Home » Sehat Bareng » Inilah 10 Ciri-Ciri Depresi yang Wajib Diketahui

Inilah 10 Ciri-Ciri Depresi yang Wajib Diketahui

by Silvera Riduan
ciri-ciri depresi

Ciri-Ciri DepresiDepresi adalah respon secara normal ketika seseorang mengalami kekecewaan, sakit hati, dan kesedihan dalam hidupnya. Seseorang yang berada dalam kondisi depresi akan merasakan perasaan sedih, cemas, atau kosong. Mereka akan cenderung terjebak dalam kondisi putus asa, tidak ada harapan dan pertolongan, penuh dengan penolakan dan tidak berharga.

Berikut Ini Ciri-Ciri Depresi, Kenalilah Supaya Dapat Mencegahnya!

Penderita secara tidak langsung akan mengalami ciri-ciri depresi sebagai berikut, kenali lebih awal supaya okers dapat mencegahnya:

1. Penderita akan sering mengalami kelelahan

2. Perasaan sedih yang berlangsung sepanjang hari

3. Mudah kesal dan tersinggung

4. Memendam rasa bersalah yang berlebihan dan tak beralasan

5. Memiliki perasaan tidak berharga dan tidak berguna

6. Tidak fokus dan sulit untuk berkonsentrasi

7. Mengabaikan diri sendiri dengan tidak melakukan hal yang disenangi seperti: hobi

8. Berfikiran untuk bunuh diri terus menerus

9. Pola makan yang tidak teratur

10. Kesulitan untuk tidur

5 Jenis Gangguan Depresi yang Sering Dialami Oleh Masyarakat Sekitar

Setelah mengetahui ciri-ciri depresi , lanjut ke jenis dan penyebabnya. Jenis-jenis depresi pada umumnya ada ada 5 yaitu: gangguan depresi mayor, gangguan depresi persisten, gangguan bipolar, gangguan bipolar 2, dan depersi pasca persalinan.

1. Gangguan Depresi Mayor

Gangguan depresi ini berlangung sekitar 2 minggu dikarenakan mood depresif. Gejala utamanya adalah perasaan sedih, nelangsa dan putus asa secara terus-menerus. Bahkan okers dapat kehilangan minat untuk bersenang-senang, kehilangan nafsu makan, dan kesulitan tidur.

Jenis depersi ini ada empat tipikal yaitu depresi melankolis, deplesi atipikal, depresi psikotik, dan depresi katatonia. Biasanya faktor dari depresi ini adalah penyakit kronis, kekerasan dalam rumah tangga, kecacatan, ketergantungan alkohol, perubahan hidup yang besar, dan status pernikahan.

Baca juga : Cara Menurunkan Kolesterol

2. Gangguan Depresi Persisten

Depresi ini biasanya jarang sekali disadari oleh si penderita. Gangguan ini bersifat kronis dan terjadi dalam jangka yang cukup panjang atau persisten. Penyebab depresi persisten adalah faktor keturunan, trauma, gangguan mental, ketidakseimbangan struktur kimia pada otak, efek dari neurotransmitter, dan memiliki penyakit jantung dan diabetes.

Gejala yang sering dialami oleh penderita biasanya: perasaan sedih dan putus asa secara terus-menerus, kehilangan minat melakukan kegiatan sehari-hari, lebih sering lelah dan tidak ada energi, kesulitan beerkonsentrasi, mudah marah, gelisah, sulit tidur, dan menghindari interaksi dengan orang lain.

3. Gangguan Depresi Bipolar

Pastinya okers pernah mendengar istilah bipolar. Bipolar adalah gangguan mental yang menyerang psikis penderita, sehingga suasana hati penderita akan berubah secara ekstrem dan tiba-tiba. Pihak medis menyebutnya manic depressive.

Gejala depresi jenis ini penderita akan merasakan sangat bahagia, berbicara sangat cepat, merasa bersemangat, rasa percaya diri yang terlalu berlebihan, tidak memiliki keinginan tidur, susah nafsu makan, dan mudah terganggu. Tak hanya itu yang lebih parahnya penderita akan melakukan hubungan seksual yang tidak sehat, penyalahgunaan NAPZA, dan melakukan hal yang merugikan dirinya bahkan orang lain.

Adapula gejala ketika penderita mengalami kesedihan dan keputusasaan seperti: merasa sangat sedih dan putus asa, lemas, kurang energi, sulit berkonsentrasi, merasa bersalah, pesimis, delusi, dan muncul keinginan untuk bunuh diri.

Penyebab utama depresi ini adalah: mengalami trauma seperti orang yang disayang meninggal, putus hubungan, dan mengalami kekerasan fisik, mental atau seksual. Parahnya lagi penyakit ini tidak dapat sembuh total dan bersifat seumur hidup, akan tetapi dapat dikontrol. Depresi jenis ini akan mendapat penanganan yang komprehensif.

4. Gangguan Depresi Bipolar Tingkat II

Ganguan jenis ini merupakan lanjutan dari depresi bipolar sebelumnya. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari depresi bipolar I dan II. Perbedaannya hanya pada episode manic, dimana hanya bipolar I yang mengalami. Namun itu tidak menunjukkan bahwa bipolar II lebih ringan dari bipolar I.

Depresi bipolar II merupakan periode hipomania yang dibarengi dengan episode depresi. Bipolar jenis ini juga mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Seperti ini gejala bipolar II: peningkatan energi atau perasaan gelisah, merasa lebih optimis, rasa percaya diri meningkat, menurunnya kebutuhan tidur, pikiran yang selalu bekerja, berbicara lebih cepat dan banyak.

Gangguan ini memiliki faktor risiko: penderita memiliki kerabat yang mengalami bipolar I sehingga secara umum depresi ini disebabkan oleh keturunan akibat komponen genetik yang sama di dalamnya.

5. Depresi Pasca Persalinan

Depresi ini memiliki gejala hampir sama dengan baby blues. Biasanya depersi ini berlangsung beberapa minggu setelah melahirkan. Depresi ini disebabkan oleh perubahan hormon dan masalah psikologis seperti: kesulitan menyusui, kehamilan diusia muda, stress, melahirkan premature, persalinan lama, dan korban kekerasan dalam rumah tangga.

Gejala depresi ini adalah: sulit akrab dengan bayi, perasaan sedih, tidak bersemangat, mengabaikan diri sendiri, khawatir terus menerus, gelisah, kelelahan, tidak percaya diri, sulit tidur dan sulit berkonsentrasi.

Maka dari itu ibu hamil selalu disarankan untuk tidak boleh banyak pikiran, tidak boleh stress, dan masalah lainnya. Sebaiknya ketika hamil lakukan hal-hal yang menyenangkan, selalu berkonsultasi dengan dokter tentang permasalahan kehamilan, dan lakukan gaya hidup sehat serta tidak berisiko.

Baca juga : Cara Mendapatkan Tubuh Ideal

Cara Mengatasi Terjadinya Depresi pada Diri Sendiri

Depresi sebenarnya disebabkan oleh diri sendiri dan pola pikir. Menurut psikologi yang dapat menyembuhkan depresi adalah si penderitanya sendiri sedangkan dokter atau psikolog hanya menjadi perantara.

Nah, setelah mengetahui gejala dan ciri-ciri depresi terdapat pada diri anda. Okers dapat mengatasi dengan cara ini supaya depresi dapat segera sembuh. Namun cara-cara ini berlaku ketika okers memang ingin sembuh atau mengontrol depresi.

1. Jangan membiarkan dirimu mengatasi permasalahan sendiri

Menjadi seseorang yang kuat memanglah hal yang hebat. Namun okers adalah manusia social. Okers membutuhkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dibutuhkan ketika anda sedang dalam masa-masa yang sulit maka orang-orang ini yang akan membantu anda.

Tidak harus banyak, satu saja cukup. Temukan satu orang yang dapat anda percaya. Nah ketika okers sedang dalam masa sedih dan sulit, anda dapat menceritakan permasalahan anda dengan orang tersebut. Secara umum seseorang yang sendirian akan sulit untuk mempertahankan akal sehat dan akan selalu berfikir negatif. Sehingga okers membutuhkan orang lain untuk menghilangkan pikiran-pikiran tersebut.

Baca juga : Cara Mengatasi Depresi

2.  Melakukan hal yang disenangi

Jangan pernah membatasi diri sendiri. Berusahalah melakukan apapun yang okers inginkan dan sukai. Misalnya dengan melakukan hobi yang disukai atau melakukan travelling ke tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Secara umum, alam dapat menyembuhkan depresi atau stress yang dialami. Alam akan membawa energi positif pada diri anda.  

Kebanyakan orang-orang depresi akan kehilangan minat untuk melakukan hal yang disenangi, justru dengan menekuni hal tersebut dapat keluar dari zona depresi.

3.  Pola hidup sehat

Hal ini yang seringkali diabaikan oleh masayarakat sekitar. Tidur yang tidak teratur, pola makan yang tidak sehat akan memperburuk kondisi fisik dan psikologis. Menurut riset pasien depresi disebabkan oleh gejala insomnia. Tak hanya itu gangguan makan seperti kekurangan cairan dalam tubuh akan mengakibatkan depresi.

4.  Mencintai diri sendiri

Terkadang banyak orang yang merasa minder dengan tubuh atau wajahnya sendiri. Sehingga melakukan berbagai cara untuk mengubah tubuh atau wajahnya supaya menjadi ideal. Jika hal itu berhasil itu akan lebih baik, namun ketika hal itu tidak berlangsung baik seseorang akan merasa gagal dan kecewa.

Baca juga : Penyebab Asam Lambung Naik

Mulai dari sekarang, belajarlah untuk bersyukur dan mencintai apa yang ada didalam tubuh anda. Tanamkan kata-kata yang positif untuk mencegah pikrian negatif. Mencintai diri sendiri dapat menyingkirkan permasalahan yang membuat anda merasa insecure.

Related Videos

Leave a Comment