Home » Ngopi Bareng » Fetish dan 5 Penyimpangan Seksual Lain yang Wajib Diwaspadai

Fetish dan 5 Penyimpangan Seksual Lain yang Wajib Diwaspadai

by Aluna
Fetish

Akhir-akhir ini sedang ramai pembicaraan mengenai fetish sebagai penyimpangan seksual. Kasus yang merebak di masyarakat belakangan jelas menunjukan tindakan merugikan sekompok oknum yang diduga memiliki fetish tertentu. Mulai dari fetish akan bagian tubuh seseorang, sampai juga pada kain jarik.

Bentuk penyimpangan seksual ini tentu saja mengkhawatirkan. Terutama karena pelakunya banyak mengincar mulai dari anak-anak hingga sosok-sosok rentan lain. Mereka yang kerap kali tidak merasa awas dengan tindakan penyimpangan yang dilakukan.

Terlebih saat ini ketika media sosial sudah menjadi kanal yang ramai digunakan. Tindakan penyimpangan seksual lebih mudah terjadi. Selain juga semakin sulit untuk terungkap pelakunya.

Namun apa sih sebenarnya fetish dan apa saja bentuk penyimpangan seksual lainnya?

Apa Itu Fetish?

Fetish merupakan salah satu bentuk penyimpangan seksual, dimana seseorang memiliki rasa gairah bahkan mendapatkan kepuasan dari objek selain genital atau kelamin. Selain itu fetish juga sering diartikan sebagai kekaguman berlebihan hingga condong menjadi hasrat seksual terhadap objek.

Pengertian objek fetish sendiri juga bermacam-macam. Disadur dari Medicine Net, dorongan seksual ini berkaitan dengan benda tidak hidup. Seperti bagian tubuh manusia, benda-benda di sekitar, bahkan juga jenis pakaian tertentu.

Fetish juga bisa berkaitan dengan perilaku yang menimbulkan hasrat seksual. Tidak sekedar terhadap sebuah benda saja. Misalnya fetish untuk pasangannya harus mengenakan baju ketat. Sampai seperti yang saat ini menghebohkan, fetish yang berkaitan dengan membungkus tubuh seseorang.

Fetish menjadi sebuah gangguan dan penyimpangan seksual ketika terjadi berulang. Dimana penggunaan objek tersebut menyebabkan tekanan secara signifikan hingga gangguan fungsi. Gangguan fetishme sebagai parafilia juga ketika hasrat seksual kepada sebuah objek melanggar atau mengganggu hak lain.

BACA JUGA :  10 Cara Membuat Wajah Glowing Dengan Bahan Alami

5 Jenis Penyimpangan Seksual

Selain fetish, masih ada berbagai bentuk penyimpangan seksual lain. Berikut ini merupakan beberapa diantaranya yang wajib diketahui dan diwaspadai.

1. Eksibisionis

Eksibisionis juga menjadi bentuk penyimpangan seksual yang kerap kali menganggu masyarakat. Sederet kasus menunjukan sosok penderita gangguan seksual eksibisionis memamerkan genital kepada orang lain. Bahkan juga kepada publik.

Para eksibisionis mendapatkan kepuasan ketika memamerkan atau menunjukan genital mereka kepada orang lain. Tidak berhenti disitu, eksibisionis juga didefinisikan sebagai mereka yang meraih gairah seksual saat berhubungan intim di publik, atau disaksikan orang lain.

Penderita penyimpangan seksual ini kerap kali dengan sengaja menunjukan bahkan menyentuh organ intim, masturbasi, dan berhubungan seksual dengan sengaja disaksikan publik.

2. Froteurisme

Penyimpangan seksual satu ini dapat dengan mudah mengarah kepada pelecehan. Sayangnya, penyimpangan ini juga kerap kali terjadi di lingkungan masyarakat. Froteurisme merupakan bentuk penyimpangan seksual yang mendapatkan kepuasan dengan cara menggesekkan organ intim ke tubuh orang lain.

Seringnya, froteurisme dilakukan kepada orang asing dan tanpa memiliki persetujuan lebih dulu. Misalnya saja di angkutan umum yang penuh sesak atau sedang mengantri.

3. Voyeurisme

Pernah mengetahui seseorang yang mendapatkan kepuasan atau merasa bergairah dengan mengintip? Penyimpangan seksual itu disebut dengan voyeurisme. Voyeurisme tidak terbatas dengan mengintip secara langsung. Merekam secara diam-diam juga sering dikategorikan kepada penyimpangan seksual jenis satu ini.

Voyeurisme seringnya menyasar mereka yang berganti baju, beraktifitas di kamar mandi seperti mandi atau buang air kecil, sampai bercinta. Seperti juga penyimpangan di atas, voyeurisme kerap menjadi tindakan pelecehan seksual. Terutama karena mengintip atau merekam secara diam-diam tidak dilakukan atas persetujuan.

4. Masokisme dan sadisme

Sedikit berbeda dengan penyimpangan di atas, masokisme dan sadisme memang tidak begitu sering menjadi tindakan pelecehan seksual. Meski bukan sama sekali menutup kemungkinan. Masokisme dan sadisme merupakan bentuk penyimpangan dimana kepuasan seksual didapatkan saat melakukan ataupun menerima kekerasan fisik.

BACA JUGA :  Biaya Jual Beli Rumah dan Pajak Penjualannya

Masokis merupakan sebutan untuk orang yang senang merasa kesakitan dan mendapatkan kepuasan seksual dari rasa sakit. Sedangkan sadistik menjadi sebutan bagi yang bergairah atau meraih kepuasan seksual dengan melakukan kekerasan.

5. Pedofilia

Pedofilia merupakan penyimpangan yang berbahaya dan merupakan bentuk pelecehan serta kekerasan seksual. Sayangnya sampai saat ini, pedofilia masih menjadi kasus yang banyak sekali terjadi.

Penderita penyimpangan seksual pedofilia akan mendapatkan kepuasan saat berhubungan seksual dengan anak-anak, atau mereka yang terhitung belum dewasa. Tidak hanya dengan melecehkan anak-anak secara seksual saja. Seseorang dikategorikan sebagai pedofilia bila memiliki ketertarikan seksual pada anak-anak.

Diantara penyimpangan seksual lain, pedofilia merupakan yang paling berbahaya. Salah satunya karena korban adalah anak-anak.

Mengetahui bentuk penyimpangan seksual, seperti fetish dan lain-lain diharapkan akan membuat kita lebih mawas. Bukan hanya untuk diri sendiri saja. Melainkan juga dengan lingkungan sekitar dan kepada orang-orang terdekat.

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Comment