Hutang di Bank Menurut Pendapat Ulama dan Agama Islam

1 min read

Hutang di Bank Menurut Pendapat Ulama dan Agama Islam
0
()

Hutang di Bank Menurut Pendapat Ulama dan Agama islam

Baik orang yang berada ataupun orang yang kurang secara material, hutang merupakan hal yang lumrah sesuai dengan hakikat manusia dalam islam. Harta manusia dalam islam adalah bagian terpenting supaya manusia bisa melakukan aktivitasnya, dan melaksanakan tujuan hidupnya. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa hutang di bank adalah haram karena termasuk riba. Lalu bagaimana hutang di bank menurut islam? berikut penjelasannya.

Sebelum mengetahui pendapat mengenai hukum hutang di bank menurut islam, tentunya perlu mengetahui terlebih dahulu jenis bank yang ada. Secara umum dalam islam membaginya menjadi dua yaitu bank syariah dan konvensional.

  1. Bank Syariah

Bank syariah yaitu dalam penerapannya menggunakan aturan syariah islam. Pada bank syariah tidak menggunakan bunga. Sistem dari bank syariah adalah mitra atau kerja sama sedangkan besarnya di buat pada saat akad.

  1. Bank Konvensional

Bank konvensional adalah bank yang menerapkan sistem jasanya menggunakan proses ekonomi secara umum. Pada bank konvensional umumnya menggunakan sistem bunga dan memprioritaskan keuntungan. Ketentuan bunga dan lainnya di buat saat perjanjian di buat dengan dasar keuntungan.

Baca juga : Cara Mencari Pinjaman Pribadi untuk Modal, Tanpa Riba, Tanpa Jaminan

Baca juga : Rentenir, Debt Collector dan Bahayanya Menurut Hukum dan Agama Islam

Baca juga :  Hukum Pinjam Uang di Bank Menurut Islam, Boleh Atau Tidak?

Pendapat Hutang Di Bank Menurut Islam

Terdapat dua pendapat yang menjadi landasan hukum yang digunakan melakukan hutang di semua bank :

1. Menurut Rasyid Ridha

Rasyid Ridho adalah slah satu ulama yang mengemukakan pendapatnya mengenai bunga di bank konvensional. Kata Al-Ariba yang terdapat dalam QS Ali Imron ayat 130 adalah riba atau tambahan yang berlipat ganda.

Bunga yang terdapat dalam bank konvensional tidaklah sama dengan riba. Riba pada masa turunya Al-Qur’an adalah kelebihan yang di ambil bersama yang mengandung unsur penindasan, bukan sekedar penambahan jumlah yang di bebankan pada penghutang.

2. Menurut Ulama Klasik

Ulama Fiqh klasik dengan metode memahami ayat memahami bahwa segala tambahan dalam jual beli dan pinjaman di kenakan sebagai riba. Sedangkan ulama kontemporer menganggapnya bukan riba karena memahami pendekatan substansi dan hal-hal yang membuat riba menjadi haram.

Dari berbagai pendapat ulama klasik dan para ulama yang berkiblat pada metode teks, melakukan hutang  di bank konvensional adalah haram. Sedangkan apapun yang di lakukan di bank konvensional tanpa menerapkan syariah adalah hara

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

error: Content is protected !!