[ Cerpen Persahabatan ] Diary SMA

7 min read

Cerpen Persahabatan Diary SMA
5
(13)

Cerpen Persahabatan Diary SMA – Dikisahkan saat Sekolah di SMA yaitu SMA DIPONEGORO ada seorang siswi yang cantik banget, rajin, tapi sukanya menyendiri.

Dia bernama Alfani panggil saja Fani.

Karena kebiasaannya menyendiri tak jarang ia sering ke mushola untuk melaksanakan Sholat Dhuha saat istirahat pertama dan Sholat Dhuhur ketika istirahat kedua. Seringkali ia lebih memilih ke perpustakaan daripada ke kantin, sebab di sana meskipun sepi namun ia tak merasakan kesepian karena ada buku dan teman tertentu yang selalu menemaninya. Adapun teman dari Fani itu awal mulanya sedikit, akan tetapi sangat berharga sekali.

Mengapa..?

Karena teman itu yang membantumu, mempengaruhi, dan mengetahui keadaan mu saat sedang membutuhkan. Jadi, lebih baik punya teman yang baik dan setia meskipun hanya beberapa saja. Suatu ketika Fani sedang di perpustakaan ia dikenal oleh kakak kelasnya yang bernama Rama dari kelas XI IPA 3. Pernah saat Ulang tahun tepatnya pada tanggal 15 November 2014 Fani mendapat sebuah kado dari Rama. Namun, ada orang lain yang cemburu dan tidak menyukainya yaitu Lisa. Lisa selalu saja mengganggu Fani bahkan dibully sampai-sampai merasa lelah. Fani pun dengan tenang dan sabar menjalani kehidupan di sekolahnya itu. Setiba acara perlombaan menulis puisi Fani meraih juara mewakili kelasnya dan lagi-lagi Lisa tidak menyukainya. Ia pun pernah dibilang oleh Lisa bahwa

” Fani itu adalah Kutu buku dan tidak mempunyai teman.”

***

Cerpen Persahabatan Diary SMA

Cerpen Persahabatan – Diary SMA

Baca Juga :

[ Cerpen Romantis ] Vera dan Kesalahan

[ Cerpen Romantis ] Seperti Iya Dan Tidak

Mendung menggantung di langit. Angin bertiup kencang terbangkan debu dan dedaunan.

Kelihatannya hujan akan turun, air perlahan-lahan jatuh dan membuatku merenung. Mengingatkanku saat waktu sekolah dahulu, yaitu tingkat SMA, SMA DIPONEGORO.

Dimana waktu itu, terdapat siswi yang cantik, cerdas, tapi sukanya menyendiri. Dia bernama Alfani, panggil saja Fani.

Kebiasaan di sekolah diantaranya adalah Sholat Dhuha saat istirahat pertama dan Sholat Dhuhur Berjamaah ketika istirahat kedua, lalu ke perpustakaan untuk membaca buku-buku serta menulis jika ada sesuatu yang penting.

Ketika jam kosong,eett tapi jamnya masih utuh loh… maksudnya waktu jam pelajaran tidak ada pengajaran jadi disebut jam kosong deh hhe.

Fani sering menulis tentang puisi ,kamu (kata mutiara) , dan karya tulis lainnya.

Karena kebiasaannya menyendiri, tak jarang banyak orang yang tidak mau berteman dengannya. Bahkan sampai diremehkan hingga dibully.

FIRST STORY

Ada suatu cerita yaitu saat Fani mendapatkan penghargaan dari gurunya atas kemenangannya  dalam lomba menulis puisi.

Salah satu temannya yang bernama Lisa tidak menyukainya dan berkata :

“Mungkin itu hanya keberuntungan saja, kan biasanya yang juara itu aku.”

Mendengar perkataan itu, Fani dengan senyum, dia berkata :” Iya, mungkin kamu benar, kan saya baru mengikuti lomba puisi di sekolahan ini.”         Beberapa hari kemudian, ada siswa yang menyukainya sebut saja namanya Rama kelas XI IPA 3.

Rama sering menemani Fani di perpustakaan. Mereka saling belajar bersama dan membantu dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Keesokan harinya tanggal 15 November 2014.

15 NOVEMBER 2014 

Fani berangkat sekolah seperti biasanya, sesampai di gerbang sekolah tiba-tiba Rama memanggilnya.

“Fani..Fani…?” panggil Rama.

Fani pun menghampirinya.

“Iya kak Rama ada apa kak…?”,tanya Fani

“Tidak ada apa-apa kok, pulang nanti kamu tunggu aku di perpustakaan ya..?’ ungkap Rama.

“memangnya ada apa kak..?” Fani penasaran.

“Sudah pokoknya kamu tunggu saja ya..?” Rama tersenyum

“Iya insya Allah.” Jawab Fani.

Waktu pulang pun datang, Fani ke perpustakaan menanti Rama sambil membaca buku yang berjudul “Mutiara Hikmah”.

Tak lama kemudian Rama datang, “Maaf ya aku telat, pasti kamu nunggu dari tadi ya..?” ucap Rama.

“Iya nggak apa-apa kok. Memangnya ada apa kok tumben kamu mengajakku kesini ..?ini kan sudah waktunya pulang.” Jawab Fani.

“Berhubung ini Ulang tahunmu ini ada kado buatmu, tapi bukanya saat kamu di rumah ya.?” Rama mengedipkan matanya.

“owh iya, makasih ya kak..”tutur Fani dengan wajah tersenyum malu.

“Sama-sama”, ungkap Rama.

Sesampai di Rumah Fani terkejut setelah membuka isi kadonya, yaitu berisi Al QUR’AN ,novel, dan juga ada surat.

Fani..

Maaf ya..?

Jika kado ini kurang menarik buatmu..

Tapi aku yakin kok..

Pasti kamu menyukainya.

Tolong kamu jaga ya ..?

Isi dari kado itu..

Sebenarnya aku suka banget sama kamu..

Meskipun kamu sukanya menyendiri..

Namun kamu baik, cantik, dan pandai.

Itulah isi dari kado tersebut.

16 November 2014

Fani berangkat sekolah seperti biasanya,tet..tet..bel masuk berbunyi, Fani dengan segera masuk ke kelasnya yaitu X IPA 3. Sesampai dikelas ada orang yang cemburu tentu dia adalah Lisa.

“Ehhmm…Cie ada orang yang dapat kado dari kakak kelas,” Lisa menyinggung.

Susi pun datang dan bertanya:” siapa Lis yang dapat kado dari kakak kelas ….?”

“siapa lagi kalau bukan si Kutu buku dong..”ucap Lisa

“memang siapa namanya…?”tanya Susi.

“Alfani..si kutu buku.” ,jawab Lisa

Fani pun bangun dari kursinya

“maksudnya apa Lis..?kok kamu sukanya menggangguku terus sih,memang salahku apa..?kata Fani dengan tegas.

“Biasa aja dong ,kan kamu memang kutu buku dan tidak mempunyai teman.”, jawab Lisa dengan  tegas.

25 November 2014

Pagi yang cerah saat Fani melewati sebuah jalan menuju taman istimewa yaitu taman mutiara.

Kupu-kupu indah beterbangan hiasi langit yang menawan.

“ Hai Fani ..?” Sapaan sang sahabat yang bernama Nila Asyfa

“ Hai Nila..?” balas Fani

“ Fani kamu mau ke mana ? kok Sendirian sambil bawa alat tulis lagi.” Tanya Nila

“ Aku mau ke taman, buat ngerjain tugas sekolah “, jelas Fani

“ Aku ikut kamu aja boleh kan..!” tutur Nila

“ Iya boleh banget.” Tukas Fani

“ Kamu kemarin ke mana? Kok aku lihat kamu sibuk banget sambil membawa buku besar.” tanya Nila sambil jalan

“ Aku ada tugas biologi buat karya ilmiah, ini aku mau lanjutin” balas Fani

“Hmmm.. berhubung kamu di sini, bagaimana kalo kita saling bantu saja? Boleh kan.! “ ungkap Fani

” Oke sip, kita harus seperti hewan kan maksudnya saling menguntungkan (Mutualisme) ..? Sahut Nila mengacungkan jempol tangan kanan

” Kamu ini pintar banget bisa bahasa biologi” mereka pun belajar dan bergurau bersama.

Beberapa lama kemudian…

Mendung mulai menampakkan dirinya bersama angin sepoi-sepoi. Tiba-tiba hujan turun dan mereka berteduh di gubuk sekitar taman.

” Nila..Maaf ya? Karena aku kamu jadi begini.”

” Fani..ini bukan salahmu, ini juga bukan kesalahan sebab hujan itu kan berkah.

Lihat taman itu indah sekali kan itu perantara ada hujan.” Nila menunjukkan jarinya ke arah taman

” Nila.. andai saja kamu itu kakakku, mungkin aku tidak kesepian lagi sebab…” Fani terdiam sebentar (teringat kata-kata dari Lisa)

” Ada apa Fan..?” Tanya Nila keheranan

” Nggak ada apa- apa kok.”

Fani merenung sambil menikmati rintihan hujan.

***

Hujan pun reda

” Nila terima kasih ya, sudah menjadi temanku” gumam Fani

” Iya Fan.. kan kita memang sudah berteman sejak lama. Aku pulang dulu ya.” Ujar Nila

” Iya hati-hati Nila ”

25 Februari 2015

Tak terasa sudah 3 bulan berlalu, namun Fani masih ingat dengan perkataan dari Lisa itu.

Di Perpustakaan

Datanglah salah satu gurunya yang bernama Rahmah selaku guru bahasa Indonesia

” Fani maaf ya ganggu, kamu mau tidak ikut lomba menulis cerpen?” Tawar bu Rahmah

” Iya bu tapi itu tingkat apa?” tanya Fani dengan nada lembut

” Fani itu tingkat kabupaten, mungkin dengan begitu kamu bisa mendapatkan teman yang baik.” Balas bu Rahmah

” Aamiin.. bu” ungkap Fani

27 April 2015

Setelah mengikuti lomba, Fani akhirnya meraih juara pertama di kabupaten dan masuk 3 besar di tingkat provinsi.

Hari yang ditunggu-tunggu Fani setelah sekian lama jarang berkumpul karena sibuk mengikuti lomba karya tulis.

Kini kehidupannya mulai berbeda, sekarang Fani banyak disegani oleh orang-orang bukan hanya para siswa namun para gurunya pun mengenalnya.

Meskipun begitu, Fani tetap rendah hati dan ramah terhadap siapa saja.

Depan pintu gerbang sekolah

” Selamat ya Fani ” Susi bersalaman

” Iya makasih Sus. Sekarang bagaimana kabarnya Lisa?” Sambil jalan

” Sekarang dia lagi sakit sebab kecelakaan sepeda motor seminggu yang lalu.” Tutur Susi

Fani terdiam sejenak

” Bagaimana kalo kita menjenguk Lisa saja, tapi kita harus menyiapkan barang bawaannya dahulu.” Saran Fani

” Iya enggak apa-apa, kamu yang mengatur barang bawaannya ya? Biar aku yang akan mengajak teman-temanku.”

” Oke Terima Kasih Sus, sudah membantu ku” ungkap Fani

“Sama-sama.”

Mereka berdua berjalan menuju kelas

Malam Pertemuan

Malam harinya…Setelah menyiapkan kado, Fani pun tidur dalam mimpinya, ia melihat seseorang yang berwajah seri-seri dan tertutup cahaya sehingga tidak bisa dilihat dengan jelas.

“Alfani, terima kasih ya sudah menyadarkanku.”

Kudengar asal suara itu dari tempatku. Aku pun terbangun dari tidurku, sesegera mungkin aku berwudhu dan Sholat Malam serta berdo’a. (Perasaan Alfani)

Pagi pun datang…

Mereka bersama-sama menjenguk Lisa ke Rumah Sakit Alfiah.

“Assalamu’alaikum… Permisi…Maaf boleh masuk ?” Ucap Fani

“Wa’alaikumussalam wr wb.., boleh silakan.”

Maka mereka pun masuk bersama-sama.

“Fani… Maafkan aku ya..? Karena aku dulu pernah membuatmu sedih.” Lisa menunduk merasa salah.

“Iya, enggak apa-apa kok. Aku sudah memaafkanmu dari dulu.” Fani tersenyum.

Air Mata Perpisahan

Setengah jam kemudian, Rama datang sambil memegang hadiah kado.

“Hay Lisa, ini ada bingkisan barang khusus dariku untuk kamu..?” Rama memandang wajah Lisa.

“Terima kasih kak.” Lisa mengedipkan mata dan tersenyum.

“Sama-sama Lis..” ungkap Rama.

Selanjutnya, mereka bersalaman dan saling memaafkan atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya.

Tak jarang banyak orang yang meneteskan air matanya termasuk Rama dan Fani.

Setelah itu, dilanjutkan dengan do’a bersama  yang dipimpin oleh Rama.

Akan tetapi, sebelum berdo’a bersama. Nyawa Lisa tidak terselamatkan dan waktunya dipanggil Allah SWT telah tiba.

Sebelum meninggal, Lisa sudah bisa membaca kalimat Syahadat.

***

PERPISAHAN SEKOLAH

Waktu semakin berlalu  kini mendekati 3 tahun di SMA DIPONEGORO .

Ada banyak siswa yang sudah berteman dengan Fani, salah satunya dia orangnya itu tenang dan sabar banget dia bernama Wulandari.

 

“Wulan, rencana setelah lulus di sekolah ini. Kamu akan ke mana ..?”Tanya Nila.

“Aku ingin ke pesantren, kalo kamu ?” jawab Wulandari.

“sebenarnya aku ingin sekali ke pesantren ,tapi orang tuaku menganjurkanku agar aku kuliah dulu aja.” Ungkap Nila.

Nila Asyfa

Panggilan dari Microphone.

Sontak kaget dan langsung menuju panggung untuk memakai topi wisuda sebagai pertanda telah lulus di sekolahan itu.

Pentas seni pun mulai ditunjukkan, musik haru disertai puisi dan guru favoritnya yaitu Bu Fadhilah.

Ku buka Album Biru

Penuh debu dan usang

Ku pandangi semua gambar diri

Kecil bersih belum ternoda…

Air mata berjatuhan dan berlinang, hampir semua pelajar menangis terharu bahkan ada yang menahan tangisannya hingga tersedu-sedu.

“Wulan, kamu lihat fani enggak..?” tanya Nila

“Fani ada di perpustakaan, memang ada apa Nil.?” Ungkap Wulan

“Aku ingin sekali bertemu Fani, terima kasih ya Wulan.” Ucap Nila

“Sama-sama” Wulan Heran

Nila bergegas menuju perpustakaan

“Fani, kamu kenapa.? kok nangis bukannya kita semua lulus.” Tanya Nila sedikit kepo.

“Nila.. justru itu aku menangis, aku bingung jika nanti kita pisah. Lalu aku akan berteman dengan siapa. ” Fani terdiam

“Nila..Aku minta maaf ya. ini ada kado buatmu.” Fani mengasihkan kado yang berwarna hijau.

“Fani..Terima kasih ya. Kamu adalah sahabatku yang sangat baik bagiku.” Jelas Nila

Mereka pun berfoto-foto sebagai kenang-kenangan

Batik biru indah sekali menghiasi sampul buku dari kado sang sahabat, mulailah Nila membuka novel yang berjudul “Bunga Sahabat” pada halaman pertama ada kata mutiara :

** Setiap Pertemuan Pasti ada Perpisahan dan Setiap Perpisahan belum tentu ada Pertemuan.**

*^ Oleh karena itu, Gunakanlah kesempatan Pertemuanmu Sebaik-baiknya Sebelum Datang Perpisahanmu.^*

Tak sengaja mata Nila berkaca-kaca setelah membaca itu.

Sore itu, hujan turun dengan perlahan dan jam dinding menunjukkan pukul 5 sore.

“Sayang, mandi dulu sana..! Udah sore, nanti biar bisa makan bareng.” Ibunya Nila menepuk bahunya Nila

Ibunya Nila bernama Bu Sakinah

“Iya bu, nanti aku akan mandi.” jawab Nila dengan muka sedih

Bu Sakinah keluar dari kamarnya Nila.

Selang beberapa lama..

Nila pergi ke kamar mandi sambil membawa handuk hijau yang disampirkannya di bahu.

Malam pun mulai tiba…

Matahari telah tenggelam dan berganti dengan bulan dan bintang seakan-akan menemani Nila di kegelapan malam.

” Sayang, kenapa kamu belum tidur.?” Tanya Bu Sakinah

” Nggak apa-apa bu, aku hanya ingin di sini dulu.” Nila memandang bintang di langit

” Ya udah, nanti jangan lupa lampu belajarnya dimatikan ya.?” Bu Sakinah mengelus rambutnya Nila

“Iya bu. “Jawab Nila nada lembut.

 

Nila membaca buku novelnya (Bunga Sahabat), Ketika membuka halaman 15, terdapat puisi yang berjudul “Hujan Kenangan” :

 

Hujan turun dengan perlahan

Hiasi langit dan bintang

Meneteskan mutiara air

Bersamaan datangnya petir

 

Bulan pun ikut tersenyum

Melihat bunga yang harum

Hewan dan tumbuhan menari

Mendengar air sedang menyanyi

Air mata ku berlinang

Teringat kepada seseorang

Yang berharga dimasa lalu

Yaitu dirimu guru

Semoga kita bisa seperti dahulu

Yang setiap waktu selalu bertemu

Terima kasih wahai teman

Atas pelajaran dan perjuangan

15-11-2017

Nila tak sanggup lagi membacanya, hingga kantuk pun datang dengan segera ia mematikan lampu belajar dan tidur sedari memegang novel dari sang inspirasi yaitu Alfani (Fani).

Nila Asyfa..

Semangat ya.! Aku yakin kamu pasti bisa (* ^)..

Mendapatkan teman yang lebih baik dariku ini.

 

Tiba-tiba Nila bangun, tepat pada pukul 03.30. Secepat mungkin ia berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan dilanjutkan ke ruang ibadahnya melaksanakan Sholat Malam (Tahajud & Witir).

Tak lupa Nila mengangkat kedua tangan sedari berdo’a dan bersujud memohon keberkahan dalam menjalani kehidupan.

***

Allahu akbar Allahu akbar…

 

Adzan subuh berkumandang, Nila membangunkan ayah dan ibunya termasuk adiknya yang bernama Alfi.

 

” Abi..Umi..Bangun sudah Subuh.” Nila membangunkannya

” Nila..Dimana Alfi.? Kok nggak disini.” Tanya Bu Sakinah

” Alfi sudah di kamar mandi mau menyiapkan pergi ke Mushola Nurul Huda untuk Sholat Subuh berjamaah.” Ungkap Nila.

 

Ayah dan ibunya Nila sebisa mungkin bangun demi menyiapkan mukena serta alat sholat lainnya agar dapat melaksanakan Sholat Subuh berjamaah.

***

Setelah Sholat Subuh beserta mengaji Al-Qur’an, Nila dipanggil ibunya.

“Nila..Nila..sini.! Ibu dan ayah kamu sudah mendaftarkanmu di Universitas Nurul Qur’an. Kamu mau kan kuliah di sana.?” Saran ibunya Nila.

“Iya bu..Insya Allah aku sanggup.” Jawab Nila suara rendah

“Sayang, Insya Allah di sana kamu nggak apa-apa kok. Lagian sudah ada pesantren yang siap menerimamu, jadi kamu nggak kesepian lagi sebab ada yang menemanimu. ” Jelas ibunya Nila

Tak disangka-sangka, hari sudah mendekati perpisahan dengan keluarga dan pertemuan dengan teman baru.

#* Semoga Persahabatan Kita Tetap Ada, Walaupun Jarak dan Waktu Memisahkan Kita..* Aamiin..

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 13

No votes so far! Be the first to rate this post.

error: Content is protected !!