Cara Pinjam Uang ke Bank untuk Beli Rumah Dengan Mudah

2 min read

Cara Pinjam Uang ke Bank untuk Beli Rumah Dengan Mudah
0
()

Banyak masyarakat sekarang yang tidak memiliki rumah sendiri, dimana mereka masih tinggal bersama orangtua, kontrakan, ataupun menyewa. Tidak jauh-jauh masalah utamanya adalah dari segi financial. Dengan melihat permasalahan tersebut, kini telah hadir layanan jasa pinjaman dari berbagai lembaga keuangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait cara pinjam uang ke bank untuk beli rumah.

Secara umum, pihak perbankan telah menyediakan 2 jenis layanan pinjaman. Berupa pinjaman (kredit) biasa dan fasilitas Kredit Pembelian Rumah (KPR). Penerapannya pun berbeda antara perbankan konvensional dengan syariah. Dalam artikel ini akan diuraikan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam peminjaman uang ke bank untuk beli rumah.

Baca juga : Tips memilih sofa minimalis modern untuk ruang tamu kecil

Bingung Cara Pinjam Uang Ke Bank Untuk Beli Rumah? Ini Solusinya

Secara garis besar, persyaratan yang diajukan dari masing-masing lembaga keuangan hampir sama. Mungkin ada beberapa titik yang membedakan, seperti batas minimum dan maksimum umur. Prosedur peminjaman antara perbankan konvensional dan syariah ada sedikit perbedaan. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Perbankan Konvensional

Cara Pinjam Uang ke Bank untuk Beli Rumah Dengan Mudah

Dalam perbankan konvensional ada prosedur dimana seorang debitur berkewajiban untuk membayar suku bunga sebagai imbal hasil jasa yang diberikan. Bunga yang dibebankan biasanya disampaikan diawal kesepakatan peminjaman uang. Seperti halnya juga dengan pinjaman untuk Kredit Pembelian Rumah (KPR).

Layanan pinjaman dalam kepentingan membeli rumah sudah tersebar dalam lembaga keuangan dengan skala luas. Diantaranya antara dalam produk KPR BRI, KPR Mandiri, KPR BNI, dan lain sebagainya. Selain itu ada juga layanan pinjaman (kredit) dalam skala daerah, yaitu KPR Bank Jatim dan lain-lain.

  1. Perbankan Syariah

Cara Pinjam Uang ke Bank untuk Beli Rumah Dengan Mudah

Seperti yang diketahui, landasan hukum dalam perbankan syariah akan selalu didasari dengan hukum islam. Oleh karenanya, dalam perbankan syariah tidak diterapkannya sistem bunga melainkan dengan akad jual beli.

Seseorang yang akan melakukan peminjaman harus mengerti bagaimana prosedur dalam perbankan syariah. Dimana dalam proses jual belinya, pihak bank membeli terlebih dahulu membeli rumah yang anda inginkan dan kemudian akan dijual kembali kepada anda dengan harga yang sesuai standart ketentuan hukum. Ada beberapa bank syariah yang dapat dijadikan referensi yaitu BRI Syariah, Mandiri Syariah, dan sebagainya.

Persyaratan peminjaman diantara bank konvensional dan syariah hampir sama, yaitu seperti:

  1. Mengisi formulir aplikasi
  2. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  3. Foto copy identitas diri (KTP, SIM, atau paspor)
  4. Foto copy buku tabungan di bulan-bulan terakhir
  5. SK CPNS bagi pegawai atau karyawan swasta
  6. Surat keterangan perincian penghasilan
  7. Data catatan keuangan seperti laporan keuangan, neraca laba rugi, dan lain-lain.
  8. Dan seterusnya

Segala kebijakan akan ditentukan oleh masing-masing perbankan. Selama proses administrasinya lengkap dan tidak ada kendala, proses penerimaannya pun juga akan lebih mudah.

Beberapa Pertimbangan Bank Untuk Menerima Pengajuan Pinjaman

Di sisi lain ada beberapa pertimbangan oleh bank untuk diterimanya pengajuan pinjaman tersebut yaitu:

  1. Capasity

Pantaskah orang tersebut mendapatkan pinjaman? Hal ini biasanya di survey melalui penghasilannya setiap bulan. Pihak bank sering menggunakan perbandingan pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya.

  1. Karakter Nasabah

Apakah jujur dan dapat dipercaya? Sistem perbankan hanya menginginkan nasabah selalu konstan melakukan aturan-aturan peminjaman yang diberikan. Terkadang ada beberapa nasabah yang teledor terhadap kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh bank.

  1. Jaminan Yang Diberikan

Dalam proses peminjaman, benda apa yang dijadikan jaminan dalam pengajuan kredit ke bank? Adanya jaminan ini bertujuan apabila nasabah tidak mampu memenuhi kewajibannya membayar, pihak bank akan menyita barang jaminan.

  1. Kondisi

Kondisi disini sering dikaitkan dengan ekonominya. Latar belakang aset kepemilikan hingga status pekerjaan dari calon nasabah. Dan bank akan selalu melakukan pertimbangan untuk penerimaan pinjaman.

Baca juga : Cara Menata Ruangan Rumah Sederhana Agar Tampak Elegan

Jadi anda tidak perlu bingung terkait bagaimana cara pinjam uang ke bank untuk beli rumah. Karena mayoritas sistem perbankan sudah banyak yang membuka layanan jasa peminjaman untuk membeli rumah.

Suka Artikel Ini ?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

error: Content is protected !!