Ayu Damayanti ~Hallo semuanya, nama aku Ayu Damayanti... Salam kenal ya. Aku suka menulis, membaca, dan menonton film. Bye~

[ Cerpen Horor ] My Doppelganger?

9 min read

cerpen horor doppelganger
5
(3)

[ Cerita Horor ] My Doppelganger?

Cerpen Horor – My Doppelganger bercerita tentang seorang gadis bernama Mirna Cathleen. Mirna adalah pribadi yang lembut, pekerja keras, dan baik hati. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya. Iya… Mirna adalah anak yang sangat disayang oleh orang tuanya. Berawal dari ayah Mirna yang membeli hadiah ulang tahun untuk Mirna berupa cermin antik. Suatu hari pada saat ia sedang bercemin. Awalnya terlihat baik-baik saja… Tapi saat melihat kembali ke cermin, Mirna melihat dirinya yang lain di cermin tersebut. Disana, dia terlihat pucat, matanya memerah serta terlihat sedikit menyeramkan di mata Mirna. Dia juga meminta tolong kepada Mirna. Mirna terkejut melihat dirinya yang seperti itu. Dia memberanikan dirinya untuk bertanya. Dan si doppelganger dia itu bilang bahwa dia adalah dirinya di masa lalu. Mirna terlihat agak curiga tapi dia terus berusaha untuk yakin. Mirna yang wataknya baik hati pun percaya terhadap kata-kata si doppelganger dan menolongnya. Awalnya dia bingung harus berbuat apa, tapi si doppelganger mengatakan dia harus mencari paranormal. Mirna pun mencari paranormal, paranormal itu mengatakan….

Pagi hari tiba… Matahari mulai memancarkan sinarnya, suara burung berkicau.

“Mirna, bangun sayang” kata Mama.

“Iya ma” sahut aku. .

Baca juga :

[ Cerpen Horor ] Hantu Penunggu Belokan Angker Rumah Sakit Lama

15 Film Horor Indonesia Terbaik dan Terlaris

Aku pun langsung pergi ke kamar mandi, karena teringat akan mencoba baju baru yang kubeli kemarin. Lalala… lalala…. Sambil mandi, aku pun bersenandung. Akhirnya aku selesai, sekarang aku akan memilih pakaian. Ahh… aku teringat dengan cermin antik pemberian ayahku. Aku pun langsung bercermin di cermin tersebut.

Awalnya baik-baik saja, sampai ada hawa mencekam terasa hingga membuatku merinding. Ku tengok ke belakang, ke samping kanan maupun kiri, tidak ada seorang pun dikamarku. Sampai pada akhirnya… aku melihat diriku yang lain di cermin tersebut. Dia begitu lusuh, pucat, dan mungkin terlihat menyeramkan dimataku.

Tubuhku mematung untuk sesaat, pikiranku berkecemuk, dan lidahku terasa kelu untuk sekadar berbicara sepatah kata pun. Aku terlalu takut untuk melihatnya, jadi kuturunkan pandanganku ke bawah. Walau aku takut, kuberanikan diri untuk bertanya padanya.

“Si-a-pa ka-mu?” tanyaku dengan terbata-taba.

“Aku adalah dirimu di dunia lain” jawab dia.

“Ha? Jadi apa maumu?” tanyaku lagi.

“Aku hanya ingin kamu membantuku” jawab dia lagi.

“Bagaimana caranya?” kataku dengan curiga.

“Tolong selamatkan jiwaku disini” sahut dia dengan pura-pura sedih.  Kami terdiam untuk sesaat, aku memikirkan kata-katanya sedangkan dia hanya berdiam diri saja. Awalnya aku menaruh rasa curiga terhadapnya, tapi kuhilangkan semua pikiran negatif itu.

“Baiklah akan kubantu, tapi berjanjilah kau akan pergi setelah kubantu” sahutku dengan percaya.

“Aku berjanji” jawab dia.

Aku hanya menganggukkan kepalaku saja tanpa menyadari bahwa si doppelganger tersenyum penuh kemenangan. Aku pun segera bertanya kepada teman-temanku lewat aplikasi chating dan akhirnya mereka menyarankanku pergi ke paranormal. Aku langsung bergegas pergi ke paranormal. Sesampainya disana, aku langsung bertanya tentang si doppelganger itu.

“Apa yang harus kulakukan?” tanyaku tak sabaran.

“Kamu harus pergi ke dunianya untuk menyelamatkan kembaranmu itu, tapi…” kata paranormal itu.

“Tapi apa?” sahutku penasaran.

“Tapi jika kamu tidak kembali ke duniamu sesuai dengan waktu yang ditemukan, maka kamu akan terjebak selamanya disana” jawabnya.

Lagi dan lagi, aku dibuat terkejut. Apa yang harus kulakukan?. Tapi pada akhirnya, aku memutuskan untuk membantunya walaupun aku sendiri tak yakin dengan keputusanku. Selang beberapa saat, hari sudah semakin gelap. Apa yang dikatakan paranormal pasti membuat kalian penasaran kan?. Paranormal tadi mengatakan bahwa “Baiklah jika itu maumu, kita akan bertemu lagi di tempatku tepat saat bulan purnama pukul 23.59 malam”.

Hari sudah semakin petang, tapi aku belum juga bisa memejamkan mataku. Agar bisa tertidur, kutatap lekat-lekat langit bertaburan gemerlap bintang itu. Akhirnya aku tertidur dengan memeluk guling kesayanganku.

Pagi pun tiba… matahari seperti biasa memancarkan sinarnya, suara burung berkicau tapi aku merasa tidak mood hari ini. Dan seperti biasa, mamaku memanggilku untuk sarapan. Walau aku masih tidak mood, tapi kupaksakan untuk tetap semangat. Apa boleh buat? Hanya kedua orang tuaku yang menjadi penyemangat hidupku.

“Nak, mama lihat akhir-akhir ini kok kamu sering melamun?” tanya mama dengan khawatir. Papa pun ikut mengalihkan pandangannya kepadaku.

“Gak apa-apa kok ma, cuman lagi gak enak badan” jawabku dengan tenang agar mama dan papa tidak curiga.

“Yaudah nanti istirahat aja ya” kata papa sebelum berangkat kerja. Sedangkan aku hanya menganggukkan kepala saja.

Matahari mulai terik dan aku hanya menatapnya kosong tanpa ada tujuan. Kuambil ponsel untuk mencari tentang doppelganger itu. Awalnya aku memang curiga sama dia, tapi kutepis semua pikiran negatifku. Setelah kutelusuri, banyak yang mengatakan bahwa doppelganger itu jahat dan harus dilenyapkan. Aku jadi lebih berhati-hati terhadap dooppelganger itu. Tapi tiba-tiba, aku mendengar suara asing yang berkata”Jangan percaya dengan kata-katanya”. Aku merasa bingung dengan kata-katanya, siapa yang tidak boleh aku percayai kata-katanya. Tapi belum sempat aku memikirkan suara itu, si doppelganger muncul dengan seenaknya.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya dia.

“Hanya sedang bermain ponsel” jawabku dengan tenang.

“Bohong, kau mencariku di ponselmu itu” sahut dia dengan sedikit marah. Aku berpikir dalam hati, mengapa dia harus marah jika itu bohong. Aneh sekali sifatnya itu.

Akhirnya dia pergi begitu saja dan aku juga tidak perlu menahannya pergi. Ahh.. Aku teringat akan pesan yang disampaikan oleh paranormal itu. Dia mengatakan bahwa aku harus datang ke tempatnya tepat saat bulan purnama, berarti itu tinggal dua hari lagi. Jujur saja, aku takut bahwa nantinya aku tidak akan bisa pulang ke rumah ini lagi, bertemu dengan mama dan papa, bermanja, dan lain-lain. Sifatku inilah yang membuatku terkadang takut untuk melakukan hal-hal sulit. Mungkin itu sebabnya, mama dan papa memberiku nama Mirna Cathleen. Mirna yang artinya damai, lembut sedangkan Cathleen yang artinya murni. Walaupun begitu, aku tetap menyukai nama pemberian mama dan papa.

Lagi dan lagi, hari sudah gelap dan aku sendiri duduk termenung di balkon kamarku. Aku hanya memejamkan mataku sambil menikmati hembusan angin malam ini. Jika sekarang sudah pagi, maka waktuku hanya tinggal dua hari lagi untuk memasuki dunia gaib itu. Aku banyak memikirkan bagaimana dunia disana, apakah orang-orang disana dapat dibilang baik atau mungkin jahat. Entahlah… Aku sendiri pun tak tau. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30, itu berarti aku harus segera tidur. Pasti kalian tahu, saat hari bulan purnama nanti akan menjadi hati terpanjang dan terberat bagiku, jadi aku berharap kalian semua mendukungku.

“Hoam….” ricauku baru bangun tidur. Pagi sudah tiba dan aku segera pergi untuk mandi, karena akan pergi ke tempat paranormal itu.

Selang beberapa saat, aku tiba di depan kediaman paranormal itu. Hawanya sangat mencekam padahal sudah siang tapi kulangkahkan kakiku ke dalam kediaman tersebut. Sampai disana, dia mengatakan “Dua hari lagi adalah hari dimana bulan purnama memancarkan sinarnya dengan penuh, jadi yang harus kau lakukan adalah…

  1. Pastikan kau membawa garam yang akan kusediakan untukmu.
  2. Jangan ngelah dengan suara-suara gaib itu, dan
  3. Setelah kau mengeluarkan dan menempatkan dia di tempat yang aman,  kau harus mencari dan memasuki pintu bercahya putih itu agar kau dapat kembali.

Sampailah kita di kamarku. Kalian tahu, apa yang kulakukan? Aku sedang mempersiapkan rencanaku dengan matang-matang agar nantinya aku bisa pulang dengan selamat. Aku juga mendengar suara asing itu lagi saat akan pulang ke rumah. Dia terus mengatakan untuk jangan percaya terhadap kata-katanya. Dan aku sendiri masing bingung, siapa yang dia maksud. Mungkin aku tahu, hanya saja aku tidak ingin menuduh orang sembarangan. Huff.. Aku takut. Aku berharap ini semua hanya mimpi terpanjang yang pernah kumimpikan. Dan aku berharap, aku benar-benar bisa kembali dengan selamat walaupun dengan cara yang sedikit berbeda. Saatnya aku harus tidur agar bisa tetap terjaga pada saat hari itu tiba.

“Mirna… Mirna bangun nak” panggil papa membangunkanku

“Iya pa, Mirna lagi siap-siap” sahutku dengan lantang. Di meja makan, aku pun memberanikan diri untuk meminta izin dengan alasan bahwa aku ingin menginap di rumah teman karena dia sedang sendiri.

“Pa, Ma, aku minta izin untuk menginap di rumah Alice” kataku dengan hati-hati.

“Tumben sekali kamu menginap, nak” jawab mamaku sambil mempersiapkan makanan.

“Hehehe, soalnya Alice sendiri di rumah, jadi dia berniat mengajakku menginap di rumahnya” sahutku dengan menggarukkan kepala.

“Baiklah kalau begitu, tapi ingat jangan ngerepotin Alice disana dan titip salam sama dia ya” jawab mamaku selagi memberikan izin sedangkan papaku hanya menganggukkan kepalanya saja.

Hari masih menunjukkan pukul 11.15, tapi aku tetap saja merasa gelisah. Huff… Kuhembuskan napasku agar tetap tenang menangani masalah ini. Aku ingin saja tidak memenuhi pertolongan dia, tapi mau bagaimana lagi, aku sudah terlanjur mengatakan akan menolongnya. Dan seandainya dia juga tidak meminta, aku akan tetap menolongnya. Selain suka menolong orang lain, aku juga keras kepala. Jadi, jika aku sudah mengatakan sesuatu dengan serius maka akan kulakukan sesuai dengan perkataanku. Jika aku benar tidak akan kembali lagi ke duniaku, maka aku berharap bahwa mama dan papa akan selalu bahagia.

Aku sudah tidak bisa lagi membendung air mataku saat menatap foto kami sekeluarga. Rasanya aku hanya ingin bersama dengan mama dan papa lebih lama. Tapi aku tahu, jika takdirku tetap berjalan sebagaimana hukum alam berjalan. Jadi aku hanya bisa berdoa dan berharap walau aku tahu itu mungkin bisa terjadi tapi tidak selalu. Kuserahkan kepadamu Tuhan….

Sedikit info aja, sebenarnya alasanku menolongnya adalah karena aku teringat akan kakakku. Iya… Aku adalah anak bungsu dari keluargaku. Kalian penasaran kan dimana kakakku?. Kakakku meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Ada orang mabuk malam itu, dan kakakku baru pulang dari sekolahnya. Kalian tahu kan apa yang pasti terjadi? Iya, aku sekeluarga sudah melakukan yang terbaik, tapi apa daya… Semua itu adalah takdir dari kakakku yang tidak bisa diubah. Dan pastinya kami sudah mengikhlaskannya. Ahh.. Sebenarnya aku tidak ingin mengungkapkan ini semua, tapi aku takut bahwa kalian belum tahu yang sebenarnya. Setiap kali aku melihat dia, aku makin teringat dengan kakakku. Itulah salah satu alasan, kenapa aku menolong dia. Tapi aku juga melakukannya karena rasa kemanusiaan, jadi 50:50 untuk alasan aku menolongnya.

Sekarang hari sudah menunjukkan pukul 16.00, aku sedang mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa untuk besok. Aku harus yang melakukan yang terbaik untuk besok, agar aku bisa kembali ke duniaku. “Jangan percayai kata-katanya, kumohon dengarlah”. Lagi aku mendapat suara-suara tersebut. “Siapa kamu? Kumohon jangan ganggu aku” sahutku dengan lantang, tapi kutunggu lagi, sudah tidak ada suara lagi. Sudahlah, mungkin tadi cuman halusinasiku karena sedang gelisah. Ahh… Iya, ngomong-ngomong aku sebenarnya agak curiga dengan si paranormal itu. Entah mengapa rasanya dia menipuku, tapi aku juga tak bisa menyalahkannya, batinku berkata. Tanpa aku sadari, bahwa sebenarnya memang mereka menipuku walau aku tak tau apa yang mereka lakukan kepadaku.

Di meja makan, kami sekeluarga sedang makan malam. Mama sedang menyiapkan makanan sedangkan papa sedang membaca koran selagi menunggu. Aku hanya menatap mereka dengan terharu, tapi tetap kusembunyikan. Batinku berkata “Papa, Mama, aku minta maaf kalau aku sudah membohongi kalian. Tapi aku tidak bisa berkata yang sejujurnya, karena aku takut kalian tidak setuju. Semoga Papa dan Mama bahagia, sehat, dan senantiasa selalu. Akhirnya kami makan dengan tenang dan tanpa adanya gangguan apapun.

Aku sekarang sudah sampai di karmaku. Jika kalian perhatian, si doppelganger itu sudah tak pernah muncul lagi semenjak hari itu. Tapi ya sudahlah, aku beruntung dia tidak menggangguku lagi. Huff…. Besok benar-benar akan menjadi hari terberatku, semoga aku bisa melakukan yang terbaik. Aku berharap aku dapat berkumpul lagi di meja makan seperti tadi. Dan juga semoga, mereka benar-benar tidak menipuku, karena jika ya, maka tidak akan kuampuni mereka. Jam sudah pukul 22.15, aku harus tidur, agar nantinya tubuhku akan kuat untuk pergi kesana.

Cit…cit…cit, suara burung mulai berkicau dan seperti biasa matahari memancarkan sinarnya. Aku seperti bergegas mandi dan segera turun ke bawah untuk sarapan bersama. Saat sarapan, Papa dan Mama menanyakan tentang acara menginapku dan aku mengatakan bahwa semuanya telah kupersiapkan. Untung saja Papa dan Mama tidak curiga kalau sebenarnya aku akan pergi lama.

Disinilah aku sekarang, seperti biasa di kamarku. Aku sudah menyiapkan semuanya dari kemarin agar sekarang aku tinggal mempersiapkan diri. Ohh iya.. Tadi si doppelganger itu mendatangiku, dia bilang bahwa hari ini adalah hari dimana dia dibebaskan, jadi pastikan aku menepatinya. Aku tidak terlalu peduli dengan perkataaan, yang penting dia pergi saja sudah cukup bagiku. Hari sudah menunjukkan pukul 19.00, yang artinya aku akan pergi ke rumah peramal itu.

“Pa, Ma aku berangkat dulu ya” kataku dengan sopan. Papa dan Mama yang mendengar suaraku, langsung mengalihkan pandangannya kepadaku.

“Iya nak, jangan lupa makan dengan teratur, jangan ngerepotin Alice, dan sehat-sehat selalu” jawab Mamaku dengan segala perhatiannya. Ini adalah salah satu alasan mengapa aku tidak ingin pergi kesana, karena Papa dan Mama jadi lebih perhatian kepadaku semenjak kakak meninggal. Mereka hanya takut, nantinya aku juga akan pergi seperti kakakku.

“Siap Ma, Mirna janji” sahutku dengan senyuman termanis yang pernah kubuat.

“Mir, Papa berharap kamu baik-baik saja disana serta sehat selalu ya nak” kata Papaku dengan tersenyum hangat. Aku pun yang tak kuasa membendung air mataku, langsung berhamburan ke pelukan Papa dan Mama, sedangkan mereka hanya mengelus kepalaku dengan senyuman tulus.

Selama perjalanan, aku banyak menangis karena hal tersebut. Aku juga berharap aku bisa baik-baik saja selama menyelamatkan si doppelganger itu. Selang beberapa lama, akhirnya aku sampai di kediaman paranormal tersebut pada pukul 23.55. Kulangkahkan kakiku ke kediaman tersebut. Sesampainya disana, ternyata dia sudah menungguku dengan membawa semangkuk garam.

“Aku sudah menunggumu, mari kita persiapkan ritualnya” kata paranormal dengan serius. Aku hanya menganggukkan kepalaku saja sebagai tanda bahwa aku mengerti akan ucapannya. Dia mulai mengucapkan mantra-mantra yang tidak kumengerti sama sekali. Akhirnya waktunya telah tiba..

“Mari kita mulai, dan ingat semua perkataanku padamu waktu ini” sahut paranormal itu.

“Baik, aku siap” jawabku dengan tegas dan berani.

Akhirnya aku sampai di tempat ini, setelah roh ku menembus cahaya yang sangat terang tadi. Dunia disini sangat berbeda dengan duniaku. Disini sangat dingin dan mencekam. Aku sejenak meilhat sekeliling dan akhirnya aku melihat tempat dimana dia dikurung. Tempat itu penuh dengan monster-monster bertubuh besar yang siap memakan siapapun yang berani kesini. Untung saja aku teringat ucapan paranormal itu untuk memakai garam di tubuh agar mereka tak bisa melihatku.

Selama perjalanan, aku banyak bertemu dengan monster-monster disana. Membuatku takut untuk melihatnya saja. Ada yang melayang, berjalan-jalan, dan merayap dengan wajah yang seram dan sangat aneh dimataku. Aku bahkan harus menahan nafasku saat ada satu monster tepat didepanku yang akan siap memakanku kapan saja. “Disini” si doppelganger itu berkata. Aku memohon agar mereka tidak melihatku sehingga akan lebih mudah bagiku untuk membawanya pergi.

Aku berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan. Kulihat dia sedikit melambaikan tangannya kepadaku. Huff… Aku harus berhasil. Sesampainya disana, aku mengalihkan perhatian mereka dengan melempar batu ke tempat yang jauh, agar itu menjadi lebih mudah bagiku. Aku segera mengambil kunci dari salah satu monster itu dan langsung membuka kurungan, tempat dia dikurung. Tapi tepat saat itu, dia tak sengaja menginjak salah satu benda disana sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Para monster itu pun langsung melihat kami dan kami pun langsung berlari.

Huh…huh…huh… Nafasku tidak beraturan saat ini karena para monster itu mengejar kami. Kulihat ada salah satu tempat yang aman untuk berlindung. Kami segera pergi kesana, dan untungnya monter-monster itu tidak melihat kami sehingga pergi ke arah yang salah. Sampai disana, aku dan dia hanya diam saja karena kami masih takut untuk melihat monster-monster itu. Selang beberapa saat, kami pun dapat menghembuskan napas dengan teratur.

“Ayo kita pergi” kataku dengan pelan agar tidak mengundang para monter itu. Tapi tiba-tiba, dia mencekikku hingga membuatku kehilangan kesadaran dan langsung kabur ke tempat portal cahaya itu. Aku pun tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya…. Tapi

“Mirna sayang, bangun nak sudah pagi” panggil mamaku. Hosh…hosh… Ternyata aku hanya bermimpi. Mimpi itu terasa sangat nyata bagiku.

“Iya ma, Mirna turun sekarang” jawabku agar Mama tidak khawatir.

Apakah ini beneran mimpi? Aku masih tidak percaya semua ini. Seingatku, aku dicekik oleh doppelganger itu dan kehilangan kesadaran, jadi aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Sudahlah kalau begitu… Aku besyukur masih biaa hidup disini. Baiklah… Aku akan turun ke bawah untuk sarapan. Tapi sebelum turun, dikamarku ada cermin antik yang kumimpikan itu. Cermin antik ini sangat mirip sekali dengan dimimpiku. Berarti… Aku melihat ke belakang lagi dan kulihat ada si doppelganger itu sambil tesenyum sangat lebar….

Ahhhhh…….

“Aku akan tetap mengikutimu sampai duniamu menjadi milikku…. Hahaha…  Hahaha… Hahaha”

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Ayu Damayanti ~Hallo semuanya, nama aku Ayu Damayanti... Salam kenal ya. Aku suka menulis, membaca, dan menonton film. Bye~
error: Content is protected !!