Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.

Kumpulan Cerita Dongeng Fabel | Cerita Pendek Fiksi Sebelum Tidur

17 min read

Cerita Dongeng Fabel
5
(3)

Kumpulan Cerita Dongeng Fabel

Cerita Dongeng Fabel – Membahas mengenai kebiasaan mendongeng yang saat ini mulai banyak ditinggalkan, terutama saat ini yang sudah tergantikan oleh teknologi seperti halnya film animasi untuk anak membuat kebiasaan mendongeng ini jarang dilakukan lagi oleh orang tua kepada anaknya.

Cerita dongeng fabel juga memiliki segudang manfaat untuk anak, seperti mendorong anak untuk berimajinasi yang akan membantu anak berpikir kreatif serta menambah pengetahuan. Selain itu membacakan cerita dongeng fabel sebelum tidur juga dapat mempererat hubungan anak dan orang tua.

Nah, karena membaca dongeng itu sangatlah bermanfaat. Kami telah menyediakan beberapa cerita dongeng fabel yang bisa kalian nikmati sebelum tidur. Berikut merupakan beberapa cerita dongeng fabel yang telah kami sediakan untuk kamu.

1. Cerita Dongeng Fabel – Si Kancil

Cerita Dongeng Fabel
(Sumber: www.macgamestore.com)

Si Kancil

Suatu hari di sebuah hutan hiduplah dua ekor kancil, mereka bernama kanca dan manggun. Mereka berdua adalah saudara. Walaupun mereka berdua bersaudara, namun sifat mereka sangatlah berbeda. Kanca baik hati dan rajin, sedangkan manggun pemalas dan suka manjahili teman-temannya.

Pada suatu hari manggun kelaparan, tetapi ia malas untuk mencari makan. Akhirnya ia mencuri makanan kanca. Kancapun bertanya kepada manggun, “Kemana makananku manggun?” manggun malah menjawab bahwa makanannya telah dicuri tikus. “Ahh.. mana mungkin dicuri tikus..” kata kanca tidak percaya, “iyaaa masa sama kakakmu ini kau tidak percaya?” jawab manggun meyakinkannya.

Mulanya kanca tidak percaya dengan perkataan kakaknya itu, namun setelah manggun mengatakannya berkali-kali ia pun percaya. Lalu kanca memanggil tikus kerumahnya, “Tikus.. apakah kamu mencuri makananku” tanya kanca kepada tikus. “hah?… mencuri?

Berfikir untuk mencuri saja aku belum pernah” jawab tikus dengan bingung. “ahh kamu ini hanya membela diri saja” lalu manggun menyela perdebatan mereka “Sudahlah kanca, ia pasti berbohong”.

“Ahh sudahlah tikus.. sebagai gantinya ambilkan aku makanan di seberang sana. Tadi aku mengambil makanan disana” kata kanca mengakhiri perdebatan itu.

Tikus menaiki perahu kecil untuk menyeberangi sungai. Sebenarnya tikus tahu bahwa manggun yang mencuri makanannya.

Sementara itu di seberang sungai lainnya manggun mencoba untuk memasang perangkap tikus. Ketika tikus hampir sampai di seberang sungai, ia melihat perangkap dan ia tahu bahwa perangkap itu dipasang oleh manggun.

Tiba-tiba tikus mendapat ide dengan berpura-pura tenggelam ke dalam sungai. “Ahhh.. manggun tolong aku” tikus berteriak dan manggun yang mendengar hal itu segera menolong tikus.

Tikus meminta manggun mengantarnya ke seberang sungai. Manggun tidak bisa berkata apa-apa dan ia mengantar tikus ke seberang sungai. Lalu tikus meminta manggun mengambil makanan.

Karena manggun tidak hati-hati kakinya terperangkap di perangkap tikus yang ia pasang tadi. Menggun menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi.

2. Cerita Dongeng Fabel – Putri Duyung

Cerita Dongeng Fabel
(Sumber: id.aliexpress.com)

Putri Duyung

Pada suatu hari di laut biru yang paling dalam yang tak diketahui manusia, jauh kedalam dimana cahayapun tidak dapat menembusnya. Di sebuah kerajaan terdapat manusia laut yang hidup damai dengan semua mahluk yang hidup di dalamnya. kerajaan yang dipimpin oleh raja lautan yang mengatur segala sesuatunya di lautan. ia hidup dengan enam anak perempuannya dan ibunya.

Sang raja laut sangat menyayangi anak-anaknya. Ketakutan terbesarnya adalah suatu hari nanti putri-putrinya disakiti oleh manusia yang hidup di atas laut. Itulah mengapa raja laut sangat melarang putri-putrinya berenang ke permukaan laut sebelum mereka diberi izin.

“Manusia yang hidup di atas lautan itu jahat” kata sang raja laut menceritakan kepada putri-putrinya. “Mengapa manusia di daratan itu jahat Ayah?” tanya Ariel si putri kecil di kerajaan itu. Sang raja lautpun menjawab “karena manusia hanya mencemari lautan dan membunuh semua kehidupan di laut”.

Ariel ingin tahu kehidupan di darat khususnya manusia, tapi ia baru bisa keluar dari gerbang kerajaan setelah ia di mahkotai dan tumbuh besar seperti kakak-kakaknya. Kisah yang diceritakan kakak-kakaknya belum cukup. Neneknya selalu memperingati Aril tentang bahayanya manusia di daratan.

Ariel memandangi kakak-kakaknya ketika mereka mulai berenang menjauh. Ia berencana untuk keluar dari gerbang kerajaan dengan mengajak temannya lumba-lumba dan menemui Himrom sang paus. Karena himrom bisa keluar dari gerbang kerajaan kapanpun ia mau.

Ariel menceritakan semua rencananya kepada Himrom. Himrom awalnya tidak setuju dengan rencana Ariel karena ia takut kepada raja, tapi ia merasa kasihan kepada Ariel dan akhirnya Himrom memutuskan untuk menolong Ariel berenang sampai ke dasar laut.

Himrom dan lumba-lumba akhirnya tiba di gerbang kerajaan. Ketika para penjaga gerbang kerajaan melihat Himrom mereka segera membuka gerbang kerajaan, akhirnya Himrom dan lumba-lumba temannya itu pun keluar dari gerbang kerajaan dengan mudah. Lalu Himrom membuka mulut raksasanya dan membebaskan putri duyung Ariel.

Ariel si putri duyung berenang ke dasar laut dengan bantuan Himrom. Ia merasakan angin, langit biru dan melihat dasar laut untuk pertama kalinya “Menakjubkan”. Kemudian Ariel mendengar suara musik yang berasal dari kapal yang tak jauh dari tempatnya dan itu juga pertama kalinya ia melihat kapal.

“Itu kapal kan? Ayo kita pergi kesana” Ariel mengajak temannya si lumba-lumba untuk pergi ke kapal, si lumba-lumba memperingatkan agak jangan pergi. Tapi Ariel sudah pergi berenang menuju kapal.

Kapal itu milik raja yang mengadakan pesta untuk putranya. Raja sangat ingin putranya segera menikah, itu mengapa Raja mengundang semua Putri ke acara pesta itu. “Ia seorang pangeran” ucap Ariel ketika melihat putra raja “Tapi ia seorang manusia” lumba-lumba terus mengingatkan.

Ariel bernyanyi dengan suara indahnya ketika pangeran memainkan Flutenya. Lalu pangeran menyadari suara merdu Ariel “Hati-hati Ariel..! nanti mereka melihatmu” kata temannya si lumba-lumba. Lumba-lumba dan putri duyungpun kembali melompat ke lautan.

Sementara itu, penyihir laut melihat semua itu dengan menggunakan bola kristalnya. “Akhirnya waktunya tiba juga. Putri dari raja laut dengan manusia…. biarlah badai mengamuk, angin berhembus dan petir menerjang semuanya…” dengan kutukan dari penyihir, ombak raksasapun tiba-tiba muncul.

Karena kapal milik raja tak kuat menahan ombak itu hingga terseret ke arah batu karang. Ariel sangat khawatir “kapalnya akan tenggelam. Kita harus menolongnya” Ariel berenang ke dalam laut mengejar kapal itu dan menemukan flute pangeran, lalu ia melihat pangeran tak sadarkan diri dan perlahan mulai tenggelam.

Ariel segera menyelamatkan pangeran dan membawanya ke daratan. “Bangunlah pangeran.. ku mohon bangunlah” pangeran perlahan mulai sasarkan diri dan membuka matanya “Syukurlah kau masih hidup” kata Ariel dengan senang. Arielpun sadar kalau ia ada dimana, lalu ia segera kembali melompat ke lautan dan meninggalkan pangeran.

Seorang pengawal pangeran tiba di dekatnya “Seorang gadis menolongku. Sepertinya aku mengenal suaranya aku pernah mendengarnya.. itu adalah suara yang paling indah” kata sang pangeran memberitahu pengawalnya.

Sang raja laut melihat Flute milik pangeran yang ada di tangan Ariel, ia segera menyadari bahwa itu buatan manusia “Kita memiliki aturan, dan aku harap agar semuanya mematuhinya. Khususnya anak-anakku. Apa benar kau telah menyelamatkan manusia?” Tanya sang raja laut kepada Ariel

“Aku harus menolongnya ayah.. jika tidak dia akan mati” jawab putrinya itu. “Cukup..! manusia itu hanya membawa kejahatan. Hubungan dunia laut dan manusia itu sangat dilarang” raja lautpun sangat marah kepada Ariel dan melangkah keluar.

Tapi Ariel tak mau menyerah, iapun pergi ke penyihir laut untuk meminta bantuan. Penyihir itu setuju untuk membantu Ariel tapi ada balasannya. “Akan ku buatkan ramuan yang membuatmu menjadi manusia. Kau bisa berjalan dan menari dengan kedua kakimu. Tapi balasannya aku akan ambil suara indahmu” itu adalah hal yang berharga bagi Ariel.

Tapi tak ada pilihan lain, Ariel pun menyetujui hal itu untuk bisa menemui pangeran lagi. “kau harus membuat pangeran mencintaimu dalam tiga hari.. jika tidak maka kau tidak akan bertemu pangeran selamanya.” Arielpun meminum ramuan itu dan ekornya perlahan-lahan menghilang.

Pangeran melihat wanita cantik yang berlari ke arahnya “kau.. apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Ariel mengangguk “Ya kita pernah bertemu” Ariel tak bisa bicara, ia menyerahkan Flute milik pangeran dan pangeran memainkan melodi yang ia mainkan ketika di kapal.

“Aku pernah melihatmu saat di kapal lalu kau bernyanyi dengan suara indahmu. Saat itu juga kau menolongku agar tidak tenggelam.. aku sudah lama mencarimu”.

Namun, seorang wanita yang dikenal pangeran itu adalah putri duyung dengan suara yang indah. Ariel mencoba bicara, tapi ia tidak punya suara. Pangeran mengira bahwa ia bukanlah wanita yang menolongnya dulu. Tapi ia kasihan dan membawa Ariel ke istana.

Raja memerintahkan untuk mempersiapkan upacara pernikahan pangeran dengan seorang putri yang hadir di pesta dulu. Ariel tak bisa berbuat apa-apa, tak mungkin ia bisa meyakinkan pangeran tanpa suaranya.

Ia ingat peringatan si penyihir. Dua hari berjalan sangat cepat, akhirnya tiba di hari ketiga. Pada hari ini pangeran akan menikah, Ariel tetap tak bisa menjelaskan bahwa ia adalah putri duyung yang dicari pangeran.

Ariel sangat sedih, tapi tiba-tiba kakak-kakaknya bersama neneknya pergi ke dasar lautan untuk membantunya “Cucuku sayang… kami datang untuk mematahkan kutukan penyihir”.

Dan Ayahnya si raja laut muncul dari Air, hatinya tak kuasa melihat kesedihan putrinya dan menyadari bahwa tidak ada yang bisa menghalangi cinta sejati.

“Putriku sayang… yang aku inginkan di dunia ini hanyalah kebahagiaanmu. Pergilah kepadanya” Ariel sangat senang karena suaranya sudah kembali. “Suaraku kembali… terimakasih aku sangat mencintai kalian”.

Dengan bantuan Hinrom, Ariel menuju ke kapal pangeran. Saat pangeran dan putri mendekati altar, pangeran tiba-tiba berhenti karena ia mendengar suara indah putri duyung. Saat ia melihat Ariel datang kepadanya, iapun segera melompat ke laut.

“Aku tahu itu kau…” dengan bantuan keluarga dan teman-temannya Ariel bersatu lagi dengan pangeran. Ariel dan pangeran hidup bahagia, menebarkan kedamaian, persahabatan antara dunia laut dan daratan.

3. Cerita Dongeng Fabel – Kuda dan Keledai

Cerita Dongeng Fabel
(Sumber: www.youtube.com)

Kuda dan Keledai

Dahulu kala, Dahulu kala, ada kerajaan dimana sang panglima raja memelihara keledai dan kuda. Ia menunggangi kudanya untuk perang, sedangkan keledainya untuk mengangkut barang-barang bawaannya.“Hari ini adalah hari yang sangat panjang dan aku sangatlah lelah” kata sang kuda.

“Lelah apanya. Hari ini akulah yang membawa banyak beban, kau hanya membawa tuan kita” jawab si keledai yang berada di samping sang kuda.

Sang Raja selalu memperhatikan kudanya setiap hari, tetapi tidak memperhatikan si keledai miliknya. Ia selalu memberikan makanan enak seperti biji-bijian dan rumput hijau untuk kudanya dan membangunkan kandang yang bagus agar kudanya tetap bersih, si kuda juga tak pernah disuruh bekerja.

Sedangkan si keledai hanya memakan jerami dan diikat di luar ruang terbuka yang sempit, kotor serta tak pernah dibersihkan dan ia juga mengangkut beban banyak sampai terhuyung-huyung setiap hari.

Karena sang panglima raja itu sangat perhatian kepada si kuda, iapun merasa bangga dan sombong. Saat itu si keledai berjalan menuju kandangnya karena lelah bekerja mengangkut beban milik tuannya dan menarik gerobak.

Sang kuda yang sedang melihat keledai kelelahan itu menyampirinya “Hei keledai, hidupmu hanyalah membawa beban barang-barang, kau akan begitu selamanya” kata kuda dengan sombongnya. Namun si keledai tidak meghiraukan kata-kata kuda tersebut, meski kuda itu terus mengejeknya.

“Jika hidupku dibandingkan dengan hidupmu, akulah yang paling banyak bekerja daripada kamu. Karena itu, panglima raja menjagaku seperti anaknya sendiri dan bahkan ia tak pernah peduli denganmu”. Keledai begitu lelah mendengar ejekan kuda itu, ia hanya bisa terus diam.

Hari berikutnya seperti biasanya ketika keledai pergi ke kandangnya untuk beristirahat, kuda sudah menunggu untuk mengejeknya lagi, “hari ini aku akan pergi ke arena olahraga raja bersama tuan panglima. Lalu hari ini apa yang kau lakukan?”

Keledai menjawab, “Hari ini aku pergi ke hutan dan membawa kayu-kayu” si kuda pun mentertawakan keleda, “lihatlah.. perbedaan kau dan aku.. aku lebih hebat darimu”. Keledai muak dengan penghinaan kuda, namun ia tetap diam.

Setelah beberapa hari, semua kerajaan tetangga berdamai dengan kerajaan itu. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk berperang. Karena itu, panglima pun jarang menunggangi kuda dan jarang memberi perhatian lagi kepadanya.

Akibatnya, karena ia berhenti menunggangi kudanya untuk berperang dan mulai menggunakannya untuk membawa bungkusan perbekalan yang banyak.

Karena kuda itu tidak terbiasa membawa barang-barang bawaan seperti itu, ia pun lengah dengan berjalan perlahan sampai menjatuhkan satu persatu barang bawaanya. Melihat hal itu, panglima raja sangat marah kepada sang kuda.

“Tak bisakah kau membawa barang ini dengan benar?” sepanjang jalan panglima memarahi kuda dan membawanya kembali masuk ke kandang.

Kuda itu kembali masuk ke kandang dan bertemu dengan keledai, “Apakah sekarang kamu sudah merasakan seperti apa pekerjaan yang sudah aku lakukan dari dulu?.. sulit sekali kan”. Menyadari perkataan keledai iapun menyadari bahwa ia salah telah bersikap sombong dan menertawakan keledai.

Sang kuda itupun meminta maaf kepada sang keledai, “Maafkanlah aku wahai keledai, aku tidak menyadari betapa keras dan sulitnya kamu bekerja. Aku begitu sombong dan sering mengejekmu. Apa yang sudah aku lakukan itu adalah kesalahan besar”.

4. Cerita Dongeng Fabel – Kancil dan Buaya

Cerita Dongeng Fabel
(Sumber: www.sesawi.net)

Kancil dan Buaya

Suatu hari, di sebuah hutan belantara yang luas ada seekor kancil yang sangat pintar, ia juga sangat ramah. Dan ketika hewan-hewan di hutan memiliki masalah, kancil akan senang hati membantu memecahkan masalahnya. Semua hewan di hutan itu merasa sangat senang dengan kancil.

Ketika sedang berjalan-jalan mengelilingi hutan, tiba-tiba langkahnya terhenti karena seperti mendengar sesuatu. Ternyata ada anak ayam yang terperosok masuk ge lubang.

Mereka tak bisa keluar karena lubang itu terlalu tinggi untuk mereka. Kancilpun berkata, “Tenanglah… aku akan membantu mengeluarkan kalian adik-adik kecil”.

Si kancil melompat kedalam lubang itu untuk membantu mereka, “Naiklah ke punggungku, kita akan keluar dari lubang ini”. Dengan mudahkan kancil mengeluarkan mereka dari lubang lalu mengantar anak ayam itu ke induknya.

Tak lama kemudian, kancil melihat induk ayam mereka, “Hai induk ayam, sepertinya kau mencari anakmu. Mereka tadi terperosok ke dalam lubang, lalu aku membantunya keluar”.

Induk ayam itu sangat senang melihat anak-anaknya, “Ohhh… anak-anakku. Terimakasih kancil telah mengembalikan anak-anakku”. Si kancil tersenyum, “Sama-sama, sampai jumpa…”.

Kancilpun melanjutkan perjalanannya dan mulai merasa lapar. Ia memakan daun-daun hijau yang segar, “Daun-daun ini sepertinya belum cukup membuatku merasa kenyang”. Kancil kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan lain yang lebih segar.

Karena hari semakin terik ia merasa haus dan berhenti di tepi sungai untuk melepas dahaga, “ahhhhh… segarnya air sungai ini, aku sudah tidak haus lagi.

Selesai minum kancil melihat sesuatu yang menarik, ada kebun timun yang segar. Namun sayangnya, kebun timun itu ada di seberang sungai dan arus sungai itu begitu deras. Ia tak berani menyeberangi sungai itu. Lalu kancil berfikir bagaimana caranya ia bisa menyeberangi sungai, tiba-tiba ia memiliki ide.

Si kancilpun berteriak “Buaya…. buayaa… Hei bangun!” si kancil membangunkan salah satu buaya yang sedang tidur itu, “Ada apa kau membangunkan aku yang sedang tidur, apa kau mau menjadi santapanku kancil?” buaya itu marah karena kancil membangunkan ia yang sedang tidur.

“Hei… hei… tenanglah. Aku membawa berita baik. Aku membawa hadiah daging yang segar dari raja. Maka dari itu aku akan menghitung kalian, berjajarlah sepanjang sungai agar aku mudah menghitungnya” ucap kancil yang sedang merencanakan sesuatu itu.

“Benarkah?… kalau begitu aku akan memanggil teman-temanku yang lainnya”, akhirnya buaya itu mencebur ke sungai untuk memanggil teman-temannya.

“Teman-teman aku punya kabar bagus, kita akan mendapatkan daging segar” kata si buaya itu memberitahu teman-temannya. “Benarkah?” tanya salah satu teman dari buaya itu. “Benar, kancil yang memberitahuku.

Kita hanya perlu berjejer sepanjang sungai agar kancil dapat dengan mudah menghitung daging yang akan diberikan kepada kita” semua buaya pun berkumpul dan mulai berjejer sepanjang sungai hingga membentuk sebuah jembatan. Inilah yang diharapkan oleh kancil.

“Nah… bersiap-siaplah buaya, aku akan menghitung kalian” lalu kancil mulai melompati buaya-buaya itu satu persatu sambil berpura-pura menghitung mereka. Setalah selesai melompati buaya yang terakhir, kancilpun melompat ke tepi sungai.

“Terimakasih buaya, berkat kalian aku bisa menyeberangi sungai ini” kata si kancil sambil tertawa, setelah itu iapun berlari kencang meninggalkan para buaya. “Hah? Menyeberang?… apa maksud kancil itu? apakah dia hanya menipu kita?” buaya-buaya itupun kesal kaena merasa tertipu oleh kancil.

Sementara itu, kancil berhasil menjauh dari para buaya dan kini ia sedang menikmati Timun yang segar itu.

5. Cerita Dongeng Fabel – Ikan dan Burung

Cerita Dongeng Fabel
(Sumber: www.youtube.com)

Ikan dan Burung

Pada suatu hari, hiduplah seekor ikan di kolam yang jernih dan luas. Terlihat ikan itu sedang bersantai dan ia sambil memandangi biji-bijian yang ada di atas dahan pohon dekat kolam itu. Biji-bijian itu terlihat sangat lezat, “Hmmm… sepertinya biji-bijian itu sangatlah enak” lalu ikan itu mencoba melompat dengan setinggi-tingginya untuk mencapai biji-bijian itu.

Berkali-kali ia mencoba melompat, tetapi ia tetap tidak bisa mencoba menggapainya. Ia hanya bisa memandagi biji-bijian dari atas kolam.

Lalu tiba-tiba pandangan ikan beralih kepada seekor burung yang sedang terbang di langit, “Oh Tuhan… mengapa engkau tidak memberiku sayap agar aku bisa terbang dan bisa mengambil biji-bijian itu”.

Setelah berterbangan sang burungpun hinggap di salah satu pohon untuk beristirahat. Burung itu mengamati kolam yang ada di bawahnya, lalu ia melihat di kolam itu banyak sekali cacing-cacing.

“Andaikan aku punya sirip dan ekor pasti aku bisa mengambil cacing-cacing itu” sang burung pun mencoba menyelam ke dasar kolam. Tetapi ia gagal karena ia tak bisa berenang dan tak bisa bernafas di dalam air.

Ikan yang sedang melihat burung itupun bertanya, “Hei burung.. apakah kau menginginkan cacing-cacing itu? aku bisa mengambilkannya untukmu..!”

Burung begitu senang karena ikan itu mau membantunya untuk mengambil cacing-cacing itu. “Benarkah ikan? Kamu baik sekali mau menolongku” ucap si burung.

“Tentu saja aku akan menolongmu burung, tapi ada syaratnya… kau juga harus membantuku mengambil biji-bijian yang ada di atas pohon itu untukku.. bagaimana?”

Sang burungpun menyetujui apa yang dikatakan oleh ikan, “Wahh.. idemu sangat bagus ikan, baiklah aku akan mengambilkan biji-bijian itu untukmu. Dan kamu mengambilkanku cacing itu, kita harus saling membantu”.

Sejak saat itu, ikan dan burung saling membantu. Ikan selalu mengambil cacing-cacing untuk diberikan kepada burung dan burung juga selalu mengambil biji-bijian untuk diberikan kepada ikan. Mereka hidup bersahabat dan hidup rujun selamanya.

6. Cerita Dongeng Fabel – Keong Mas

Cerita Dongeng Fabel

Keong Mas

Dikisahkan dikerajaan daha yang dipimpin oleh raja yang bijaksana bernama Raja Kertamerta. Raja memiliki dua orang puteri yang cantik-cantik, puteri pertamanya bernama Dewi Galuh sedangkan puteri keduanya adalah Candra Kirana. Beda dengan Dewi Galuh, Candra Kirana sudah mempunyai tunangan. Sang calon suami adalah putera dari kahuripan yang bernama Raden Inu Kertapatih.

Suatu hari ia berkunjung ke Kerajaan Daha, “Selamat pagi Raja Kertamerta” sapa sang pangeran kepada raja. “Ohhh… Raden Inu calon anakku.. ha.. ha.. haa.. kemarilah nak, mari masuk.

Ohh.. disana rupanya calon isterimu Candra Kirana, ia sedang bersama Dewi Galuh” Raja Kertamerta mengajak Raden Inu untuk menemui calon isterinya itu.

“Selamat pagi Candra Kirana… selamat pagi Dewi Galuh” sapa Raden Inu kepada kakak beradik itu. “Selamat pagi Raden Inu” Candra Kira menyapanya juga. Namun Dewi galuh beranjak pergi meninggalkan mereka “Huhhh…!!! aku mau ke kamar aja” dengan wajahnya yang sangat kesal.

“Huhh..!!! kenapa.! Kenapa selalu Candra Kirana yang memperoleh keuntungan.. aku akan menyingkirkan engkau Candra Kirana”. Rasa dengki Dewi Galuh terhadap Candra Kirana membuat ia gelap mata.

Saat malam tiba, iapergi ke tempat nenek sihir untuk membantunya menyingkirkan Candra Kirana. “Apa yang membuat puteri kerajaan datang kemari malam-malam begini?” tanya sang nenek sihir yang melihat Dewi Galuh datang ke tempatnya itu.

“Aku punya permintaan, bantu aku melenyapkan Candra Kirana.. maka kau akan kuberi emas sebanyak yang kau mau”. Nenek sihir itu menyetujui permintaan Dewi Galuh, ia mau bekerjasama dengan Dewi Galuh dengan imbalan sejumlah emas.

Esok harinya saat Candra Kirana bersantai di taman Dewi Galuh memanggilnya. “Hei Candra Kirana” Candra Kirana menoleh ke arahnya, “Oh hai kak.. lihatlah bunga itu yang kita tanam bersama dulu”.

Tiba-tiba muncul nenek sihir di dekat Dewi Galuh, “Hah.. siapa nenek itu kak?”. Nenek sihir itupun mengutuk Candra Kirana, “Kukutuk kau menjadi seekor keong” tiba-tiba tubuh candra Kirana diliputi asap tebal.

Ketika asap itu menghilang Candra Kirana sudah berubah menjadi seekor keong mas. Kakaknya yang licik itupun tertawa melihat adiknya berubah menjadi keong “Ha.. ha.. ha.. kutukan ini akan hilang jika kau bertemu dengan tunanganmu. Sebelum itu terjadi akan ku enyahkan kau dan aku akan menceritakan kepada ayah bahwa kau telah menghilang”.

“Mengapa kakak begitu jahat kepadaku?” Candra Kirana yang telah berubah menjadi keong mas terbawa arus sungai menjauhi Kerajaan Daha “kemana arus sungai ini akan membawaku…” ucap Candra Kirana sambil menangis.

Tiba-tiba ada sebuah jaring yang menghantam tubuhnya saat itu, “Wahhh… keong berwarna emas… belum pernah aku melihat keong seperti ini”. Ternyata jaring tersebut milih seorang nenek tua yang sedang mencari ikan di sungai. Sang nenek membawa keong mas itu pulang ke rumahnya.

Tanpa sepengetahuan sang nenek, ketika di pagi hari keong mas itu berubah menjadi wujud manusia kembali hingga di siang hari. Sang nenek pulang kerumah untuk menyiapkan makanan.

Betapa terkejutnya dia karena di meja sudah terhampar makanan yang enak-enak, “Siapakah yang memasak semua ini? Siapa yang menyiapkannya untukku?”.

Penasaran sang nenek pun pulang lebih awal dari biasanya keesokan harinya. Iapun diam-diam memasuki dapur, terdengar seseorang sedang memasak. Sang nenek terkejut, terlihat gadis “cantik sedang memasak di dapurnya.

“Siapakah engkau wahai gadis cantik” tanya sang nenek kepada gadis itu, Candra kiranapun menceritakan semuanya kepada sang nenek. Ia juga menceritakan kalau kutukannya akan menghilang sepenuhnya ketika bertemu dengan tunangannya Raden Inu.

Sedangkan di Kerajaan Daha, Raden Inu berencana untuk mencari tunangannya itu. ia berpura-pura menjadi seorang rakyat jelata, “Tenanglah raja.. akan aku cari Candra Kirana ke seluruh pelosok negeri sampai ketemu”.

Mendengar Raden Inu mencari Candra Kirana, Dewi Galuh memberitahu hal tersebut kepada nenek sihir. Lalu sang nenek sihir berubah menjadi gagak hitam untuk pergi mencari Raden Inu.

Raden Inu yang dalam perjalanan mencari tunangannya itu, tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya burung gagak yang bisa berbiara. “Ke kiri.. ikuti aku” kata sang gagak mencoba menipu Raden Inu. “Hah.. Burung itu bisa berbicara? Mungkin burung itu bisa menjadi petunjuk untuk menemukan Candra Kirana”. Raden Inu pun mengejar gagak tersebut.

Ketika diperjalanan, langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat kakek tua, ia terlihat lemas. “Kek… apakah kau baik-baik saja? Kau terlihat begitu pucat.”

Kata Raden Inu yang khawatir melihat Kakek itu. “Aku sudah tidak makan berhari-hari anak muda” mendengar hal itu, raden inu segera memberi kakek itu makan dengan sebagian bekalnya.

Sembari menunggu kakek itu makan, Raden Inu menceritakan semuanya kepada sang kakek. Raden Inu juga menceritakan bahwa ia sedang mengikuti gagak yang bisa berbicara tersebut.

Tanpa diduga sang kakek mengayunkan tongkatnya kepada sang gagak dan gagak itupun berubah menjadi nenek sihir lagi, ternyata sang kakek itu adalah orang yang sakti.

Ia memberitahu Raden Inu bahwa gagak itu adalah jelmaan dari nenek sihir yang jahat dan memberitahunya untuk mencari Candra Kirana di Desa Dadapan.

Sesampainya di Desa Dadapan, Raden Inu berhenti sejenak disebuah pondok untuk meminta air minum. Ketika hendak meminta air minum, betapa terjutnya ia yang ternyata ia berhenti dirumah sang nenek yang merawat keong mas.

Candra Kirana dan sang nenek nampak kaget sekaligus senang melihat sosok Raden Inu. Pertemuan mereka membuat semua kutukan itu hilang.

Mereka kembali ke Kerajaan Daha, Candra Kirana menceritakan semuanya kepada sang ayah. Takut mendapat hukuman, Dewi Galuh segera melarikan diri dari kerajaan Daha dan tak pernah kembali lagi.

Akhir cerita Candra Kirana dan Raden Inu hidup bahagia bersama, dan sang nenek yang merawat Candra Kirana ikut dibawanya ke istana.

7. Cerita Dongeng Fabel – Kelinci dan Kura-Kura

Cerita Dongeng Fabel
(Sumber: lifestyle.kontan.co.id)

Kelinci dan Kura-Kura

Dahulu kala, disebuah hutan dimana semua hewan berteman dengan baik. Namun, suatu ketika muncul kehebohan serta suara yang berisik. Ternyata suara yang berisik itu berasal dari suara langkah dari seekor kelinci. Hampir setiap hari kelinci itu berlari mengelilingi hutan.

Semua hewan di hutan telah di tantangnya, namun tidak ada satupun yang mengalahkan kecepatannya itu. Karena selalu menang, si kancil pun berubah menjadi sangat sombong ia merasa paling cepat dan pintar di hutan itu.

Pada keesokan harinya, kelinci mengumpulkan semua hewan di hutan itu dan membuat pengumuman, “Aku akan memberikan sebuah kancing emas bagi siapapun yang bisa mengalahkanku berlari hingga ke unjung tenaga”.

Jawaban semua hewan sudah dapat di duga, “ha.. ha.. ha.. ternyata penakut semua, aku memanglah yang terhebat di hutan ini”. Tiba-tiba, “Aku akan menerima tantanganmu kelinci” kura-kura itu menerima tantangan kelinci yang sombong itu.

“hahaa.. tak kusangka kura-kura berani melawan raja lari ini.. baiklah!!! Persiapkan kekalahanmu besok pagi kura-kura”.

Hari perlombaan yang telah ditentukan akhirnya pun tiba. Semua hewan sudah berkumpul untuk menonton pertandingan lari antara si kelinci dan kura-kura. Bendera dimulainya pertandingan sudah diangkat oleh monyet,

“Bersedia…. Siapp… Mulaii..” Seketika kelinci berlari melesat meninggalkan kura-kura yang berlari pelan. “Selamat tingga.. lamban.. ha.. ha.. ha” Kura-kura terus berlari sambil tersenyum dan tidak menanggapi ejekan kelinci.

Dalam sekejap kelinci hampir sampai di garis finish, “Hah… lamban sekali kura-kura itu. pasti sangat menyenangkan jika kemenanganku dilihat oleh banyak penonton.

Kura-kura juga harus melihatnya, tapi dia sangat jauh di belakang. Aku tunggu disini saja lah dulu”. Sembari menunggu kedatangan di kura-kura, kelinci berteduh di bawah pohon dan akhirnya ia tertidur.

Angin yang berhembus membuatnya semakin lelap tertidur, tanpa ia sadari kura-kura sudah hampir sampai di garis finish. Kura-kura terlihat sangat lelah tetapi ia tetap semangat untuk menyelesaikan perlombaan ini, semua memberi semangat kepadanya.

Suara sorak itu membuat kelinci terbangun, “Hah.. kura-kura kapan dia melewatiku?” kelinci kembali mengejar kura-kura, tapi ia sudah terlambat karena saat itu kura-kura sudah sampai di garis finish.

“Apa?! Aku kalah dengan kura-kura yang lambat..” kelinci ragu untuk mendekati kura-kura, ia merasa malu dan masih tidak percaya karena kalah oleh kura-kura.

“Huhhh.. aku mengakui kalau aku kalah darimu kura-kura. Ini kancing emas yang aku janjikan” kata sang kelinci memberikan kancing emas tanda kemenangan itu kepada kura-kura.

“tidak usah kelinci, aku hanya minta satu hal saja yaitu berhentilah mengejek hewan lain”. Lalu kelincipun meminta maaf kepada hewan-hewan di hutan itu dan berjanji tidak akan sombong lagi dan merekapun bergembira bersama-sama.

8. Cerita Dongeng Fabel – Semut dan Belalang

Cerita Dongeng Fabel
(Sumber: www.youtube.com)

Semut dan Belalang

Pada zaman dahulu pada musim panas, bunga bermekaran, hewan hidup di hutan dan serangga paling menikmati musim ini. Tentu saja tak kesulitan mencari makanan. Itu hari biasa bagi belalang pemalas, ia memakan akar pohon herbal sambil bernyanyi.

Setelah selesai bernyanyi ia mendengar suara dan mencari dari mana asal suara itu, ia segera melompat tinggi ke cabang pohon. Dari kejauhan ia melihat semut yang berbaris seperti tentara.

Dengan susah payah para semut membawa biji-bijian dan buah kering yang jatuh dari pohon. belalang melompat ke tanah sambil melihat barisan semut itu perlahan menghilang, “Aku tak pernah melihat semut itu.. mereka selalu saja bekerja” dan tepat saat itu ia melihat seekor semut mendatanginya dengan membawa biji yang lebih besar dari badannya.

Saat akan melewati belalang, semut itu menjatuhkan biji yang dibawanya. Sebenarnya ia perlu untuk beristirahat. Belalang menatapnya dengan mata hampa “Apa kau akan pindah ke suatu tempat? Jangan bilang kalau akan datang sebuah bencana, apa itu alasan kau melarikan diri?” semut itu menjawab bukan.

“Kalau itu kau sedang apa?” tanya belalang itu penasaran. “kami sedang membawa makanan untuk dibawa ke sarang kami, untuk menuggu musim dingin” semut menjelaskan kepada belalang.

“Untuk apa menyiapkan makanan musim dingin.. musim dingin itu masih lama. Sekarang kan musim panas, masih banyak makanan yang bisa kita makan” kata si belalang pemalas itu. “kau hanya memikirkan kesenangan saja”.

Semut itu sudah muak mendengar omong kosong belalang dan mencoba menggendong biji yang dibawanya. “kurasa aku bisa membantumu sedikit” belalang itu mencoba menaruh biji di punggung semut, semut berterimakasih dan melanjutkan perjalanannya.

Belalang melanjutkan bernyanyi-nyanyi sambil bermain biola, saat itu seekor tupai muncul, “Cukup-cukup pergilah dan bermain di tempat lain aku mau istirahat” tupai mengusir belalang itu dan akhirnya belalang itupun pergi.

Musim panas terus berlanjut, dan para semut terus membawa makanan ke sarang mereka, sementara itu belalang terus bermain dan bersenang-senang seperti biasanya.

Lalu akhirnya musim dingin tiba. suatu pagi saat semut-semut bangun, mereka keluar dan melihat keluar sarang yang sudah tertutupi salju. Semua semut menghawatirkan hewan lainnya kedinginan dan lapar.

Sementara itu, karena semua tanaman tertutupi oleh salju belalang belum memakan apa-apa selama berhari-hari hingga tenaganya hilang. Dengan bersusah payah ia berjalan di atas salju. Ia mengingat dulu ia mengejek semut dan sekarang apakah semut bisa membantunya. Ia berjalan menuju sarang semut untuk meminta pertolongan.

“temanku semut, ini aku belalang.. apakah aku boleh masuk?” tanya si belalang. Mendengar keributan itu ratu semut bertanya kepada semut kecil, “Ada apa? Siapa yang meminta pertolongan?” semut kecilpun menjawab “hanya seekor belalang yang malas sepanjang hari ratuku.. Kupikir ia lapar dan meminta bantuan..”

Lalu ratu semut pun menjawab “siapapun datangi pintu kita dan meminta pertolongan tidak boleh kita tolak” lalu semut-semut itu membukakan pintu untuk belalang.

Belalang terbaring di atas salju karena sangat lemah, semutpun mengangkat belalang masuk ke dalam sarang. Belalang sehat kembali berkat pertolongan semut. Belalang berterimakasih kepada semut-semut dan ratu lalu berjalan ke arah semut kecil.

“Aku sangat tidak adil kepadamu, kau bekerja sepanjang hari di musim panas dan aku berbaring bernyanyi. Dan kau sudah memperingatkanku tapi aku tak mendengarkanmu, aku jadi menyesalinya”.

Belalang tinggal di sarang semut selama beberapa waktu, ia kini jauh lebih sehat. Saat tiba waktunya pergi, semut memberi makanan kepada belalang. “Terimakasih atas segalanya, kalian menyelamatkanku, aku tak akan melupakannya dan aku tak akan bermalas-malasan lagi”.

Nah, jadi itulah dia delapan cerita dongeng fabel yang telah kami sajikan dalam pembahasan terbaru kali ini untuk kamu baca sebelum tidur maupun sedang bersantai. Jika kamu tertarik untuk membaca cerita pendek menarik lainnya, kamu bisa mengunjungi halaman Cerita Pendek kami untuk melihat informasi terupdate mengenai cerpen terbaru dari kami.

Sekian pembahasan artikel ini kami buat. Dan terimakasih karena telah mengunjungi portal cerpen OKEYLAH.COM. Jika kamu merasa artikel ini menarik dan juga bermanfaat, silahkan beri rating terbaik mu dan share artikel ini. Terimakasih

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.
error: Content is protected !!