Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.

Cerita Sejarah Kuno Nusantara | Candi, Hindu-Buddha, dan Majapahit

11 min read

Cerita Pendek Sejarah
5
(2)

Cerita Sejarah Kuno Nusantara

Cerita Sejarah kuno nusantara – Kata sejarah berasal dari kata Arab Sarajatun yang artinya pohon, dalam bahasa Arab sendiri disebut Tarikh yang artinya adalah waktu. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata History yang berarti masa lalu peradaban manusia. Terdapat beberapa variasi istilah dari Eropa lainnya yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia saat ini.

Sejarah, tidak dipungkiri bahwa sejarah itu berperan penting dalam terbentuknya peradaban manusia. Biasanya hal penting dalam peradaban manusia akan dijadikan cerita yang akan mengingatkan kepada masa lalu dari suatu peradaban yang berbeda dari sekarang. Cerita tersebut bisa berisi tentang asal usul penciptaan, gaya, budaya manusia pada jamannya.

Sejarah, yang bisa berarti peristiwa yang terjadi dimasa lalu yang menjadi cerita atau simbol dari suatu daerah. Sejarah bisa diartikan juga bisa diartikan sebagai rekam jejak dari perkembangan masyarakat dari masa lalu hingga sekarang.

Dari hal ini masyarakat menciptakan cerita sejarah dari daerah mereka masing-masing agar generasi mendatang dapat membacanya. Pada akhirnya sejarah, tidak akan terlupakan oleh siapapun yang membacanya.

Di Indonesia cerita sejarah sangat banyak dan biasanya menceritakan perjuangan, penciptaan, dan penemuan yang berhubungan dengan daerah masing-masing.

Nah, kali ini kami akan membagikan kepada kalian beberapa kumpulan Cerita Pendek Sejarah nusantara terkenal yang menjadi simbol perkembangan budaya dalam masyarakat sekarang.

Cerita Pendek Sejarah – Sejarah Nusantara

Cerita Pendek Sejarah
(Sumber: panturanews.com)

Beragam suku dan budaya yang ada di Indonesia sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Lokal maupun Mancanegara. Banyak pulau dan sebagian besar wilayahnya laut menyajikan berbagai pesona keindahan dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah.

Nusantara, nama yang tidak asing di telinga. Nusantara berasal dari 2 kata yaitu Nusa dan Antara. Nusa yang artinya pulau kepulauan, dan Antara yang artinya diapit oleh 2 hal. Nusantara adalah sebutan orang Indonesia yang dapat menggambarkan wilayah kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang saat ini sebagian besar wilayahnya adalah Indonesia.

Indonesia dengan luas membentang sebesar 1.990.250km2 yang secara geografis terletak diantara 2 benua yaitu Asia dan Australia serta diapit 2 samudra yaitu Pasifik dan Hindia. Saat ini Nusantara atau Indonesia memiliki 13.478 pulau yang merupakan jumlah yang didaftarkan ke PBB melalui identifikasi metode dan definisi konvensi PBB.

Oleh karena itu disebut sebagai negara Kepulauan karena banyaknya jumlah pulau di Indonesia yang istilah lainnya adalah Nusantara. Disebut juga sebagai negara Maritim karena 2/3 bagian wilayahnya adalah perairan atau laut.

Kata Nusantara pertama kali tercatat dalam literatur bahasa Jawa pertengahan abad ke-12 sampai ke-16 untuk menggambarkan konsep tata kenegaraan dari kerajaan Majapahit di Jawa.

Asal-usul nama Nusantara lebih jelasnya digunakan oleh Majapahit untuk menyebut nama pulau diluar Jawa yang didapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada ketika akan diangkat menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit.

Dinamakan Nusantara, karena berdasarkan sudut pandang Kerajaan Majapahit di Jawa, mengingat pada saat itu masih belum ada nama pasti dari seluruh pulau diluar Jawa yang pada saat ini dinamakan sebagai Indonesia. Dalam kitab Negarakertagama tercantum bahwa wilayah Nusantara adalah sebagian besar mencakup sebagian besar wilayah Indonesia pada saat ini.

Contohnya Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan sekitarnya, sebagian Maluku dan Papua Barat. Untuk wilayah diluar Indonesia seperti Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan sebagian kecil Filipina bagian selatan.

Setelah nama Nusantara ini sempat terlupakan, pada abad ke-20 Ki Hajar Dewantara menghidupkan kembali nama Nusantara sebagai nama untuk negara merdeka pelanjut dari Hindia-Belanda.

Pada akhirnya pada Kongres Pemuda dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928, nama Indonesia resmi menjadi nama Negara, dan Nusantara adalah sinonim untuk menyebut nama kepulauan Indonesia.

Nama Indonesia berasal dari 2 kata yaitu Indo dan Nesia. Indo atau Indu yang berarti Hindu atau Hindia dan Nesia atau Nesos yang berarti Pulau Kepulauan.

Orang yang pertama mengenalkan nama Indonesia adalah George Samuel Windsor Earl dari Inggris. Dalam tulisannya pada tahun 1850 dengan judul “On the Leading Characteristic of the Papuan, Australian, and Malay-Polynesian Nation”.

Pada akhirnya istilah Indonesia dipakai oleh orang Indonesia pada awal abad ke-20 dan menjadi identitas bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Namanya tidak hanya sampai pada saat penjajahan, Kini nama Indonesia sudah resmi menjadi nama negara kita.

Jadi kata Nusantara berasal dari literatur berbahasa Jawa pada jaman kerajaan Majapahit. Seperti yang diceritakan dari sejarah di atas adalah nama kepulauan dari Negara Indonesia. Diapit oleh 2 benua dan 2 samudra, dan akhirnya pada saat ini pada akhirnya resmi menjadi nama Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan maritim.

Cerita Pendek Sejarah – Sejarah Hindu-Buddha di Nusantara

Cerita Pendek Sejarah
(Sumber: www.kakakpintar.id)

Indonesia, Negara dengan berbagai suku dan budaya. Indonesia berkembang seiring perkembangan jaman. Dimulai dari jaman dengan sistem kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja hingga saat ini yaitu sistem presidensial yang dipimpin oleh presiden.

Agama juga beragam di Indonesia, Utamanya ada Hindu, Buddha, Kristen, Katholik, Islam, Konghucu. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas Sejarah dari Hindu-Buddha di Nusantara.

Seperti yang telah dijelaskan pada cerita pendek sejarah sebelumnya bahwa Negara kita berbentuk kepulauan, yang disebut Nusantara. Jadi kita akan membahas Sejarah agama yang disebut dari jaman ketika negara masih bernama Nusantara, sampai ke negara bernama Indonesia.

Baiklah, mari kita terjun ke pembahasan utama. Pada awal permulaan tarikh masehi terdapat 2 negeri besar di benua Asia, yaitu India dan Cina. Kedua negeri tersebut menjalin kerja sama yang baik dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Arus lalu lintas perdagangannya biasanya melewati laut atau darat. Salah satu jalur laut yang dilewati oleh pedagang India-Cina biasanya adalah Selat Malaka, Indonesia. Indonesia terletak di posisi silang 2 benua dan 2 samudera. Dan juga berada dekat Selat Malaka.

Jadi dengan hal ini Indonesia memiliki keuntungan yaitu sering dikunjungi oleh bangsa asing seperti, India, Cina, Arab, serta Persia. Dan hal ini juga mendorong terbentuknya hubungan perdagangan internasional, dan kesempatan bergaul dengan bangsa lain.

Nah, dengan beberapa faktor diatas, pada akhirnya pengaruh agama akan masuk ke Indonesia, dan itulah yang akan saya ceritakan yaitu Sejarah Hindu dan Buddha di Nusantara.

Perkembangan sejarah agama Hindu-Buddha tidak terlepas dari peran letak strategis Indonesia yang menjadikan banyak orang asing melakukan perdagangan di Indonesia. Ada beberapa teori yang mengemukakan tentang masuknya agama Hindu-Buddha di Nusantara.

Teori Masuknya Agama Hindu- Buddha

Yang pertama adalah Teori Brahmana yang dikemukakan oleh JC.Van Leur. Yang isinya adalah bahwa ajaran agama Hindu-Buddha di Indonesia dikembangkan oleh kaum Brahmana dari negeri India, didukung penemuan prasasti dengan huruf Sanskerta dan Pallawa.

Yang Kedua Teori Waisya, yaitu teori yang berpendapat bahwa ajaran Hindu-Buddha dibawa masuk oleh golongan Waisya atau Pedagang yang merupakan mayoritas penduduk India.

Yang Ketiga Teori Ksatria, yaitu teori yang dikemukakan oleh CC.Berg, Mookerji, dan J.L Moens yang berpendapat bahwa masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia dibawa oleh kaum ksatria.

Yang Keempat adalah Teori Arus Balik atau Teori Nasional. Teori ini mengemukakan bahwa penyebaran agama Hindu-Buddha tidak terlepas dari peran dan partisipasi masyarakat Nusantara dalam menyebarkan ajaran.

Yang terakhir adalah Teori Sudra, Teori yang dikembangkan oleh Van Faber yang pendapatnya adalah ajaran Hindu-Buddha dikembangkan di Indonesia dari kaum Sudra (Budak) yang bermigrasi dari India ke Indonesia untuk mencari penghidupan yang layak.

Dari beberapa teori diatas kita dapat mengerti bahwa agama ini disebar luaskan dari negeri India dan Cina. Seiring perkembangannya terciptalah beberapa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Kerajaan Kutai, Kerajaan Tertua di Indonesia yaitu Kerajaan Hindu di Kalimantan Timur 400 M. Kerajaan Taruma Negara,    di daerah Bogor, Jawa Barat dan diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-5 Masehi.

Dan banyak lagi kerajaan kerajaan Hindu-Buddha lainnya yang berdiri sejak dari abad Ke-4 yaitu Kerajaan Kutai hingga ke abad Ke 16 yaitu Kerajaan Sunda.

Dari penjelasan diatas kita dapat memahami bahwa perkembangan dari sejarah Hindu-Buddha. Menurut data statistik, Indonesia memiliki sekitar lebih dari 4.6 juta penganut Hindu dan lebih dari 1.8 juta penganut Buddha.

Cerita Pendek Sejarah – Sejarah Candi Borobudur dan Prambanan

Indonesia, memiliki berbagai macam keindahan, mulai dari seni, budaya, alam hingga arsitektur. Berbagai peninggalan sejarah menjadi ikon dari daerah masing-masing, dan masih terjaga kelestariannya.

Contoh Candi-Candi di Indonesia, Terdapat Ratusan Candi Hindu-Buddha yang tersebar di Indonesia yang sebagian besar terdapat di Pulau Jawa. Yang paling terkenal adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Nah, kali ini saya akan ceritakan sekilas tentang sejarah dari Candi Borobudur dan Prambanan, sekaligus mengulas perbedaan dari kedua candi paling terkenal di Indonesia ini.

Sejarah Candi Borobudur

Cerita Pendek Sejarah
(Sumber: jalanmania.net)

Borobudur, situs Candi yang berada di Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah terletak diantara 2 pasang gunung kembar, Sundoro-Sumbing sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi Sebelah Timur laut.

Borobudur berasal dari 2 kata Bara dan Budur. Bara artinya kompleks biara, dan Budur artinya Atas. Yang artinya kalau digabung maka Borobudur artinya kompleks biara di atas.

Candi Borobudur terletak tepat diatas sebuah bukit dan berdiri dengan megahnya seperti namanya kompleks biara diatas. Tidak ada yang tahu pasti tentang siapa yang membangun Candi Borobudur, Candi Buddha terbesar ini.

Peneliti memperkirakan bahwa Candi Borobudur dibangun sekitar tahun 750 – 800 masehi, didasarkan dari aksara yang digunakan yaitu dari abad ke-8 dan ke-9. Atas dasar ini diperkirakan candi ini dibangun pada masa kerajaan Dinasti Syailendra.

Kalau diperkirakan dari letaknya yang perbukitan tinggi dan arsitektur yang rumit, maka diperhitungkan bahwa proses pembangunannya dapat memakan 75 – 100 tahun lebih lamanya. Yang artinya Diperkirakan 100% selesai pada tahun 825 masehi yaitu masa pemerintahan Raja Samaratungga.

Lalu siapa yang membangun Candi megah ini? Hingga saat ini masih belum ada bukti pasti siapa pendiri awal Candi Borobudur, hanya perkiraan yang dilihat dari aksara yang digunakan yaitu dari masa kejayaan pemerintahan Dinasti syailendra.

Dan juga ada yang menyebutkan bahwa Candi Borobudur dibangun oleh seseorang bernama Samaratungga, yang merupakan seorang raja kerajaan Mataram Kuni yang merupakan keturunan dari Wangsa Syailendra pada abad ke-8 Masehi.

Keberadaan dari Candi Borobudur, pertama kali ditemukan oleh Thomas Ranford Rafles, sekitar tahun 1814. Meski Candi Borobudur dikenal sebagai Candi Buddha, namun sebenarnya masih belum ada kepastian karena pada masa itu agama Hindu dan Buddha, bercampur kental saat itu. Namun hingga saat ini masih dipercaya bahwa candi ini adalah Candi Buddha dari bentuknya.

Bangunan Candi Borobudur memiliki 10 tingkat punden berundak yang memiliki filosofi yaitu tahap dan proses hidup manusia. Memiliki 6 teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya memiliki pelataran melingkar. Stupa puncak tersebut dikelilingi 3 baris stupa yang terdiri dari 72 stupa berlubang yang terdapat arca.

Pada tahun 1900 Masehi pada saat pemerintahan Hindia Belanda, Pemerintah mengambil langkah untuk melestarikan Candi Borobudur dengan melakukan pemugaran dari tahun 1907 hingga 1911 Masehi.

Hingga saat ini Candi Borobudur masih berdiri dengan megahnya di lereng Merapi, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah, lebih tepatnya di Jalan Candrawati, Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Sejarah Candi Prambanan

Cerita Pendek Sejarah
(Sumber: carapandang.com)

Prambanan, Candi peninggalan Hindu Terbesar di Indonesia yang terletak di daerah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Kurang lebih jaraknya 17 – 20 Km sebelah timur Provinsi D.I. Yogyakarta.

Candi induknya mengarah ke sebelah timur dan dengan tinggi 47 meter. Candi Prambanan dikenal juga dengan nama Candi Roro Jonggrang. Dihubungkan dengan legenda sekitar tentang terbentuknya candi ini dengan Puteri Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Dilihat dari aksara yang digunakan dalam Prasasti Siwaghra, Candi Prambanan dibangun disekitar tahun 850 Masehi oleh raja-raja yang berasal dari Dinasti Sanjaya, yaitu Rakai Pikatan, dan diperluas lagi oleh Balitung Maha Sambu di masa kerajaan Medang Mataram.

Candi Prambanan, ditujukan untuk memberi Penghormatan pada 3 Dewa Utama (Tri Murti) yaitu Brahmana, Siwa, Wishnu seperti dalam ajaran Hindu. Didalam Prasasti Siwaghra digambarkan tentang urutan peristiwa peperangan Balaputeradewa melawan Rakai Pikatan.

Setelah Balaputeradewa kalah dan lari ke Sumatera, Konsolidasi Dinasti Sanjaya menjadi cikal-bakal pemerintahan baru dan diresmikannya dengan dibangun Candi Prambanan ini.

Kompleks Candi memiliki beberapa macam bagian seperti yang pertama, Candi Siwa di bilik Utama ditujukan untuk pemujaan terhadap Dewa Siwa (Mahadewa). Candi ini yang sering disebut sebagai Candi Roro Jonggrang, yaitu legenda masyarakat terkenal.

Sedangkan Candi Brahmana dan Wishnu masing masing memiliki 1 buah bilik yang ditempati patung dewa yang bersangkutan.

Perbedaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan

Seperti yang kita tahu dari penjelasan diatas Borobudur adalah Candi Buddha, dan Prambanan adalah Candi Hindu. Terdapat beberapa perbedaan jelas dari bagiannya.

Candi Prambanan memiliki 3 bagian candi yaitu bagian dasar candi, tubuh candi, dan svarloka atau bagian atas candi. Dihiasi oleh arca dan patung 3 Dewa (Trimurti) yaitu Siwa, Brahma, dan Wishnu.

Sedangkan Candi Borobudur memiliki 3 bagian yang berbeda dari Candi Prambanan. Perbedaannya adalah, Kamandhatu atau dasar candi, Rupadhatu bagian tengah candi, dan Arupadathu bagian atas candi.

Perbedaan dari kedua candi ini ada di fungsi, struktur, bentuk puncak candi, bentuk bangunan candi, arca candi, penggambaran cerita arca, bahan, atap candi, arah pintu utama, relief, letak, dan lain lain.

Nah, demikian sejarah Candi Borobudur dan Candi Prambanan Serta Perbedaan keduanya. Semoga bermanfaat.

Cerita Pendek Sejarah – Kerajaan Majapahit

Cerita Pendek Sejarah
(Sumber: sejarahmajapahitlengkap.blogspot.com)

Dulu, dikenal berdirinya kerajaan besar dengan cakupan wilayah yang sebesar negara Indonesia, bahkan melampauinya. Terkenal dengan nama patihnya yang melegenda yaitu Patih Gajah Madha, serta cikal bakal dari nama Nusantara yang pada saat ini telah resmi menjadi nama Indonesia.

Majapahit, Kerajaan yang berdiri pada tahun 1293 – 1500 M merupakan Kerajaan besar di Pulau Jawa yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia. Menguasai sebagian besar wilayah Nusantara.

Sebelum Majapahit , Singosari menjadi Kerajaan terkuat di Jawa. Pendiri Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya, dan dinobatkan sebagai raja dengan nama Kertarajasa Jaya Wardana. Menurut Kitab Negara Kertagama, Majapahit di masa kejayaannya adalah kerajaan berbudaya keraton, yang adiluhur, canggih serta anggun.

Cita rasa dari seni dan sastranya sangat kental dengan sistem keagamaan yang rumit yaitu 2 agama besar pada saat itu Hindu-Buddha yang bercampur. Rakyatnya hidup berdampingan dengan harmoni dan tenteram.

Kejayaan Kerajaan Majapahit mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Patih Gadjah Madha pada abad ke-14 Masehi. Pada tepatnya 1350 – 1389, dengan patihnya Kerajaan Majapahit mampu menguasai banyak wilayah di Nusantara.

Selain perang dan ekspedisi militer, Majapahit juga melakukan diplomasi dan persekutuan karena alasan politik. Majapahit juga memiliki banyak hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, bahkan mengirim dutanya ke Tiongkok.

Perhatian utama dari Penguasa Majapahit nampaknya adalah mendapat porsi kekuasaan terbesar dan mengendalikan perdagangan di Nusantara. Pada saat ini pedagang muslim mulai masuk ke Nusantara.

Sumpah Palapa yang dikumandangkan Patih Gadjah Madha menjadi cikal bakal dari konsep Bhineka Tunggal Ika. Dari sumpah itu Majapahit menanamkan pengaruh kekuasaan yang meliputi wilayah Semenanjung Malaya hingga Barat Papua.

Meskipun pada prosesnya banyak terjadi pemberontakan dan perpecahan, namun sejarah tak akan melupakan gemilang dari Kerjaaan Majapahit yang merupakan peradaban Nusantara paling maju.

Sayangnya setelah Hayam Wuruk Wafat, Kejayaan Majapahit lambat laun mengalami kemunduran yang diakibatkan oleh konflik kekuasaan dan perang saudara berkepanjangan. Dan pada akhirnya bertahan hingga 1500 M.

Ketika Majapahit didirikan pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara pada akhir abad ke-14 sampai abad ke-15. Dan bersamaan dengan itu pengaruh Majapahit di seluruh nusantara mulai berkurang.

Kerajaan Majapahit merupakan Kerajaan Terbesar Terakhir di Nusantara, yang memaparkan kebesarannya lewat banyak peninggalan yang diwariskan. Salah satu bukti peninggalan Kerajaan Majapahit yaitu Candi Ceto.

Candi Ceto

Candi Ceto adalah salah satu peninggalan dari Kerajaan Majapahit terakhir. Terletak jauh dari pusat Kerajaan Majapahit yaitu Jawa Timur, posisinya terletak pada ketinggian di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah sehingga sulit dijangkau.

Konon Candi Ceto menjadi tempat pelarian dan muksanya Raja Majapahit terakhir Brawijaya 5. Nama Ceto sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti Jelas, diartikan jelas karena posisi candi yang tinggi karena bisa melihat pemandangan tanpa terhalang.

Candi Ceto pertama kali ditemukan oleh Van de Vlies pada tahun 1842 dengan kondisi candi berupa reruntuhan batu dengan endapan 14 bertingkat memanjang dari barat ke timur.

Nah, itulah beberapa sajian tentang cerita sejarah dari Kerajaan Majapahit. Menjadi kerajaan terbesar setelah Singosari dan mendapatkan Kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, dengan Patihnya Gadjah Madha.

Dan pada akhirnya beberapa peninggalan dari Kerajaan yang dapat kalian temui di Indonesia saat ini. Semoga bermanfaat.

Cerita Pendek Sejarah – Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Cerita Pendek Sejarah
(Sumber: jaringanindonesia.com)

Indonesia, negara dengan populasi sekitar lebih dari 270 juta jiwa, berbagai ras, suku dan budaya, serta beragam agama yang tersebar di seluruh Indonesia sesuai dengan adat istiadatnya.

Indonesia mayoritas warganya pemeluk agama islam, menjadi negara dengan pemeluk agama islam terbesar di dunia. Hal ini tentu tidak luput dari peran serta sejarah yang menjadi awal tersebarnya agama islam ini di Nusantara.

Pada pembahasan ini, akan saya sajikan tentang Penyebaran Agama islam di Indonesia, mulai dari awal hingga saat ini secara singkat. Mari kita mulai.

Pada awalnya diperkirakan bahwa agama islam mulai memasuki wilayah Indonesia antara abad ke-7 atau abad ke 13. Ada beberapa teori mengenai siapa yang membawa agama islam ke Indonesia contohnya para saudagar muslim dari Persia, Gujrat, Arab.

Penyebarannya dimulai dari pesisir hingga ke daerah pedalaman di Nusantara. Yang paling sulit adalah penyebaran di pedalaman, karena warganya kebanyakan masih mempercayai tradisi nenek moyang. Namun karena kesabaran dan kebijaksanaan, mereka mampu menarik masyarakat pedalaman untuk memeluk agama islam.

Siapa yang berperan besar dalam penyebaran agama islam? Untuk tugas menyebarkan agama islam dibentuklah Wali Songo. Terdiri dari Sunan Gresik, Sunan Drajad, Sunan Muria, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus.

Lalu bagaimana cara mengembangkan islam di Nusantara? Jika dilihat dari faktor sosial dan kemasyarakatannya pada saat itu maka, ada beberapa cara terbaik untuk menyebarkan agama islam.

Dilihat dari faktor diatas maka Islam harus dikembangkan dengan cara damai, dengan pendekatan ini maka akan lebih berhasil daripada menggunakan paksaan. Maka dengan hal ini penyebaran bisa lebih cepat dan efisien.

Sifat bangsa Nusantara yang ramah tambah, memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain. Dengan pendekatan yang benar maka bangsa Indonesia dapat dengan mudah menerima agama baru yaitu islam.

Pada tahun 1300, tepatnya di Sumatra, terdapat kerajaan islam pertama Samudera Pasai. Alasan dibentuknya kerajaan islam ini ialah, kehadiran islam di Pasai mendapatkan tanggapan cukup baik dikalangan masyarakat. Tidak hanya dikalangan masyarakat pedesaan, namun juga ajaran islam diterima dikalangan masyarakat kota.

Setelah dari Sumatera, ajaran agama islam terus menyebar ke Jawa, kerajaan islam yang terkenal di Jawa yaitu Kerajaan Demak, yang didirikan oleh Raden Patah. Merupakan kerajaan yang berdiri setelah runtuhnya kerajaan Majapahit pada tahun 1498 Masehi.

Islam terus menyebar hingga ke Sulawesi pada abad ke-15. Terdapat kerajaan islam di Sulawesi bernama Gowa-Tallo merupakan kerajaan pertama yang berdiri ditanah Sulawesi yang didirikan pada tahun 1605 masehi.

Terdapat raja yang terkenal di Gowa-Tallo yaitu Sultan Hasanuddin sebagai pengganti Muhammad Saed. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin mencapai puncak kejayaan dengan memperluas wilayah kekuasaannya sampai ke Pulau Selayar, Butung, Sumbawa dan Lombok.

Jadi bisa diambil kesimpulan dari beberapa contoh diatas bahwa peranan dari masyarakat merupakan kontribusi terbesar dalam suksesnya penyebaran agama islam di Indonesia. Hingga saat ini Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia dengan jumlah penganut hingga lebih dari 207 juta jiwa tidak hanya di Jawa atau Sumatera tapi sampai ke pelosok negeri.

Meskipun menjadi negara dengan mayoritas pemeluk agama islam, namun hal ini jangan sampai menjadi bumerang bagi golongan penganut agama minoritas. Junjung persatuan dan saling menghormati adalah kunci dari terbentuknya kemakmuran.

Nah, jadi itulah dia lima cerita pendek sejarah yang telah kami rangkum dalam dalam pembahasan artikel terbaru kali ini. Jika kamu tertarik untuk membaca cerita pendek menarik lainnya, kamu bisa mengunjungi halaman Cerita Pendek kami untuk melihat informasi terupdate mengenai cerpen terbaru dari kami.

Sekian pembahasan artikel ini kami buat. Dan terimakasih karena telah mengunjungi portal cerpen OKEYLAH.COM. Jika kamu merasa artikel ini menarik dan juga bermanfaat, silahkan beri rating terbaik mu dan share artikel ini. Terimakasih

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Ahmad Wildan Salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Jember dengan Prodi Teknik Informatika yang memiliki peran di bidang Programming & Content Writing, menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia Games & Teknologi, bercita-cita menjadi seoarang Full Stack Developer, dan ingin menjadi bagian dari Tim IT di sebuah perusahaan.
error: Content is protected !!