malin. Perempuan itu setiap harinya bekerja sebagai seorang nelayan kecil, dengan kehidupannya yang dapat dikatakan cukup kekurangan. Memang menjadi sebuah nelayan yang kecil, tentu penghasilannya tidak terlalu besar bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun kurang bisa.

Hingga suatu hari malin telah beranjak menjadi dewasa, dan dirinya pun cukup kasihan kepada ibunya dan mencoba mengubah nasib di kota.

“Mungkin kalau diriku pergi ke kota, hidup kita akan berubah, ibu.” Kata Malin Kundang.

Namun karena ibunya yang cukup menyayangi anaknya yaitu Malin. Sebenarnya dirinya tidak ingin anaknya pergi jauh dan selalu ingin berada di sisinya, tapi apa boleh buat dirinya pun dengan berat hati mengizinkan Malin pergi ke kota.

Akhirnya Malin pun pergi ke kota, sedangkan ibunya hidup sebatang kara di desa dengan keadannya yang semakin hari semakin memburuk. Ibunya merindukan sekali Malin, namun apa daya Malin tidak pernah memberikan kabar sama sekali kepada ibunya.

Sedangkan Malin saat dirinya berada di Kota, dia bertemu dengan gadis cantik yang merupakan anak bangsawan. Gadis tersebut mencintainya begitu pula Malin, namun karena Malin tidak ingin dirinya ditolak oleh keluarga si gadis. Malin pun berbohong dan mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki ibu, dan akhirnya menikah dengan gadis tersebut. Alhasil secara tidak langsung Malin pun menjadi ikut kaya.

Suatu hari Malin memiliki inisiatif untuk pulang, dan melihat keadaan desa sambil mengenalkan istrinya ke tempat kelahirannya tersebut. Dirinya membawa banyak sekali uang dan juga pekerjanya.

Sesampainya di desa tersebut, Malin langsung membagikan uang-uangnya kepada masyarakat desa dengan sombongnya. Dan dibalik itu terdapat seorang tetangga yang mengenal bahwa itu Malin. Tetangga tersebut akhirnya pergi menuju rumah Ibu Malin sambil membawa berita gembira tersebut.

“Ibu, coba lihat anakmu telah kembali, dan dirinya menjadi kaya raya.” Seru Tetangga tersebut.

“Bagaimana kau tahu? diriku saja tidak pernah mendapat kabar darinya.” Ucap Sang Ibu dengan kaget karena dirinya tidak mengetahui kabar tersebut.

“Sekarang silahkan ibu pergi ke dermaga, Malin ada disana dengan keadaan tampan dan juga bersama istrinya juga yang rupawan.” Kata Tetangga tersebut.

Ibunya pun senang dan berkaca-kaca, karena dirinya tidak percaya bahwa anaknya yang dia rindukan bertahun-tahun kini kembali.

Sang ibu pergi ke dermaga dan benar, dirinya melihat Malin dengan pakaian bagus bersama Istrinya tersebut.

“Malin, akhirnya kau pulang, Nak.” Ucap ibunya sambil berlari ke arahnya.

Namun Malin malu, sehingga dirinya tidak mau mengakui bahwa itu adalah Ibunya sendiri.

“Dirimu mengatakan bahwa ibumu meninggal.” Kata istrinya dengan kaget.

“Dia bukan ibuku, dia hanyalah seorang pengemis yang mengaku-ngaku saja.” Seru Malin.

Ibunya tentu sakit hati saat mendengar Malin mengatakan hal tersebut kepadanya. Sehingga ibunya mengutuk Malin.

“Kau adalah anak yang durhaka Malin, karena kekayaanmu itu, dirimu menjadi sombong dan hatimu mengeras, Ku kutuk kau menjadi Batu.” Ucap Ibunya.

Tiba-tiba langit menjadi gelap dan juga petir menyambar di langit, hujan yang sangat lebat turun. Malin yang ketakutan memohon ampun kepada ibunya, tetapi ibunya akhirnya terlanjut sakit hati. Sehingga Malin akhirnya berubah menjadi batu dalam keadaan bersujud. Sedangkan kapalnya pecah karena terombang-ambing dan menjadi batu pula.

2. Cerita Rakyat Kalimantan – Batu Menangis

Cerita Rakyat Kalimantan Batu Menangis
(Sumber: moondoggiesmusic.com)

Batu Menangis

Di suatu desa yang sangat terpencil di Kalimantan Barat, hiduplah seorang janda yang cukup tua bersama anak gadisnya yang cantik jelita. Karena suaminya telah meninggal, dirinya pun akhirnya hidup cuma berdua saja. Bahkan sang janda pun harus bekerja menjadi seorang buruh karena harus menghidupi dirinya dan anak gadisnya tersebut.

Namun berbeda dengan ibunya yang harus menjadi seorang buruh, sang anak hanya sibuk memikirkan dirinya yang harus tampak cantik dan hanya berjalan-jalan keliling desa memamerkan kecantikannya itu. Tak hanya itu saja, anak gadisnya tersebut sangat manja kepada dirinya dan selalu menyuruh-nyuruh ibunya tersebut. Tanpa mau membantu ibunya tersebut tak hanya dalam bekerja, namun dalam hal apapun.

Anaknya sombong dan juga selalu membentak ibunya. Hingga suatu hari dirinya membutuhkan make up, karena make upnya telah habis.

“Ibuu… Ibuuu…!” Seru Gadis tersebut.

“Iya nak, ada apa?” Kata Ibunya dengan Lembut.

“Ibu kok lama banget sih, dari tadi aku panggil.” Ucap sang Gadis dengan nada sedikit keras.

“Maaf nak, emangnya ada apa?” Kata Ibunya.

“Ini Make Up ku sudah habis tolong belikan di pasar.” Ucap sang anak.

Namun sang ibu tidak paham Make Up yang dimaksud oleh sang anak tersebut. Anaknya menjelaskan dengan detail, namun sang ibu masih tidak paham dan mengajak anaknya untuk ke pasar bersamanya. Sang anak yang malu dia berkata bahwa, dia mau ikut namun sang ibu harus berjalan di belakangnya.

Sesampainya di pasar semua orang pastinya melihat gadis tersebut dengan cukup ternganga, karena memang siapa sih orang yang hanya ke pasar saja harus berdandan dengan cantik seperti itu. Saat di perjalanan sang gadis cukup berhati-hati dirinya takut bertemu dengan temannya, dan nantinya akan menghina dirinya sehingga tidak ingin berteman lagi dengannya.

Apalagi memang dirinya yang sudah berdandan dengan cantik seperti itu, namun memiliki ibu dengan sudah cukup tua dengan tampilan yang kurang menarik juga. Tetapi secara tidak di duga dirinya malah bertemu dengan temannya tersebut. Dirinya mencoba menutup diri namun sudah terlihat dahulu oleh temannya tersebut.

“Hai, lama banget aku gak ketemu kamu.” Ucap Temannya tersebut.

“Hai ju.. juga, iya nih udah lama kita gak ketemu.” Kata Gadis tersebut dengan sedikit gugup.

“Eh itu siapa di belakangmu? Apakah itu ibumu?” Tanya Temannya.

Gadis tersebut yang kaget dan tidak ingin ketahuan mengatakan.

“Eh tentu saja bukan kok, orang ini adalah pembantuku, mana mungkin aku punya ibu seperti dirinya.” Ucap Gadis itu dengan sombong.

Sang ibu pun sedih mendengar hal tersebut, namun masih terus mengikuti anaknya tersebut. Tetapi setiap sang anak bertemu temannya, dirinya tetap mengatakan hal yang sama berulang-ulang. Sampai sang ibu tak tahan dan menghentikan jalannya tersebut. Dan berdiam diri sambil berdoa kepada Tuhan untuk memberikan anaknya balasan yang setimpal, atas apa yang telah dilakukan kepada ibunya tersebut.

Tak lama kemudian, terdapat suara gemuruh dalam langit yang sangat besar, disertai dengan sambaran petir dan juga air yang turun sangat deras dari langit. Secara perlanan kaki dari Sang Gadis berubah menjadi batu. Dirinya menangis dan memohon ampun kepada ibunya, namun karena hukuman telah terjadi.

Akhirnya sang gadi berubah menjadi batu seutuhnya, tetapi air mata masih menetes di wajahnya. Warga memindahkan patung tersebut di sebuah tebing, dan menyebutnya sebagai batu menangis.

3. Cerita Rakyat Jawa Barat – Lutung Kasarung

Lutung Kasarung
(Sumber: www.vidio.com)

Lutung Kasarung

Di sebuah kerajaan hiduplah kedua saudari kakak beradik bernama Purbararang dan Purbasari. Kehidupan mereka cukup menyenangkan dan seru tanpa adanya kebencian dan permusuhan. Namun suatu hari, Ayah mereka mengalami sakit keras dan tidak mampu lagi melanjutkan tugasnya menjadi seorang Raja. Dan akhirnya sang Ayah atau sang Raja memutuskan Purbasari sebagai penggantinya dan menjadi seorang Ratu.

Purbararang yang mendengar hal tersebut tentunya tidak terima atas pilihan tersebut, dan dia akhirnya cukup benci kepada adiknya itu. Dirinya menganggap bahwa seharusnya dia sebagai kakaknya lah, yang harus menggantikan posisi Ayahnya bukan malah adiknya itu. Hingga saking bencinya, dirinya memikirkan niat yang jahat kepada Adiknya tersebut.

Dia pergi ke seorang penyihir, dan menyuruhnya melakukan guna-guna kepada sang Adik yaitu Purbasari. Guna-guna tersebut ternyata menyebabkan kulit dari Purbasari muncul totol-totol hitam pada tubuhnya, sehingga hal tersebut dianggap sebuah penyakit. Hal tersebutlah yang membuat Purbararang memiliki kesempatan untuk mengusir sang Adik, dan menjadikan dirinya menjadi seorang Ratu.

Dengan tega sekali dirinya mengutus seorang prajurit untuk mengasingkan Adiknya ke dalam hutan yang sangat sepi.

Sesampainya di hutan tersebut, sang prajurit cukup iba dan juga simpatik atas apa yang terjadi kepada sang Ratu sesungguhnya yakni Purbasari. Dirinya pun membuatkan Purbasari sebuah gubuk kayu di hutan tersebut, dia berkata kepada Purbasari.

“Purbasari kamu tolong bersabar dan tetap tabah, atas apa yang menimpamu.” Ucap si Prajurit.

“Terima kasih atas simpatinya dan telah membuatkan diriku gubuk, aku yakin bisa bertahan.” Kata Purbasari kepada Prajurit.

Si Prajurit pun pergi meninggalkan sang Ratu, dan Purbasari pun mencoba bertahan hidup di tengah hutan tersebut.

Hari ke hari terus berganti, waktu berlalu dan selama dirinya tinggal di tengah hutan tersebut. Purbasari tidak pernah merasa kesepian karena dirinya memiliki banyak hewan yang menjadi temannya. Salah satunya yakni adalah seekor kera hitam yang sangat perhatian kepada Purbasari, yakni Lutung Kasarung.

Lutung Kasarung selalu memberikan Purbasari bunga yang cantik dan buah yang segar setiap harinya. Hingga suatu saat pada bulan purnama, Lutung Kasarung tiba-tiba menjadi penyendiri dan bersemedi. Tak disangka keajaiban pun muncul, yakni terbentuk sebuah telaga di tanah dekat mereka, dan airnya pun jernih, segar bisa menyembuhkan penyakit juga.

Keesokan harinya Lutung Kasarung mengabari Purbasari, untuk segera berendam di telaga tersebut supaya bisa sembuh. Dan benar sekali, tak selang waktu berapa lama saat berendam kulitnya yang bertotol-totol hitam tersebut menjadi bersih kembali dan cantik lagi. Purbararang yang ada di Istina, ingin melihat Adiknya tersebut bagaimana kehidupannya dan juga nasibnya. Dengan ditemani dengan para Pengawalnya dan juga Tunangannya tersebut, dirinya pergi ke tengah hutan.

Setelah sampai di tengah hutan dirinya berhadapan dengan Purbasari yang cantik kembali. Dirinya pun akhirnya tidak terima, dan meminta beradu ukuran rambut. Awalnya Purbasari menolah permintaan tersebut, namun dirinya menerimanya. Setelah di ukur ternyata Purbasari menang. Purbararang tidak terima lagi dan ingin beradu ketampanan Tunangannya.

Karena bingung akhirnya Purbasari menarik Lutung Kasarung.

“Yang benar aja, tentu Tunanganku lebih tampan dari monyet itu.” Ucap Purbararang sambil tertawa.

Lutung Kasarung menenangkan Purbasari, dan tak lama kemudian Keajaiban dari semedi muncul. Yakni Lutung Kasarung menjadi pemuda yang gagah dan tampan, membuat semua yang ada di situ kagum. Akhirnya Purbararang mengaku kalah, dan memohon ampunan kepada Purbasari. Karena kebaikan hatinya Purbasari memaafkan kakaknya tersebut, dan hidup menjadi Ratu bersama pemuda Gagah nan Tampan yaitu tak lain dan tak bukan adalah Lutung Kasarung.

4. Cerita Rakyat Sumatera Utara – Danau Toba

Cerita Rakyat Sumatera Utara Danau toba
(Sumber: www.vidio.com)

Danau Toba

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda yatim piatu di daerah Sumatera bagian Utara. Daerah tersebut merupakan tempat yang cukup kering dan dapat dikatakan belum ada sumber air yang sangat besar. Pemuda tersebut bernama Toba, dan dirinya menggantungkan hidupnya untuk bertani dan memancing setiap harinya.

Hingga suatu hari saat dirinya memancing, Toba mendapatkan ikan yang cukup indah dengan warna keemasan. Dirinya pun kaget dan cukup senang, mungkin dia dapat menjual ikan itu. Begitu ikan tersebut dipegang olehnya, tiba-tiba ikan itu menjadi seorang Putri yang cantik jelita.

“Siapakah dirimu?” Kata Toba dengan kaget.

“Aku merupakan seorang putri yang dikutuk karena melanggar suatu larangan, diriku berubah menjadi makhluk apapun yang pertama menyentuhku.” Jelas si Putri.

Berhubung tadi Toba yang menyentuh ikan tersebut, maka dirinya menjadi seorang manusia atau putri kembali.

Toba yang melihat putri secantik itu terpesona olehnya, bahkan dirinya pun meminta sang putri untuk menjadi istrinya. Walaupun dia tahu bahwa sebenarnya dirinya adalah hanya menjadi seorang petani dan juga hanya memancing ikan tiap harinya. Sang Putri tampak ragu dan juga rasanya ingin menolak lamaran dari pemuda tersebut. Namun, Sang Putri juga berpikir bahwa dirinya mau tinggal dimana saat menjadi manusia atau Putri tersebut. Bagaimana jika ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya, dan juga dirinya akan terjadi apa-apa.

Akhirnya Sang Putri pun mau menerima lamaran dari Pemuda Tani tersebut, tetapi dengan syarat bahwa dirinya harus bersumpah jangan sampai orang tahu asal-usul dari dirinya apapun yang terjadi. Sehingga Toba tidak boleh mengatakan bahwa Sang Putri adalah seorang Ikan dahulunya. Tanpa pikir panjang, Toba pun menerima dan menyanggupi kesepakatan tersebut.

Setelah mereka menikah, para warga cukup kaget dengan Istri dari Toba atau Pemuda Tani tersebut. Bagaimana mungkin seorang petani yang dimana kerjanya setiap hari hanya memancing saja, mampu mendapatkan putri cantik menjadi seorang istrinya. Bahkan hidupnya pun cukup pas-pasan, untuk bisa menghidupi seorang putri seperti itu.

Namun Toba mampu menghidupi sang putri tersebut, hingga bertahun-tahun dan memiliki seorang anak. Tetapi anaknya tersebut memiliki kebiasaan yang cukup buruk, yakni selalu menghabiskan semua makanan yang ada karena tidak pernah kenyang. Setiap hari anak tersebut selalu diberikan porsi yang lebih, supaya dapat memenuhi hasratnya tersebut.

Sang Ayah tetap sabar menghadapi anaknya yang memang memiliki kebiasaan buruk tersebut dan tetap bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya. Sang Putri pun masih menyayangi anaknya tersebut, dan juga memang cukup senang bahwa dirinya dikaruniai seorang anak. Tetapi suatu saat waktu hari sudah sore dan Sang Putri menyiapkan makanan untuk sang suami karena mungkin lelah pulang bekerja seharian.

Sang Anak yang tidak pernah kenyang tersebut, memakan makanan untuk Orang Tuanya tersebut. Walaupun dirinya telah diberikan porsinya sendiri yang lebih banyak, namun masih tidak kenyang juga. Sang Ayah yang dengan keadaan lelah sampai di rumah cukup kaget, dan marah kepada Anaknya.

“Kamu itu gimana sih! Itu kan makanan untuk Ayah dan Ibu, Dasar kamu itu keturunan Ikan.” Sentak Sang Ayah kepada anaknya.

Secara tidak sadar dirinya telah melanggar peraturan, dan sang Istri bersama anaknya hilang secara tiba-tiba. Dan tempa yang dia pijaki tersebut muncul mata air, yang semakin alam semakin besar. Hingga menjadi sebuah danau yang cukup besar dan dinamakan danau Toba.

5. Cerita Rakyat Betawi – Si Pitung

Si Pitung
(Sumber: www.cnnindonesia.com)

Si Pitung

Pada zaman penjajahan dahulu kala, hiduplah seorang pemuda dari tanah betawi bernama Pitung atau yang biasa orang kenal sebagai Si Pitung. Dirinya adalah anak dari Bang Piun dan Mpok Pinah. Pitung adalah anak yang baik hati, bahkan dirinya pun setiap hari mengaji kepada Haji Naipin. Biasanya setelah dirinya belajar mengaji, Si Pitung selalu belajar dan mengasah skill silatnya.

Dirinya tidak pernah lelah dalam memperdalam ilmu agamanya dan juga mengasah kekuatan dan juga teknik silatnya setiap hari. Bertahun-tahun dirinya belajar dengan giat dan ilmunya pun bertambah dengan cukup cepat, bahkan dapat dikatakan Pitung telah ahli dalam Ilmu Agama dan juga Bela Diri Silat. Tetapi ketekunannya tersebut tidak pernah lepas dari motivasinya yakni membuat keluarga, tetangganya, dan orang-orang miskin saat itu hidup sejahtera.

Karena dahulu kala, tanahnya di kuasai oleh Belanda atau yang biasa disebut dengan kompeni. Sehingga membuat kelompok tuan tanah, tauke, dan orang kaya, menjadi semakin kaya tiap harinya. Kebun-kebun mereka di kuasai dan dijaga oleh para tukang pukul, dan juga para pekerjanya pun dipaksa bekerja tanpa henti setiap harinya. Dan sebaliknya untuk orang miskin dan hidupnya pas-pasan seperti Si Pitung, harus menjadi bahan rampokan dari orang-orang tersebut. Membuat Si Pitung merasa iba dan kasihan.

“Sepertinya aku harus melakukan sesuatu, untuk membantu masyarakat.” Ucap Si Pitung dengan semangat.

Setelah dia menemukan ide, dirinya mengumpulkan para pemuda yang ada di kampungnya tersebut. Dirinya mengatakan bahwa kita harus merampok orang kaya tersebut, dan membagikannya kepada masyarakat yang kurang mampu.

Walaupun Si Pitung melakukan perampokan, dirinya tidak pernah menggunakannya untuk memenuhi dirinya sendiri. Namun, Si Pitung memberikannya kepada orang tak mampu seperti menaruh sekarung beras di depan rumah keluarga yang kelaparan. Menyantuni orang-orang yang terlilit hutang kepada Rentenir, dan juga para anak Yatim Piatu selalu diberikan bingkisan, kado, pakaian dan sebagainya.

Dia  merampok dari waktu ke waktu, sehingga aksinya tersebut terdengar sampai telinga para Kompeni atau orang Belanda tersebut.

“Kalian lihat apa yang terjadi bukan, kita harus segera menghentikan Si Pitung.” Kata Kepala Kompeni Belanda dengan cukup marah.

Berbagai upaya yang Kompeni lakukan  untuk menghentikan Si Pitung, tetapi Pitung selalu berhasil lolos dari kejaran para para Belanda. Karena Si Pitung selalu kebal dan tidak dapat ditembak oleh para Belanda, sehingga membuat Kompeni pun kewalahan dan hampir menyerah.

“Si Pitung itu manusia seperti apa? Dirinya seperti tidak memiliki kelemahan.” Kata Kepala Kompeni Belanda yang sangat kesal tersebut.

“Bagaimana kalau kita tanya Guru dari Si Pitung, mungkin dia tau.” Ucap Prajurit Kompeni.

Mendengar ide tersebut, keesokan harinya Kompeni pergi menemui Guru dari Si Pitung yakni Haji Naipin. Karena merasa dirinya terancam, akhirnya Haji Naipin memberi tau apa kelemahan si Pitung.

Sehingga saat pitung mandi di Sungai, jimatnya pun di ambil sehingga dirinya tidak memiliki kekuatan lagi. Tak selang beberapa lama, persembunyian Si Pitung pun ditemukan dan mereka disergap oleh para Kompeni. Dengan mudahnya Si Pitung dilumpuhkan oleh para Kompeni Belanda tersebut.

Karena memang sebelumnya telah diambil jimatnya, sehingga mau tidak mau Si Pitung pun pasrah dengan keadaan yang menimpanya. Akhirnya Si Pitung pun meninggal dengan meninggalkan luka dari peluru emas yang ditembakkan kepada dirinya.

6. Cerita Rakyat Jawa Tengah – Timun Mas

Timus Mas
(Sumber: www.goodnewsfromindonesia.id)

Timun Mas

Dahulu kala di sebuah desa yang terletak di dekat hutan, hiduplah sepasang suami istri yang dimana umur mereka sudah beranjak tua dan telah menikah lama namun belum di karuniai seorang anak. Akhirnya mereka pun berdoa kepada Tuhan supaya dapat dikaruniai seorang anak. Tetapi suatu hari doa tersebut malah terdengar oleh seorang raksasa, dan Sang raksasapun mencoba mengabulkan permintaan Pasangan tersebut.

“Aku bisa membantu kalian dalam mendapatkan seorang anak.” Ucap Raksasa.

“Bagaimana caranya Raksasa?” Tanya Pasangan tersebut.

“Kalian dapat menanam bibit timun ini, nantinya setelah tumbuh besar akan muncul seorang anak di dalamnya.” Kata Raksasa tersebut.

“Tetapi kalian harus mengembalikan Anak tersebut saat dirinya telah mencapai usia 17 tahun.” Tambah Sang Raksasa.

Pasangan tersebut pun tanpa ragu menerima permintaan dari raksasa tersebut, dan akhirnya raksasa pun memberikan bibit tersebut. Kedua pasangan tersebut menjaga bibit tersebut dengan baik, dan hingga suatu saat Timun tersebut mengeluarkan seorang anak perempuan yang mereka namai sebagai Timun Mas.

Timun Mas sangat menyayangi orang tuanya tersebut, dan juga sebaliknya kedua orang tuanya sangat menyayangi Timun Mas. Mereka hidup bahagia di desa dengan bekerja setiap harinya, dan juga bersenang-senang layaknya keluarga yang bahagia. Tetapi tanpa mereka sadari bertahun-tahun, bahwa timun mas akhirnya mencapai umurnya yang ke 17. Sepertinya pasangan tersebut telah hampir melupakan perjanjiannya kepada Raksasa, untuk mengembalikan Timun Mas kepadanya.

Karena tidak ingin kehilangan Timun Mas, mereka menyuruh Timun Mas untuk kabur. Timun Mas dibekali oleh orang tuanya dengan beberapa benda sakti seperti, Biji Timun, Jarum, Garam, dan juga Terasi. Dan akhirnya Timun Mas pun kabur secepatnya sebelum Raksasa datang.

Raksasa yang datang dan menagih janji tersebut, tidak dapat menemukan Timun Mas dan pergi mencarinya. Timun Mas yang mendengar suara dari Raksasa Lari entah kemana, dan Raksasa yang melihat Timun Mas langsung mengejarnya.

Pada percobaan pertama Timun Mas mencoba mengalihkan Raksasa dengan menabur Biji Timun tersebut, dan secara otomatis muncul kebun Timun yang sangat disukai oleh Raksasa. Sang Raksasa sepertinya dapat teralihkan dan memakan Timun pada kebun tersebut. Tetapi dengan cepat dia mampu menghabiskannya.

Timun Mas yang kaget, lalu menabur jarum tersebut dan tumbuh hutan bambu yang sangat tajam. Namun, Raksasa masih tetap bisa lolos dari pengalihan tersebut dan mengejar Timun Mas di belakangnya. Walaupun harus merasakan rasa sakit dari bambu yang harus dia hadapi.

Cara ketiga Timun Mas melemparkan garam di tanah yang luas, sehingga terbentuk sebuah lautan yang sangat luas sekali. Dirinya beranggapan bahwa Raksasa tidak akan mampu melewati lautan tersebut. Tapi hasilnya nihil, Raksasa bisa berenang dengan cepat dan menyusul Timun Mas di depannya.

Karena sudah tersisa satu kesempatan lagi yakni sebuah terasi, Timun Mas berdoa supaya dapat terbantu dan selamat dari kejaran Raksasa. Saat terasi tersebut di lempar, berubah lah menjadi sebuah genangan lumpur hisap. Raksasa yang sudah kelelahan tersebut, menganggap remeh dan mencoba melewati lumpur tersebut. Tetapi apa daya, daya hisap dari lumpur tersebut cukup hebat membuat Raksasa yang sudah kelelahan terhisap oleh lumpur tersebut.

Akhirnya Timun Mas merasa lega bahwa Raksasa tersebut telah tiada, dan dirinya kembali ke orang tuanya dengan selamat. Orang Tuanya pun menyambut kedatangan Timun Mas dengan sangat senang, sehingga mereka pun menjadi bisa menjadi keluarga yang utuh seterusnya.

7. Cerita Rakyat Bali : Calonarang

Calonarang
(Sumber: priambudisaputra.wordpress.com)

Calonarang

Di suatu masa ada sebuah Kerajaan yang dipimpin oleh raja Erlangga yaitu kerajaan Daha. Pada saat itu, hidup seorang janda yang terkenal sangat bengis yang bernama Calon Arang. Calon Arang adalah seorang penganut sebuah aliran hitam sesat yang selalu mengumbar kejahatan memakai ilmu gaib dan ia tinggal di desa Girah.

Calon Arang mempunyai seorang putri yang bernama Ratna Manggali yang telah beranjak dewasa dan Calon Arang memaksa beberapa pemuda kaya untuk menjadi menantunya karena khawatir putrinya tidak mendapat jodoh. Karena sifat Calon Arang yang bengis, Calon Arang menjadi tidak disukai oleh penduduk Girah dan tak ada seorang pemuda pun yang mau menikahi Ratna Manggali. Hal ini membuat Calon Arang marah dan Ia berniat membuat warga desa Girah menyesal.

Calon Arang menyuruh anak buahnya untuk mencari untuk di jadikan tumbal di  candi Durga. Dia pun berhasil menangkap gadis yang malang, di bawanya gadis itu ke candi Durga. Gadis itu meronta ketakutan dan pingsan setelah kelelahan. Calon Arang lalu mengorbankan gadis itu pada Betari Durga Sang Angkara Murka di tengah malam.

Calon Arang mengutuk penduduk desa Girah dengan mendatangkan musibah yang sangat dahsyat. Dan kutukan itu benar-benar terjadi pada warga desa Girah. Datanglah Banjir yang sangat deras dari sungai Brantas, apabila ada seseorang yang terkena satu percikan air saja dia bisa terkena penyakit yang tidak ada obatnya dan akan meninggal segera setelah dia sakit.

Calon Arang pun merasa puas melihat penduduk desa Girah yang terkena penyakit dari banjir itu. Penduduk desa Girah sangat menderita karena penyakit itu dimana banyak penduduk yang sakit di pagi hari lalu banyak pula yang meninggal setelah sakit itu di sore hari. Dengan sombong dan congkaknya, Calon Arang berkata “ Lihatlah, Calon Arang Tak terkalahkan. Tidak ada yang berani menentang Calon Arang ! “. Korban pun semakin banyak pada saat itu membuat Calon Arang semakin sombong dan angkuh.

Kejadian itu terdengar sampai pada Prabu Erlangga, Prabu Erlangga pun menanyakan pada paman Patih Daha apa penyebab dari wabah dan bencana yang melanda Desa Girah tersebut sehingga menyebabkan rakyatnya banyak yang mati dan membuat rakyat sangat menderita.

Paman Patih pun mengetahui penyebab dari bencana itu, dan melaporkannya pada Prabu Erlangga. Mendengar hal sekeji itu, Prabu Erlangga sangat marah besar dan mengumumkan perang pada Calon Arang. Genderang Perang pun ditabuh, dan Prabu Erlangga menghimpun kekuatan pasukan pilihan untuk menangkap Calon Arang. Rakyatpun sangat gembira mendengar hal itu, dan berharap kekejaman Calon Arang akan segera di balas dengan hukuman yang setimpal.

Namun, hal itu tidak berhasil. Para prajurit yang di kirim pun kalah karena Calon Arang sangat sakti dengan ilmu sihirnya. Akhirnya, Prabu Erlangga meminta bantuan Empu Bahula untuk mencari tahu kelemahan Calon Arang. Empu Bahula pun datang ke Desa Girah dan meminang Ratna Manggali. Calon Arang pun senang mendapatkan menantu seorang empu yang rupawan. Calon Arang mengadakan pesta besar besaran berhari-hari.

Empu Bahula pun mengetahui kekuatan Calon Arang dari Ratna Manggali ada pada buku sihirnya. Akhirnya, ia mencuri buku sihir itu dan menyerahkan pada Empu Barada. Empu Barada mempelajari buku sihir itu dan setelah memahaminya empu Barada menantang Calon Arang.

Calon Arang pun marah besar dan mengerahkan kemampuannya untuk membinasakan Empu Barada. Tangannya mengeluarkan Api begitu juga matanya dan hendak menyerang Empu Barada. Empu Barada pun membaca mantra membalikkan sihir itu. Karena, buku sihirnya tidak ada pada Calon Arang akhirnya ia tidak mempunyai perlindungan dan hangus binasa terbakar apinya menjadi debu.

8. Cerita Rakyat Jawa Barat : Sangkuriang

Sangkuriang
(Sumber: moondoggiesmusic.com)

Sangkuriang

Dahulu kala hidup seorang wanita cantik bernama Dayang Sumbi, seseorang puteri raja yang memiliki seorang anak laki laki bernama Sangkuriang yang sangat hebat dan suka pergi berburu. Setiap harinya Sangkuriang masuk keluar hutan hasilnya pun sangat memuaskan dimana ia selalu mendapatkan buruan yang banyak.

Sangkuriang selalu akan ditemani oleh seekor anjing titisan dewa yang bernama Tumang selama berburu, anjing itu tidak lain merupakan suami dari Dayang Sumbi dan ayah kandung Sangkuriang. Dayang Sumbi tidak akan pernah memberitahu Sangkuriang bahwa ayah kandungnya ialah seekor anjing, karena tidak ingin Sangkurian merasa malu maupun kecewa.

Suatu hari, anjing itu tidak patuh pada Sangkuriang dan membuatnya marah. Sehingga saat itu dibunuhlah Anjing itu oleh Sangkuriang dengan kayu yang dipukulkannya. Setelah itu ia merobek perut anjing itu dan mengambil hatinya untuk di bawa pulang di berikan pada Dayang Sumbi untuk di masak.

Setelah memakan hasil buruan, Dayang Sumbi mencari Tumang si anjing yang merupakan suaminya itu. Karena tidak ketemu, ia bertanya pada Sangkuriang. Sangkuriang dengan enteng menjawab bahwa ia membunuh Tumang karena tidak patuh dan memberi tahu bahwa makanan yang di masak itu juga berasal dari tubuh Tumang.

Dayang Sumbi marah besar dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok masak dan meninggalkan bekas luka. Setelah itu, ia mengusir Sangkuriang dari rumah. Dayang Sumbi menyesal telah mengusir anaknya dan memutuskan untuk bersemedi berbulan-bulan, hingga akhirnya dewa memberi anugerah awet muda pada Dayang Sumbi.

Sangkuriang pun pergi setelah di usir dan tidak menentu. Ia berguru pada banyak orang sakti dan banyak menempuh perjalanan yang sulit. Tak terasa bertahun-tahun Sangkuriang menjadi Pria berwajah tampan dan berilmu tinggi. Ia memutuskan untuk pulang ke desanya. Desanya sudah banyak perubahan dan bahkan Sangkuriang tidak bisa mengenali desanya sendiri termasuk Dayang Sumbi. Dayang Sumbipun juga tidak mengenali Sangkuriang yang kini sudah dewasa.

Sangkuriang dan Dayang Sumbi sering bertemu hingga jatuh Cinta. Sangkuriang pun melamar Dayang Sumbi dan akan menikah. Suatu ketika, Dayang Sumbi memakaikan penutup kepala Sangkuriang yang lepas dan melihat bekas luka di kepalanya. Dayang Sumbi pun bertanya sebab luka itu, dan Sangkuriang menjawa bahwa bekas itu karena di pukul oleh ibunya karena membunuh anjing setianya.

Dayang Sumbi pun menjadi yakin bahwa Sangkuriang adalah anaknya sehingga ia berniat membatalkan pernikahannya dan menceritakan bahwa ia adalah ibunya. Sangkuriang tidak percaya dan memaksa untuk tetap menikah. Akhirnya, Dayang Sumbi membuat syarat yang sangat sulit karena memang tidak berniat menikahi Sangkuriang yang merupakan anak kandungnya.

Syarat pertama ia meminta agar sungai Citarum di bending menjadi danau dan syarat keduanya ia meminta di buatkan kapal besar untuk bulan madu hanya dalam semalam. Sangkuriang dengan kesaktiannya pun segera mengerjakan dengan cepat di bantu oleh bangsa jin.

Setelah melihat Sangkuriang selesai membendung sungai Citarum dan hampir selesai membuat kapal, Dayang sumbi pun meminta bantuan warga untuk menggagalkannya dengan cara membuat suasana seperti di pagi hari dan membuat Sangkuriang merasa gagal.

Sangkuriang pun mengetahui itu adalah kecurangan dan ia pun murka. Ia membuang sumbatan sungai citarum dan ia menghempaskan perahu yang sangat besar itu hingga melayang ke udara dan jatuh telungkup. Dan jadilah gunung tangkuban perahu.

Sangkuriang pun mengejar Dayang Sumbi hingga ke gunung putri. Dayang Sumbi pun berubah menjadi sekuntum bunga yang indah, sedangkan Sangkuriang mencarinya hingga ujung dan tersesat di alam ghaib lain.

9. Cerita Rakyat Jawa Timur : Keong Mas

Cerita Rakyat Jawa Timur Keong Mas
(Sumber: www.vidio.com)

Keong Mas

Zaman dahulu kala, pada sebuah kerajaan Daha yang makmur dan bahagia. hidup dua orang putri raja yang memiliki paras sangat cantik jelita yang bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Kedua putri Raja tersebut memiliki kehidupan sangat bahagia dan hidup dalam serba kecukupan.

Lalu, pada suatu hari seorang pangeran yang amat tampan dan rupawan dari Kerajaan Kahuripan berkunjung ke Kerajaan Daha.

Pangeran yang sangat tampan tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Ia datang bermaksud untuk melamar Candra Kirana putri raja Daha. Kunjungan Raden Inu Kertapati disambut sangat baik oleh Raja Kertamarta raja Kerajaan Daha, dan akhirnya Candra Kirana pun dijodohkan dengan Raden Inu Kertapati dan bertunangan.

Namun, karena pertunangan itu. Dewi Galuh saudari Candra Kirana merasa iri dan merasa jika Raden Inu Kertapati akan lebih cocok untuk dirinya bukan dengan Candra Kirana. Akhirnya, Dewi Galuh pergi menemui tukang sihir. ia meminta agar tukang sihir itu mengutuk Candra Kirana berubah menjadi sesuatu yang menjijikkan agar jauh dari Raden Inu. Penyihir itu pun menuruti permintaan Dewi Galuh, dan mengubah Candra Kirana menjadi seekor Keong Emas, penyihir itu pun membuangnya ke sungai agar keong mas itu menghilang dari Raden Inu.

Hingga pada Suatu hari, ada seorang nenek yang baik hati sedang mencari ikan dengan jala. Keong mas pun masuk dalam jalanya. Keong mas pun dibawanya pulang dan letakkan pada tempayan. Nenek itu mencari ikan lagi di sungai keesokan hari nya, tetapi nenek tak mendapat ikan seekorpun. Nenek pun memutuskan untuk pulang saja karena lelah. Namun, saat nenek sampai rumah, ia sangat kaget karena di meja sudah tersedia banyak masakan yang sangat enak. Si nenek heran dan kaget, dan penasaran siapakah yang mengirim masakan itu.

Setiap hari selalu saja seperti itu, ketika nenek pulang menjala ikan selalu saja tersedia masakan yang enak di meja. Hingga akhirnya nenek itu memutuskan mencari tahu siapa yang menyiapkan masakan enak itu.

Nenek itu pura-pura pergi mencari ikan seperti setiap harinya dan sembunyi di dekat rumah. Setelah beberapa saat nenek keluar, si nenek terkejut melihat keong mas ditempayan itu berubah wujud menjadi gadis yang sangat cantik. Gadis itu pun memasak dan menyiapkan masakan tersebut dan menyajikannya di atas meja. Karena merasa penasaran, nenek itu pun memberanikan diri untuk masuk dan bertanya putri cantik itu.

“ Siapakah kamu ini wahai putri yang cantik ? dari mana asalmu? “, tanya si nenek pada putri.

“ Aku adalah seorang putri kerajaan Daha yang kutuk menjadi keong mas oleh penyihir utusan saudariku yang merasa iri kepadaku “. jawab keong mas pada nenek. Lalu berubah menjadi keong mas lagi.

Pangeran Inu pun mencari Candra Kirana dengan menyamar sebagai rakyat biasa. Penyihir itupun tak tinggal diam dan menyesatkan Raden Inu. Akhirnya ada seorang kakek yang meminta makan pada Raden Inu, dan ternyata kakek itu menolongnya dari muslihat penyesatan dari penyihir itu. Dan Raden Inu pun medapatkan petunjuk dari kakek itu.

Raden Inu pun pergi ke desa Dadapan mencari Candra Kirana. Hingga suatu saat ia melihat gubuk dan melihat Candra Kirana sedang memasak. Raden Inu pun terkejut dan sangat bahagia, seketika itu juga kutukan Candra Kirana menghilang.

Akhirnya, Raja meminta maaf dan menghukum Dewi Galuh karena perbuatan kejinya. Dewi Galuh pun melarikan diri ke hutan dan tak pernah kelihatan lagi. Akhirnya Raden Inu dan Putri Candra Kirana menikah dan hidup bahagia.

10. Cerita Rakyat Jawa Tengah : Roro Jonggrang

Roro Jonggrang
(Sumber: moondoggiesmusic.com)

Roro Jonggrang

Pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan sangat besar bernama Kerajaan Prambanan. Rakyat Kerajaan Prambanan hidup makmur dan damai di bawah kepemimpinan raja Prabu Baka. Sementara, pada wilayah lain ada satu kerajaan yang tidak kalah besar dari Kerajaan Prambanan, kerajaan itu adalah Kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut terkenal arogan dan selalu ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Kerajaan Pengging memiliki seorang kesatria sakti bernama Bondowoso.

Ia memiliki senjata yang sakti bernama Bandung, oleh karena itu ia terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Ia tidak hanya mempunyai senjata sakti, Bandung Bondowoso juga memiliki pasukan tentara ghaib. Bala tentara jin tersebut membantunya dalam menundukkan kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya.
Suatu Ketika, Raja Pengging memerintahkan Bandung Bondowoso menaklukkan Kerajaan Prambanan. Bandung Bondowoso memanggil seluruh bala tentara jinnya dan berangkat ke Kerajaan Prambanan untuk menyerang dan menaklukkannya.

Saat tiba di Kerajaan Prambanan, Bandung Bondowoso dan bala tentara jinnya langsung menyerbu ke dalam Kerajaan Prambanan. Raja Baka dan pasukannya kalang kabut karena tanpa adanya persiapan, dan perang ini membuat Prabu Baka kalah. Prabu Baka dan pasukannya pun tewas di tangan Bandung Bondowoso dan pasukan jinnya. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menaklukkan Kerajaan Prambanan dan mengambil alih kekuasaan.

Saat di Istana Prambanan, Bandung Bondowoso melihat seorang gadis dan ia terpincut saat melihat wanita yang sangat cantik jelita itu. Wanita tersebut adalah putri dari Prabu Baka yang bernama Roro Jonggrang, dan Bandung Bondowoso menaruh hati kepada Roro Jonggrang saat melihatnya. Bandung Bondowoso pun langsung menghampiri Roro Jonggrang dan melamarnya untuk dijadikan istrinya.

“ Wahai Roro Jonggrang, Aku sangat terpikat oleh kecantikanmu. Maukah engkau menjadi istri dan permaisuriku ? “ Tanya-nya.

Roro Jonggrang terdiam dan sangat kebingungan dengan perkataan Bandung Bondowoso. Ia sangat membeci Bandung Bondowoso yang sudah membunuh ayahnya yaitu Prabu Baka. Tetapi, Roro Jonggrang tidak berdaya dan takut menolak lamaran dari Bandung Bondowoso. Akhirnya, Roro Jonggrang menemukan ide dan menerima lamaran dari Bandung Bondowoso.

“Wahai Bandung Bondowoso, aku bersedia menerima lamaranmu. Tetapi, hanya jika engkau memenuhi syarat dariku” kata Roro Jonggrang.

“Baiklah Roro Jonggrang, katakanlah syarat apa yang harus aku penuhi agar engkau mau menerima lamaranku ?” Jawab Bandung Bondowoso.

“ Wahai Bandung Bondowoso yang sangat hebat. Aku ingin engkau membuat 1000 candi dan 2 sumur dalam satu malam.”

Bandung Bondowoso yang mendengar syarat dari Roro Jonggrang pun setuju karena ia merasa sangat mampu memenuhi syarat tersebut dengan pasukan jinnya.

Bandung Bondowoso pun memanggil para tentara ghaibnya untuk membuat 1000 candi tersebut di malam hari. Setelah Bandung Bondowoso memberikan perintah untuk membuat candi, para pasukan jinnya membuat candi tersebut dengan sangat cepat sekali.

Roro Jonggrang khawatir melihat pembangunan candi yang begitu cepat dan membuatnya gelisah. Ia memikirkan cara agar tidak jadi menikahi Bandung Bondowoso. Pada saat dua pertiga malam, hanya tersisa 3 buah candi saja maka Bandung Bondowoso bisa menikahi Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang mengumpulkan dayang istana dan memrintahkan untuk membantunya menggagalkan Bandung Bondowoso dengan membuat pasukan jinnya pergi yaitu dengan cara membuat suasana pagi hari. Para dayang pun menumbuk lesung dan membangunkan ayam.

Akhirnya pasukan jin Bandung Bondowoso pun pergi. Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso dan mengatakan dia gagal. Karena mengetahui siasat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso pun marah. Akhirnya dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca ke 1000 dari candi tersebut.

11. Cerita Rakyat Jawa Timur : Cindelaras

Cerita Rakyat Jawa Timur Cindelaras
(Sumber: www.vidio.com)

Cindelaras

Di Suatu masa, hidup seorang putra yang merupakan Raja Kerajaan Jenggala yang bernama Raden Putra. Raja Jenggala didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan juga mempunyai seorang selir yang cantik jelita. Namun, selir Raja Jenggala memiliki sifat iri dan dengki terhadap permaisuri Raja. Dan Ia pun merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri itu. Ia berpikir seharusnya dialah yang menjadi permaisuri, dan ia mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri agar ia bisa menjadi permaisuri Raja Jenggala.

Ia pun bekerjasama dengan tabib istana Jenggala dengan berpura pura keracunan. Dan tabib istana memfitnah bahwa yang meletakkan racun itu adalah permaisuri Raja. Raja Jenggala pun menjadi murka, dengan emosi ia mengusir dan membuang permaisuri ke hutan. Sang Raja juga memerintahkan diam-diam untuk membunuh permaisuri pada Patihnya.

Sang patih segera membawa permaisuri yang tengah mengandung itu ke hutan belantara sesuai perintah raja. Namun patih yang bijak itu tidak membunuhnya,  Sang patih ternyata sudah mengetahui niat jahat selir Raja. Dia berkata bahwa tuan putri tidak perlu khawatir, dia akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh ia bunuh dan merahasiakan bahwa permaisuri masih hidup. Sang Patih pun mengelabui raja dengan melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja merasa puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri di hutan dan memberikan pedangnya.

Setelah beberapa bulan, lahirlah anak sang permaisuri itu. Bayi itu diberi nama Cindelaras, dan tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas nan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan para binatang penghuni hutan belantara. Pada  Suatu hari Cindelaras sedang asyik bermain, ada seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam. Pikirnya, rajawali itu baik sekali karena sengaja memberikan telur itu kepadanya. Setelah beberapa minggu, telur itu pun menetas. Cindelaras memelihara anak ayam itu dengan kasih saying hingga anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang sangat kuat. Tetapi ada satu keanehan pada ayam itu, bunyi kokok ayam jantan berbeda dengan ayam lain “Kukuruyuuuk… Tuanku Cindelaras… omahenya ng tengah alas.. ghendeng e godong talas, ayah e Raden Putra…”

Cindelaras terkejut mendengar kokok ayamnya. Ia memperlihatkan pada ibunya, Lalu ibu Cindelaras menceritakan mengapa mereka sampai berada di tengah hutan. Mendengar cerita ibunya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membereskan kejahatan selir. Setelah di ijinkan ibnya, Cindelaras pergi ke istana dengan ditemani ayam jantannya. Ketika di perjalanan, banyak sekali orang yang mengajak bertanding sabung ayam. Cindelaras pun mengizinkan ayamnya untuk bertarung melawan ayam orang-orang dan selalu menang meski bertanding berkali-kali.

Raden Putra pun mendengar berita kehebatan ayam Cindelaras. Raden Putra menyuruh mengundang Cindelaras ke istana. Ia melihat Cindelaras yang tampan dan menyadari bahwa ia bukan dari kalangan rakyat jelata. Raden Putra ingin agar Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra. Namun syaratnya, jika ayam Cindelaras kalah, maka Cindelaras harus bersedia kepalanya dipancung. Dan jika ayamnya menang, maka setengah kekayaan Raden Putra akan diberikan pada Cindelaras.

Ayam Cindelaras pun dengan mudah mengalahkan ayam Raden Putra yang hebat itu. Raden putra pun menepati janjinya memberikan kekayaannya. Ia pun bertanya pada Cindelaras, Siapakah dia. Maka, cindelaras menyuruh ayamnya berkokok dan terdengar suara “Kukuruyuuuk… Tuanku Cindelaras… omahenya ng tengah alas.. ghendeng e godong talas, ayah e Raden Putra…”

Raden Putra terkejut, dan Cindelaras pun membenarkan hal itu dan berkata bahwa ia adalah anak Raden Putra dengan Permaisuri. Seketika itu, Patih menceritakan tentang kejahatan selir Raden Putra.

Seketika, Raden Putra memerintahkan membuang selir ke tengah hutan. Dan Memeluk erat Cindelaras dan menangis. Permaisuri pun di jemput ke istana dan mereka hidup bahagia.

12. Cerita Rakyat Jawa Barat : Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu
(Sumber: www.vidio.com)

Tangkuban Perahu

Pada zaman Dahulu kala hidup seorang puteri raja yang cantik jelita bernama Dayang Sumbi. Ia memiliki seorang anak laki laki bernama Sangkuriang yang sangat hebat dan berbakti pada ibunya dan suka pergi berburu untuk di masak ibunya. Setiap harinya, Sangkuriang selalu masuk keluar hutan untuk berburu dan ia selalu mendapatkan hasil buruan yang banyak untuk di bawa pulang.

Saat berburu, Sangkuriang selalu ditemani seekor anjing titisan dewa yang bernama Tumang, anjing itu adalah suami dari Dayang Sumbi dan merupakan ayah kandung dari Sangkuriang. Dayang Sumbi tidak memberitahu Sangkuriang bahwa ayah kandungnya adalah seekor anjing titisan dewa itu, karena tidak ingin Sangkuriang merasa malu maupun kecewa pada Dayang Sumbi.

Hingga Suatu hari, anjing itu ( Tumang ) yang merupakan ayahn Sangkuriang tidak patuh pada Sangkuriang dan membuatnya marah. Sehingga saat itu Tumang dipukul dengan kayu dan Anjing itu mati. Setelah itu ia merobek perut anjing itu dan mengambil bagian tubunya untuk di bawa pulang di berikan pada Dayang Sumbi untuk di masak dan dimakan.

Setelah mereka memakan hasil buruan, Dayang Sumbi mencari Tumang si anjing yang merupakan suaminya itu untuk di beri makan. Karena tidak kunjung ketemu, Dayang Sumbi bertanya pada Sangkuriang. Sangkuriang pun dengan enteng dan jujur menjawab bahwa ia membunuh Tumang. Karena Tumang tidak patuh padanya saat itu dan memberi tahu bahwa makanan yang di masak itu juga berasal dari bagian tubuh Tumang.

Dayang Sumbi sontak marah besar dan memukul kepala Sangkuriang dengan alat  masak dan meninggalkan bekas luka di kepalanya. Dayang Sumbi mengusir Sangkuriang dari rumahnya. Namun, Dayang Sumbi sangat menyesal telah mengusir anaknya hingga ia memutuskan untuk bersemedi berbulan-bulan dan mendapat anugerah awet muda dari Dewa.

Sangkuriang pun mengembara tidak menentu, berguru pada banyak orang sakti yang ia jumpa dan banyak menempuh perjalanan yang sulit hingga singgah di tempat yang berat. Setelah bertahun-tahun mengembara Sangkuriang menjadi dewasa dan tumbuh menjadi pria berwajah tampan dan berkesaktian tinggi. Ia kembali pulang ke desanya namun desanya sudah banyak berubah dan bahkan Sangkuriang tidak bisa mengenali desanya itu sendiri termasuk Dayang Sumbi yang adalah ibu kandungnya. Dayang Sumbi juga pasti tidak mengenali Sangkuriang yang kini sudah dewasa.

Di Desa itu, Sangkuriang dan Dayang Sumbi sering bertemu hingga jatuh Cinta. Sangkuriang pun melamar Dayang Sumbi dan Dayang Sumbi pun mau diajak menikah. Namun suatu ketika, Dayang Sumbi ketika memakaikan penutup kepala Sangkuriang yang terlepas, ia melihat bekas luka di kepala Sangkurian. Dayang Sumbi pun bertanya tentag luka itu dan Sangkuriang menjawab bahwa bekas itu karena di pukul oleh ibunya karena membunuh anjing setianya yaitu Tumang.

Dayang Sumbi pun kaget setelah mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya ia usir. Sehingga ia berniat membatalkan pernikahannya dan menceritakan bahwa ia adalah ibunya. Sangkuriang tidak percaya karena ia berpikir ibunya sekarang pasti sudah tua dan memaksa untuk tetap menikah. Akhirnya, Dayang Sumbi tetap menyetujui dan membuat syarat yang sangat sulit karena memang tidak berniat menikahi Sangkuriang yang merupakan anak kandungnya.

Syaratnya adalah ia meminta agar sungai Citarum di bendung menjadi danau dan ia meminta di buatkan perahu besar untuk bulan madu dengan hanya dalam semalam saja. Sangkuriang dengan segala kesaktiannya pun memanggil jin dan segera mengerjakan dengan cepat di malam hari.

Dayang Sumbi melihat Sangkuriang selesai membendung sungai Citarum dengan cepat dan hampir selesai membuat perahu besar, Dayang sumbi pun meminta bantuan warga untuk menggagalkan Sangkuriang dengan membuat suasana seperti di pagi hari dan membuat Sangkuriang merasa gagal memenuhi syaratnya.

Tetapi, Sangkuriang pun mengetahui bahwa hal itu adalah kecurangan Dayang Sumbi dan ia pun murka membuang sumbatan sungai Citarum dan ia melayangkan perahu yang sangat besar itu hingga ke udara dan jatuh telungkup. Dan perahu yang sangat besar itulah yang menjadi gunung Tangkuban Perahu.

13. Cerita Rakyat Jawa Tengah – Nyi Roro Kidul

Nyi Roro Kidul
(Sumber: taupedia.com)

Nyi Roro Kidul

Alkisah, pada zaman dahulu hiduplah seorang putri yang bernama Kandita, yaitu seorang putri berparas cantik dari Kerajaan Sunda Padjajaran. Ia adalah anak satu-satunya dari permaisuri dan raja bernama Munding Wangi yang sangat menyayangi putrinya itu.

Kendati sudah di anugerahi seorang putri berparas cantik, sang raja juga ingin memiliki seorang putra. Berselang beberapa hari kemudian ia berkenan menikahi seorang wanita bernama Dewi Mutiara, agar keinginannya untuk memiliki seorang anak laki-laki bisa terwujud.

Tak lama kemudian, sang istri Dewi Mutiara mengandung. Saat itu Dewi Mutiara selalu meminta sesuatu kepada sang raja dan permintaannya harus dituruti. Sang Raja selalu memanjakan Dewi Mutiara sampai ia melahirkan seorang anak laki-laki. Hal itu tentunya membuat Munding Wangi sangat senang. Namun walaupun sudah di anugerahi seorang putra, rasa sayang Munding Wangi kepada Kandita tidak sedikitpun berkurang. Dia tetap menyayangi Putri Kandita seperti biasanya.

Sampailah kepada hari dimana sang raja ingin menurunkan tahtanya kepada anak-anaknya itu. Dan ternyata Munding Wangi ingin Kandita menjadi penerus tahta di kerajaannya itu. mendengar kabar tersebut, sang istri Dewi Mutira sangat kesal dan marah. Karena ia ingin agar putranyalah yang menggantikan Munding Wangi menjadi Raja di Kerajaan Sunda Padjajaran. Karena ambisinya untuk menjadikan putranya sebagai pengganti sang raja, ia melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkan hal itu, dan nekat untuk mencelakai Putri Kandita.

Saat malam tiba, diam-diam Dewi Sinta menemui penyihir untuk menyuruhnya mencelakai Putri Kandita. Karena Dewi Mutiara memberi imbalan yang begitu banyak, penyihir itu menyetujui permintaannya. Putri Kandita yang sedang tidur malam itu tiba-tiba mencium angin yang berbau bangkai dengan sangat menyengat. Keesokan harinya, saat Putri Kandita terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah cermin. Ia terkejut, karena tubuhnya yang begitu mulus dulu berubah menjadi penuh luka yang busuk serta bau.

Mengetahui hal tersebut, raja sangat terpukul dan sedih. “Mengapa tubuh anakku menjadi seperti ini? Pasti ada seseorang yang ingin mencelakainya” ia mencoba berbagai macam cara untuk menyembuhkan penyakit putrinya itu. Setiap hari ia membawa semua tabib namun tetap saja penyakit putrinya tak kunjung sembuh.

Dewi Mutiarapun mengahsut sang raja, “Jika Putri Kandita tetap berada di kerajaan ini, dia akan membawa kesialan”. Raja yang sudah terpengaruh oleh kata-kata Dewi Mutiara, akhirnya menyetujui untuk mengeluarkan Putri Kandita dari Kerajaan Sunda Padjajaran karena takut anaknya itu membawa kesialan bagi seluruh penduduk dan terus menjadi omongan semua orang.

Akhirnya Putri Kandita keluar dari kerajaan Sunda Padjajaran sendirian. Perasaannya sangat sedih karena penyakit yang menimpanya tak kunjung sembuh. Ia terus berjalan meninggalkan kerajaan ayahnya. Hingga tujuh hari tujuh malam ia melakukan perjalanannya dan sampailah ia di Laut Selatan. Disitu ia mulai beristirahat sambil merenung memandangi lautan, “Kenapa aku bisa begini”. Tiba-tiba ia mendengar sesuatu yang menyuruhnya untuk menceburkan diri ke dalam laut.

Mendengar hal itu, ia mengikuti petunjuk lalu menceburkan tubuhnya dan membersihkan luka-luka dengan bau busuk itu. Saat tubuhnya terendam, Putri Kandita terkejut karena tubuhnya kembali seperti semula dan ia semakin cantik dari sebelumnya.

Sudah lama Putri Kandita menempati Laut Selatan, hingga ia mempunyai kekuasaan disana. Dari itu lah ia dikenal dengan nama Nyi Roro Kidul yang merupakan Ratu Laut Selatan dan terkenal sakti.

14. Cerita Rakyat NTB – Putri Mandalika

Cerita Rakyat NTB Putri Mandalika
(Sumber: kantormeme.blogspot.com)

Putri Mandalika

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan yang sangat makmur bernama Tunjung Bitu. Kerajaan yang dipimpin oleh raja bijaksana bernama Tanjung Beru yang hidup bersama permaisurinya bernama Dewi Seranting. Sikap bijaksana sang raja Tanjung Beru membuat para rakyatnya hidup dengan makmur, damai dan sejahtera. Bukan hanya itu saja, hasil bumi melimpah dan lumbung-lumbung terisi penuh sebagai cadangan makanan. Hingga rakyat-rakyatnya pun tak pernah mengeluh. Kerajaan ini berada di pantai selatan pulau Lombok, Nusa tenggara barat.

Baginda raja dengan permaisurinya dikaruniai seorang putri bernama Putri Mandalika. Saat sang putri beranjak dewasa, ia semakin terlihat sangat anggun dan cantik jelita mirip sekali dengan ibunya Dewi Seranting. Selain itu Putri Mandalika juga terkenal memiliki perilaku yang baik, lebut dan bijaksana seperti Ayahnya.

Hingga suatu ketika, keelokan dan keanggunan Putri Mandalika terdengar sampai kepada pangeran-pangeran yang berada di Lombok. Hingga banyak para pemuda dan para pangeran satu persatu pergi ke istana untuk menghadap sang raja bertujuan melamar Putri Mandalika. Namun ayahnya menyerahkan semua keputusannya kepada sang putri.

Tak lama kemudian, sang raja dan permaisurinya mengadakan rapat kecil bersama putrinya itu, “Mandalika.. Kami menyerahkan semuanya kepadamu” lalu ibunya menyela, “Mandalika.. Ibu akan merestui siapapun pemuda yang akan kau pilih”.

Putri Mandalika belum menjawab lamaran dari pemuda-pemuda itu. Hingga terjadilah keributan dan perdebatan diantara para pemuda-pemuda itu memperebutkan Putri Mandalika. Dengan saking lembut hatinya, ia tak ingin  jika memilih salah satu dari mereka lalu menyakiti hati yang lainnya. Iapun menolak lamaran mereka.

Karena hal itu, dua pangeran sangat murka mendengar mereka telah di tolak olehnya yaitu Pangeran Datu Taruna dan Pangeran Maliawang. Mereka mengirim para prajuritnya untuk mengancam Putri Mandalika dengan ancaman akan hancurnya keajaan Tonjang Beru bila Putri Mandalika menolak lamarannya.

Namun hal itu tidak menggoyahkan sang putri. Lalu dua pangeran itu mengirim Utusaning Allah, dan hal itu ampuh membuat kedua wajah pangeran itu muncul di mata Putri Mandalika secara bebarengan. Hingga membuat putri tak bisa makan dan tidur sampai akhirnya sang putri kurus kering. Memebuat seluruh rakyat Tonjang Beru disaput duka.

Ia takut jika memilih salah satu dari mereka akan menimbulkan kekacauan yang besar. Maka Putri Mandalika memutuskan untuk bersemedi menghadap sang kuasa. Lalu ia mendapatkan wangsit untuk mengundang semua pangeran agar berkumpul di pantai pada tanggal 20 bulan 10 menjelang pagi dan mereka harus membawa rakyatnya masing-masing.

Pada saat hari dimana akan ada pertemuan, pantai sudah di padati oleh para pangeran dan rakyat-rakyat dengan tidak sabar untuk menyaksikan siapa yang akan Putri Mandalika pilih untuk menjadi pasangannya. Tak lama kemudian, sesuai janjinya Putri Mandalika yang anggun dan cantik jelita hadir bersama ayah dan ibunya dengan di kawal oleh para prajurit di kanan, kiri, dan di belakangnya. Sungguh anggun sang putri dengan memakan pakaian indah dari kain sutera.

Sang putri pun berbicara dengan singkat untuk keputusannya, “Wahai ayahanda, Ibu dan seluruh pangeran dengan semua rakyat. Aku sudah memutuskan, bahwa aku adalah milik kalian semua. Aku tak bisa memilih salah satu diantara kalian”. Semua orang yang berada disana kebingungan dengan maksudnya. Tak lama kemudian, Putri Mandalika tiba-tiba menceburkan diri ke laut dan ditelan ombak.

Ibu dan ayahnya serta semua orang yang ada di pantai tak menduga Putri Mandalika akan melakukan hal itu. sejak saat itulah, pada tanggal 20 bulan 10 timbul ribuan Nyale atau cacing di pinggir pantai yang dipercaya sebagai utusan sang putri. Dan pantai itu dikenal sebagai pantai nyale.

15. Cerita Rakyat Jawa Barat : Jaka Tarub

Jaka Tarub
(Sumber: www.vidio.com)

Jaka Tarub

Jaka Tarub, legenda masyarakat yang sangat populer dari sastra Babad Tanah Jawi, Jawa Barat. Kisahnya melegenda karena dikisahkan pemuda bernama Jaka Tarub, bertemu dengan 7 Bidadari.

Jaka Tarub adalah seorang pemuda yang tampan, gagah dan memiliki kesaktian yang tinggi. Karena Jaka Tarub pada saat itu sudah dewasa, dia ingin sekali berumah tangga.

Dia sering terlihat berburu di gunung keramat dengan sumpit andalannya. Gunung tersebut terdapat telaga. Pada saat itu, Jaka Tarub bergegas ke hutan untuk berburu rusa, dan karena merasa kelelahan dia tidur di dekat sebuah batu.

Tak lama waktu berselang setelah dia tidur, Jaka Tarub mendengar suara perempuan yang bersuka ria dari arah telaga. Dan secara tidak sengaja dia melihat ada 7 perempuan yang sedang mandi di telaga gunung keramat tersebut.

Cantik tentu saja, karena yang dia lihat adalah 7 Bidadari yang turun dari kahyangan. Jaka tarub terus mengawasi, lalu dia menyadari ada beberapa selendang yang terletak di pinggir telaga. Karena dirinya terpikat oleh pesona bidadari, diambillah salah satu selendang tersebut.

Ketika 7 Bidadari tersebut sudah selesai mandi, yang terjadi adalah salah satu bidadari panik kebingungan karena kehilangan selendangnya, dia meminta temannya untuk mencarinya. Sampai pada akhirnya kahyangan memanggil seluruh bidadari untuk segera kembali.

Sayangnya, satu bidadari tak dapat kembali dan ditinggal pergi. Hari sudah senja, Bidadari tersebut sedih dan menangis karena takut tak bisa bertahan di dunia manusia.

Pada akhirnya tak dapat kembali, karena selendangnya hilang. Jaka Tarub yang mengawasi bidadari tersebut mulai mendekatinya, dan berpura pura menolongnya. Awalnya bidadari tersebut kaget dan tampak kebingungan.

Jaka Tarub menawarkan bantuan untuk dirinya agar bisa hidup di dunia manusia, dengan mengajaknya ke rumahnya. Nawang Wulan atau Dewi Nawang Wulan namanya, setelah Jaka Tarub bertanya.

Pada akhirnya Nawang Wulan menerima ajakan dari Jaka Tarub. Singkat cerita keduanya kemudian menikah. Dikaruniai seorang putri seorang putri yang bernama Nawangsih. Sebelum menikah, Jaka Tarub diberi amanat, agar tidak menanyakan kebiasaannya ketika menjadi istri. Apakah rahasianya?

Rahasianya adalah Nawang Wulan selalu menanak nasi dengan satu butir beras saja dalam penanak nasi, dan dapat menghasilkan nasi yang banyak. Karena penasaran, Jaka Tarub ingin tahu apa yang disembunyikan Nawang Wulan kepadanya.

Tanpa bertanya, dibukalah penanak nasi tersebut. Nawang Wulan yang melihat hal ini langsung marah, karena pada akhirnya kesaktiannya hilang. Dan pada akhirnya dia menjadi wanita umum pada biasanya.

Karena akibat kelakuan dari Jaka Tarub, persediaan beras di lumbung padi menjadi cepat habis. Semakin lama semakin berkurang, lalu pada suatu ketika, Nawang Wulan mengambil persediaan beras.

Dia melihat Selendang, lalu diambillah selendang tersebut. Ternyata, itu adalah selendang Nawang Wulan yang hilang, dan selama ini disimpan di lumbung padi. Dirinya merasa tertipu, dan marah kepada Jaka Tarub dan mengancam bahwa dirinya akan meninggalkan Jaka.

Jaka Tarub meminta maaf dan memohon kepada Nawang Wulan untuk tidak pergi meninggalkannya dan bayinya. Sayang, bujukan tidak berpengaruh karena tekad Nawang Wulan sudah bulat. Sebelum pergi dia menitip pesan untuk membuatkan dangau didekat rumah.

Pada waktu tertentu dia akan kembali ke bumi untuk menyusui bayinya, asal tidak boleh mendekat. Setelah itu dia pergi kembali ke kahyangan meninggalkan Jaka Tarub dan bayinya. Menyesal adalah apa yang Jaka Tarub rasakan setelah kejadian itu.

Nah, jadi itulah dia kumpulan cerita rakyat Nusantara yang telah kami sajikan dalam pembahasan terbaru kali ini. Jika kamu tertarik untuk membaca cerita pendek menarik lainnya, kamu bisa mengunjungi halaman Cerita Pendek kami untuk melihat informasi terupdate mengenai cerpen terbaru dari kami.

Demianlah pembahasan artikel ini kami buat. Semoga artikel bermanfaat untuk menambah wawasan kita semua dalam upaya melestarikan budaya cerita rakyat bangsa Indonesia. Dan terimakasih karena telah mengunjungi portal cerpen OKEYLAH.COM. Jika kamu merasa artikel menarik dan juga bermanfaat, silahkan beri rating terbaik mu dan share artikel ini. Terimakasih

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 4

No votes so far! Be the first to rate this post.

Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.
error: Content is protected !!