Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Sepak Bola [Lengkap]

3 min read

pelanggaran dalam sepakbola
3.7
(3)

Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Sepak Bola

Jenis Pelanggaran Dalam Sepak Bola – Permainan sepak bola tidak hanya berguna sebagai sarana berolahraga. Sepak bola dapat dijadikan media penyambung persaudaraan antar pemain.

Lebih luas lagi, sepak bola dapat dijadikan sebagai sarana melatih gerak motorik anak kecil. Sepak bola juga dapat menjadi sarana mengasah kecerdikan anak kecil. Selain itu, sepak bola juga mengajarkan tentang kemenangan dan kekalahan.

Sepak bola adalah permainan yang menjunjung tinggi fair play atau sportivitas. Permainan atau olahraga ini harus dimainkan dengan senang hati dan mengesampingkan emosi. Meskipun kemenangan menjadi ambisi dari tiap pemain, namun cara meraih kemenangan tersebut juga diutamakan.

Agar permainan ini berlangsung secara fari atau adil, maka harus terdapat aturan yang berlaku dan orang yang mengatur jalannya pertandingan atau seorang wasit. Aturan tersebut biasanya berupa larangan dan hukuman bagi yang melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak. Kesalahan inilah yang disebut pelanggaran atau foul.

Seorang wasit yang berlaku sebagai pengadil pertandingan yang akan menentukan apakah suatu tindakan pemain dapat dikategorikan sebagai pelanggaran atau tidak. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang pelanggaran.

Secara umum pelanggaran dalam permainan sepak bola terbagi menjadi dua, yakni pelanggaran ringan dan berat. Pelanggaran ringan biasanya disebabkan oleh tindakan tidak disengaja atau tindakan yang tidak terlalu membahayakan lawan. Sedangkan, pelanggaran berat adalah pelanggaran yang disengaja dan atau pelanggaran yang membahayakan pemain lawan.

Contoh dari pelanggaran ringan adalah bola tidak sengaja mengenai tangan. Sedangkan, pelanggaran berat adalah seperti melakukan tackling ke kaki lawan menggunakan dua kaki. Tindakan ini dikategorikan berbahaya karena dapat mencederai lawan.

Baca juga :

Istilah-istilah dalam sepakbola

Belajar Pola Strategi Pertahanan dan Penyerangan dalam Sepakbola

Posisi Pemain Sepakbola dan Tugasnya

Peraturan Umum Dalam Permainan Sepakbola

Dalam permainan sepak bola, setidaknya ada tiga peraturan umum. Berikut akan kami jabarkan peraturan umum tersebut.

  • Pemain dilarang untuk keluar masuk area pertandingan (lapangan) seenaknya atau tanpa seizin wasit.
  • Pemain dilarang keras untuk mengulur-ulur waktu saat pertandingan berlangsung. Strategi yang digunakan harus strategi yang benar dan tidak menyalahi aturan
  • Keputusan wasit yang sudah dibuat dan ditetapkan tidak dapat diganggu gugat.

Pada umumnya, pelanggaran ringan hanya akan diberi peringatan oleh wasit. Biasanya wasit akan memberikan 3 kali peringatan dan jika masih melanggar aturan, terlebih pelanggaran yang sama, maka akan diberi kartu kuning. Setelah mendapat kartu kuning, jika masih melakukan pelanggaran ringan bisa menyebabkan kartu merah.

Namun, jika pemain melakukan pelanggaran cukup keras bisa langsung mendapat kartu kuning. Sedangkan, terdapat beberapa pelanggaran yang dikategorikan pelanggaran berat dan bisa berakibat langsung mendapat hukuman kartu merah.

Pemain ataupun seseorang yang terlibat dalam permainan jika mendapat kartu merah harus meninggalkan area pertandingan. Pelanggaran yang dilakukan terjadi di dalam kotak penalti sendiri akan dihadiahi tendangan penalti untuk tim lawan.

pelanggaran handsball dalam sepakbola
Pelanggaran Handball dalam sepakbola

Pelanggaran Oleh Tim Bertahan

Pelanggaran lebih sering dilakukan oleh tim yang sedang bertahan. Tim yang bertahan biasanya akan merebut bola dari tim lawan yang berusaha menyerang. Usaha yang dilakukan tim bertahan tak jarang menghasilkan sebuah pelanggaran. Berikut jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan oleh tim bertahan:

  • Berkata ataupun bersikap tidak sopan ketika melakukan usaha bertahan.
  • Memasuki area kotak penalti ketika lawan mendapat tendangan penalti dan bola belum ditendang oleh lawan
  • Kiper tidak berada di garis gawang saat bola belum ditendang penendang penalti.

Pelanggaran tersebut dapat menghasilkan konsekuensi sebagai berikut:

  • Gol dianulir (dianggap tidak sah).
  • Tendangan diulang kembali.
  • Jika terjadi pelanggaran yang sama, maka tendangan akan diulang kembali.
  • Kiper atau penjaga gawang yang melakukan pelanggaran berulang-ulang bisa mendapat kartu kuning.
  • Penendang penalti dan penjaga gawang boleh diganti saat terjadi hukuman tendangan diulang.

Pelanggaran Oleh Tim Penyerang

Pelanggaran memang lebih sering dilakukan oleh tim yang menyerang. Namun, tim yang menyerang juga bisa melakukan pelanggaran. Berikut adalah tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran oleh tim penyerang:

  • Berkata ataupun bersikap tidak sopan ketika melakukan usaha bertahan.
  • Melakukan tendangan tipuan atau tidak menendang bola secara langsung saat menendang penalti. Gerakan tipuan ini dilarang dalam aturan tendangan penalti.
  • Pemain tidak menendang bola ke arah depan.

Pelanggaran tersebut dapat menghasilkan konsekuensi sebagai berikut:

  • Tendangan diulangi jika bola masuk ke dalam gawang atau gol.
  • Menghasilkan tendangan gawang jika bola keluar atau melewati garis gawang.

Pelanggaran Yang Melibatkan Penjaga Gawang

Pelanggaran juga sering terjadi saat melibatkan penjaga gawang. Berikut adalah tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran dan melibatkan penjaga gawang:

  • Penjaga gawang menerjang pemain lawan dengan cara kasar dan berbahaya.
  • Berusaha mengganggu atau menghalang-halangi kiper yang berusaha menangkap bola dan terjadi kontak fisik di antara keduanya.
  • Berusaha menendang atau merebut bola yang sudah ditangkap kiper.
  • Penyerang menerjang penjaga gawang dengan cara kasar dan berbahaya.
  • Penjaga gawang mengulur-ulur waktu saat terjadi tendangan gawang.
  • Penjaga gawang memegang bola lebih dari empat langkah tanpa memantulkannya.

Pelanggaran Yang Berakibat Tendangan Bebas Langsung

Dalam permainan sepak bola, ada beberapa jenis pelanggaran yang jika dilakukan akan berakibat hukuman tendangan bebas langsung. Berikut jenis-jenis pelanggaran tersebut:

  • Sengaja menerjang pemain lawan dengan cara kasar dan berbahaya.
  • Menerjang pemain lawan dari arah belakang.
  • Melakukan tackling/tekel atau merebut bola namun mengenai anggota badan (biasanya kaki) lawan, bukan bola sehingga pemain lawan terjatuh.
  • Berlaku kasar kepada lawan baik saat menguasai bola maupun tidak, misalnya memukul pemain lawan.
  • Mendorong pemain lawan dengan tangan ataupun lengan.
  • Memegang pemain lawan dengan tangan ataupun lengan.
  • Menyentuh atau memegang bola dengan tangan atau lengan baik secara disengaja maupun tidak.
tendangan bebas
Hukuman Tendangan Bebas

Pelanggaran Yang Berakibat Tendangan Bebas Tidak Langsung

Jenis pelanggaran berikut dapat menyebabkan terjadinya tendangan bebas tidak langsung. Tendangan bebas tidak langsung adalah tendangan bebas yang jika ditendang langsung ke gawang tidak berakibat gol. Untuk menghasilkan gol lewat tendangan bebas ini, bola harus tersentuh dua kali oleh dua pemain yang berbeda terlebih dahulu.

  • Penjaga gawang menangkap bola back pass. Bola back pass adalah bola yang diumpan oleh teman sendiri kepada penjaga gawang. Sundulan dan umpan dada bukan merupakan umpan back pass.
  • Pemain dengan sengaja menghalang-halangi kiper ketika ingin menendang bola yang berhasil ditangkap.

Pelanggaran Yang Berakibat Tendangan Penalti

tendangan penalti
Tendangan Penalti

Pelanggaran tidak hanya menghasilkan tendangan bebas langsung dan tidak langsung. Pada kasus tertentu, pelanggaran dapat menghasilkan tendangan penalti untuk suatu tim. Hukuman tendangan penalti ini akan diberikan oleh wasit kepada suatu tim jika pemain melakukan suatu pelanggaran di dalam kotak terlarang (kotak penalti).

Pelanggaran yang dimaksud adalah pelanggaran ringan dan berat. Contohnya adalah menjatuhkan lawan atau melakukan hands ball. Yang memutuskan suatu pelanggaran terjadi dan dihukumi tendangan penalti adalah wasit utama (tengah) dengan dan tanpa bantuan dari wasit samping.

Tendangan penalti diberikan kepada tim lawan. Hukuman tendangan penalti hanya dilakukan sekali pada tiap pelanggaran yang terjadi di kotak penalti. Seluruh pemain harus berada di luar kotak penalti, kecuali eksekutor atau penendang penalti dan penjaga gawang. Pemain lain boleh masuk ke area kotak penalti sesaat setelah bola ditendang penendang penalti.

 

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating 3.7 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

error: Content is protected !!