5 Alasan Logis yang Sering Menyebabkan Kita Mengubah Cita-cita

Penyebab cita-cita yang Berubah. Pembahasan tentang impian atau cita-cita memang tidak ada habisnya, coba pikir deh! Dulu waktu kecil punya cita-cita apa? Mungkin cita-citanya tinggi-tinggi, ada yang ingin menjadi dokter, polisi, pilot, dll. Itu bagus sih, sejak kecil sudah punya imajinasi yang bagus tentang masa depan. Tapi, buat yang kamu waktu masih kecil punya cita-cita jadi pilot, yakin masih ingin jadi pilot di masa sekarang?

Atau sekarang kamu sudah pindah ke cita-cita yang lain, mungkin juga sekarang kamu sudah punya pekerjaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pilot.

Pertanyaan ini mungkin akan muncul di benakmu, kenapa realita di kehidupan dewasa terkadang berbeda 100% dengan apa yang kita bayangkan di masa kecil? Siapa yang salah dalam hal ini? Apakah imajinasi liar di masa kecil itu salah ? Atau mungkin, memang sudah ditakdirkan untuk tidak bisa merealisasikan imajinasi masa kecil?

Hal ini mungkin dianggap menjadi hal yang biasa oleh beberapa orang, tapi kebahagiaan yang luar biasa akan kita dapatkan jika memang apa yang kita inginkan di waktu masa kecil, menjadi kenyataan di saat kita dewasa.

Sebenarnya, masalah perubahan impian ini tidak hanya terjadi di aspek cita-cita, hal ini bisa juga terjadi di aspek percintaan, aspek pendidikan, aspek keinginan memiliki suatu barang dan hal-hal lain yang menimbulkan suatu hasrat ingin memiliki pada diri manusia pada umumnya.

Contohnya saja, saat masih SD, mungkin ada yang sudah punya keinginan ingin kuliah, tapi kenyataannya, pada waktu dewasa tidak melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, mungkin karena alasan ekonomi atau hasrat kuliah yang berapi-api pada masa kecil hilang begitu saja saat menginjak masa dewasa.

Tidak ada impian yang salah, yang salah hanyalah apabila yang kita lakukan bukanlah kebenaran

Namun, secara logika ada beberapa alasan logis yang bisa menyebabkan tujuan hidup atau keinginan berubah-ubah seiring waktu berjalan.

1. Lingkungan Sekitar Tidak Mendukung

Hal ini mencakup beberapa hal yang ada di sekitarmu, mulai dari keluarga, teman, tetangga dan orang-orang yang kamu kenal. Contohnya di lingkungan yang paling dasar dulu, yakni lingkungan keluarga, misalnya pada waktu kecil kamu pernah bilang kepada orang tuamu jika pada waktu dewasa nanti kamu ingin menjadi dokter, mungkin pada saat kamu mengucapkan hal tersebut kamu belum tahu dan tidak sadar akan realita yang akan kamu hadapi untuk menjadi seorang dokter, hal tersebut tidak salah, karena memang pada saat itu kamu masih kecil.

Namun, pada saat kejadian itu, sebagai orang yang sudah dewasa, orang tuamu punya 2 pilihan, antara mendukung impianmu dan tidak mendukung impianmu.

Jika orang tuamu benar-benar mendukung impianmu, maka pada waktu itu mungkin orang tuamu sudah men-setting dirimu sedimikian rupa agar kamu bisa mencapai impianmu menjadi seorang dokter di kemudian hari, mulai dari menempatkan kamu di sekolah terbaik dari jenjang SD hingga SMA, menyuruh kamu melanjutkan pendidikan di sekolah kedokteran dan membiayai segala kebutuhanmu yang berhubungan dengan jalanmu menjadi seorang dokter.

Dan kalau memang orang tuamu tidak mendukung, berarti pada saat kamu mengucapkan “Aku ingin menjadi dokter” kepada orang tuamu pada saat kamu kecil, hanya dianggap sebagai imajinasi anak kecil oleh orang tuamu. Namun dalam hal orang tua juga tidak bisa disalahkan.

Orang tua yang tidak mendukung impian anaknya pada saat anaknya masih kecil bukan berarti tidak mendukung anaknya menjadi orang sukses di kemudian hari. Mungkin sebagai orang yang sudah dewasa pada saat itu, orang tua sadar akan realita dan risiko yang akan dihadapi oleh keluarga jika menuruti apa yang anaknya bayangkan di waktu kecil.

2. Kesadaran dari Diri Sendiri Akan Sebab dan Akibat

Semakin kita dewasa dan bertambah umur, maka pola pikir kita dan respon kita dalam menghadapi sesuatu akan berubah. Hal ini seringkali menjadi alasan kenapa kita selalu merubah tujuan hidup kita atau cita-cita kita seiring berjalannya waktu. Contohnya saja, banyak anak laki-laki yang pada waktu kecil ingin menjadi pemain sepakbola jika nanti dewasa.

Mungkin kamu juga pernah bercita-cita menjadi pemain sepakbola, tapi pada kenyataannya sejak kecil kamu tidak pernah ikut sekolah sepakbola (SSB) sedangkan syarat mutlak untuk menjadi pemain sepakbola ada ikut SSB sedari dini, pasti dengan sendirinya di kisaran umur 17 tahun, kamu akan sadar jika impianmu menjadi pemain sepakbola sudah tidak mungkin untuk kamu capai, sehingga hal ini menyebabkan kamu merubah cita-citamu ke cita-cita lain atau tujuan hidup lain yang masih memungkinkan untuk kamu capai.

3. Pengaruh Media Sosial

Ini yang sangat krusial, media sosial mampu merubah tujuan hidupmu atau impianmu dalam hitungan detik. Nggak percaya? Coba sekarang pikirkan, saat kamu melihat para youtuber, influencer, artis instagram yang mana mereka sukses dan mampu mendapatkan uang hanya dengan eksis di platform media sosial. Hal tersebut secara tidak sadar menjadi penyebab cita-cita yang berubah . Yang mempengaruhi impianmu, sehingga dalam benakmu akan sedikit terpikir untuk meniru mereka yang sukses hanya dengan media sosial dan ketenaran.

Baca juga: Kiat Sukses Bisnis Properti dari 15 Pengusaha Properti Tersukses di Indonesia

Mungkin yang semula kamu ingin menjadi polisi, dan melihat jika pada saat ini menjadi youtuber adalah pekerjaan yang menjanjikan, maka kamu secara perlahan akan merubah haluanmu, yang semula ingin menjadi polisi, ingin menjadi seorang youtuber

4. Alasan Uang

Ambil saja contoh, saat kamu kecil kamu ingin menjadi seorang pelukis. Tapi jika pada suatu saat kamu melihat pekerjaan menjadi seorang pebisnis dapat menghasilkan uang lebih banyak dari pada pelukis, maka kamu bisa saja merubah impianmu yang semula menjadi pelukis, menjadi seorang pebisnis. Karena uang bisa merubah perilaku seseorang.

5. Alasan Ekonomi

Ini masih berhubungan dengan faktor lingkungan dan keluarga. Ada beberapa impian yang memang membutuhkan pengeluaran biaya yang tidak sedikit untuk mencapainya. Sehingga saat kita punya impian, tapi aspek ekonomi tidak cocok dengan impian kita maka dengan berat hati kita harus merubah impian kita yang relevan dengan keadaan ekonomi kita. Dalam hal ini jangan beranggapan bahwa orang miskin tidak bisa menggapai cita-cita yang tinggi, semua orang bisa menggapai cita-cita yang tinggi.

Namun alangkah baiknya jika dalam hal mencapai cita-cita tersebut, disesuaikan dengan keadaan ekonomi kita semua. Contohnya, jika kamu ingin memiliki bisnis kuliner dan bisnis itu membutuhkan modal yang besar, namun pada kenyataannya jika keadaan ekonomimu tidak dapat mencukupi syarat tersebut, maka merubah impian tidak ada salahnya. Ingat! Keadaan ekonomi yang stabil dalam keluarga juga penting.

Itulah 5 alasan logis penyebab cita-cita yang berubah dari waktu ke waktu. Ada yang pernah merubah impiannya karena salah satu alasan di atas?

Recommended Product

Comments to: 5 Alasan Logis yang Sering Menyebabkan Kita Mengubah Cita-cita
    error: Content is protected !!