16 Film Silat Indonesia, Joe Taslim Ikut Andil!

Film Silat IndonesiaPencak silat menjadi salah satu bela diri khas Indonesia terbaik hingga masuk dalam Ajang Sea Games 2018. Hal ini membuat para produser film tergerak merilis film dengan tema persilatan. Selain itu melalui film, dunia persilatan Indonesia dapat dikenal oleh dunia. Melalui hal itu, Okeylah merekomendasikan film silat Indonesia terbaik dengan alur yang menarik, bahkan ada yang mendapatkan penghargaan dari luar negeri. Berikut kumpulan film silat Indonesia yang direkomendasikan Okeylah, Jangan sampai nggak menonton ya Okers.

1.  Merantau

Film Merantau yang digarap oleh Gareth Huw Evans rilis pada Agustus 2009. Film yang dibintangi Iko Uwais dan Sisca Jessica sukses masuk bioskop internasional seperti Korea, U.S, Spanyol dan Prancis. Bahkan Merantau memenangkan Action Fest pada tahun 2010 dengan nominasi film terbaik. Sekitar 92% respon positif diberikan namun film ini hanya memiliki rating 7.6 dari 10 skor IMDb.

Merantau mengambil latar belakang tradisi adat daerah Minangkabau. Bermula dari seorang pesilat bernama Yuda yang tetap pergi ‘Merantau’ ke Jakarta walaupun telah dilarang oleh sang ibu. Sampai di Jakarta, dia bertemu dengan Astri. Pertemuan tersebut menyeret Yuda masuk ke lingkaran sindikat mafia besar.

2. The Raid : Redemtion

Masih dengan sutradara yang sama, Gareth Evans dan lagi-lagi menggaet Iko Uwais juga Joe Taslim. Film yang rilis kuartal ketiga tahun 2011 sukses membawa pulang 8 piala awards dari 26 nominasi salah satunya Indonesian Movie Awards dengan nominasi Best Supporting Actor. The Raid juga mendapatkan rating 7.6 dari 10 skor IMDb serta 86% skor Rotten Tomatoes.

Mengambil latar belakang kawasan kumuh di pinggiran Jakarta, Gareth menampilkan adegan-adegan aksi yang menguras pikiran. Ketegangan menyelimuti kala tim elit SWAT atau pasukan SWAT menyerggap gembong obat-obatan terlarang seperti narkotika di apartemen tua tak layak huni. Sayangnya aksi penyergapan itu diketahui oleh sang gembong. Akankah pasukan SWAT berhasil?

3. The Raid 2: Berandal

Belum puas di The Raid, Gareth merilis season 2 dari film tersebut dengan judul ‘Berandal’. Kali ini Gareth menggaet Oka Antara dan Arifin Putra dalam film yang rilis awal 2014 ini. Di Season 2 ini, The Raid berhasil memenangkan 5 pialas awards dari 16 nominasi. Tak hanya itu rating Berandal naik menjadi 8 dari 10 skor IMDb.

Setelah penyergapan di sequel pertama sebelumnya banyak anggota pasukan SWAT yang meninggal dan beberapa yang selamat segera melarikan diri kembali ke kamp. Penyergapan berlanjut ke ‘Berandal’, Rama yang baru saja mendapatkan putra pertamanya harus rela meninggalkan keluarganya untuk melakukan pelatihan pembunuh berdarah dingin. Sang komandan memerintahkannya untuk melakukan penyergapan tertutup (penyamaran) setelah pelatihannya selesai. Kira-kira Rama berhasil nggak ya okers?

Baca Juga : Film Laga Terbaik

4.  Pendekar Tongkat Emas

Ifa Isfansyah merilis film silat Indonesia di akhir tahun 2014 dengan menggaet pemain ternama seperti Christine Hakim, Nicholas Saputra dan Reza Rahardian. Kerja keras mereka terbayarkan dengan meraih dua piala awards di Festival Film Indonesia. Rating yang diperoleh film ini cukup tinggi sekitar 6.2 dari 10 skor IMDb.

BACA JUGA :  15 Film Horor Hollywood Terbaik, Jangan Nonton Sendirian !

Film Pendekar Tongkat Emas mengutip kisah dari padepokan silat bernama Cempaka, Sang guru yang sudah berusia lanjut ingin mewariskan ilmu istimewa sekaligus mematikan ‘Tongkat Emas’. Beliau memiliki 4 murid terbaik yang dirasa cocok mendapatkan ilmu ini. Melalui kompetisi silat, beliau dapat menentukan siapa murid yang paling tepat untuk mendapatkan ilmu ‘Tongkat Emas’.

5.  Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Vino G. Bastian, Sherina Munaf dan Marsha Timothy baru saja merilis film yang mereka bintangi pada Agustus 2018 dengan durasi 123 menit. Bertemakan laga komedi Indonesia, film yang berjudul Wiro Sableng meraih 8 piala awards salah satunya Piala Maya dengan nominasi Tata Kostum Terpilih. Sementara rating yang diperoleh 7.2 dari 10 skor IMDb dan 8 skor dari Kincir.com.

Sutradara Angga Dwimas Sasongko membungkus dengan rapi alur Wiro Sableng, bermula dari masa kecil sang pendekar, beranjak ke usia remaja hingga dewasa. Nah kala dewasa inilah kemampuan silat Wira Sableng yang sudah diajarkan sang guru diuji. Dia bertemu dengan Mahesa Birawa yang juga anak murid gurunya. Perselisihan terus terjadi setelah pertemuan mereka.

6.  Headshot

Film Headshot dengan durasi 118 menit rilis pada September 2016 dengan pendapatan  lebih dari Rp. 20 M. Sutradara Kimo Stamboel mengemas film bertajuk aksi versi Indonesia dengan rapi dan mengesankan. Menggaet Iko Uwais, Chelsea Islan dan Julie Estelle berhasil masuk nominasi The Grand Prix Nouveau Genre Award in L’etrange Festival Paris dan meraih rating 7.2 dari 10 skor rotten tomatoes.

Headshot mengambil latar belakang jaringan mafia dan gangster, bermula dari pria yang ditemukan di pesisir pantai dengan keadaan tak sadarkan diri. Dr. Ailin yang bertugas merawatnya, setelah sadar justru pria tersebut tidak mengenali dirinya sendiri. Beberapa hari kemudian Ailin membawanya ke kota untuk mendapatkan perawatan lebih baik, sayangnya bis yang ditumpangi dihadang oleh sekelompok gangster. Mereka menculik Dr. Ailin dan pria tersebut. Sebenarnya siapa pria tersebut? Bagaimana cara Dr. Ailin keluar dari penyekapan tersebut?

Baca Juga : Film Action Korea Terbaik

7.  3: Alif, Lam, Mim

FAM Picture merilis sinema aksi Indonesia pada Oktober 2015 yang menampilkan Cornelio Suuny, Abimana Aryasatya, Agus Kuncoro dan Prisia Nasution. Film yang dikenal dengan judul ‘3’ mengutip kisah persahabatan antara 3 jagoan silat bernama Alif, Lam, dan Alif. Persahabatan mereka diuji ketika terjadi pengeboman di sebuah café. Mereka bertemu lagi dan menimbulkan permasalahan yang pelik. Anggy Umbara, Bounty, dan Fajar Umbara berhasil membawa film ini masuk nominasi Festival Film Indonesia. Meskipun tidak membawa pulang piala kemanangan, Film Alif, Lam, Alif mendapatkan rating 8.8 dari 10 skor IMDb

8.  Gundala

Campur tangan Joko Anwar berpengaruh dalam film yang rilis Agustus 2019 ini. Joko Anwar tak hanya mnjadi sutradara tapi juga penulis naskah. Film Gundala berhasil masuk 19 nominasi dan memenangkan 5 nominasi salah satunya Akrot Utama Cilik/Remaja Terpilih di Piala Maya 2019. Tak hanya itu film Gundara mendapatkan skor 83% di Rotten Tomatoes.

BACA JUGA :  Selain Parasite, Film Ini Menangkan Oscar Best Picture

Film Gundala mengambil kisah superhero ala Indonesia, seorang ilmuan yang masih muda bernama Sancaka memiliki ambisi untuk menemukan serum anti petir. Akan tetapi justru ia yang tersambar petir dan mendapatkan kekuatan super. Setelah diangkat menjadi putra oleh raja kerajaan petir, dia berperan untuk menumpas kejahatan dan menegakkan keadilan di bumi.

9.  Jawara Kidul

Darwin Mahesa dan Umu Salamah membawa Tubagus Diam Kurniawan, Anton Chandra, Fauziyyah Angela dan Cak Purwo Rubiono untuk memerankan film bertema aksi Indonesia ini. Mengambil judul Jawara Kidul dengan durasi hanya 45 menit, film ini berhasil menjadi film terbaik Festival Video Edukasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kategori Umum.

Film pendek ini mengambil latar belakang sejarah Indonesia, diadakan sayembara untuk para jawara dan pemenangnya akan menikahi putri dari pimpinan Kadusunan Kidul. Sayangnya jawara-jawara tersebut tidak hadir dan hanya Sakti dan Prabu yang hadir yang mana adalah saudara kandung.

Baca Juga : Film Bratt Pitt Terbaik

10.  Kacaunya Dunia Persilatan

Film yang menampilkan Tora Sudiro, Darius Sinathrya, Aming dan Juhana Sutisna resmi rilis pada awal 2015. Selama 95 menit, film garapan Hilma Mutasi mengisahkan tentang hilangnya Pedang Pusaka Dewa yang tersimpan di Padepokan Silat Kera Emas. Pemimpin padepokan segera memerintahkan muridnya untuk mencari pedang tersebut. Hanya satu yang diduga tersangka dalam kasus ini yaitu pendekar dari golongan hitam.

11.  Jaka Gledek

Jaka Gledek merupakan salah satu film lawas Indonesia yang bertema silat Indonesia. Film garapan Fritz G. Schaldt dan Imam Tantowi rilis pada 1983 dengan durasi 91 menit. Film ini adalah adaptasi dari sebuah komik karangan Djair. Menampilkan George Rudy, Siska Widowati dan Dicky Zukarnaen menceritakan tentang pembalasan denda yang dilakukan oleh Jaka Gledek sebab orang tuanya dibunuh oleh para tentara Belanda. Beranjak remaja, Jaka belajar ilmu silat dan bergabung dengan pasukan Diponegoro.

12.  Si Buta dari Gua Hantu

Masih tentang film lawas Indonesia yang bertema silat, kali ini Si Buta dari Gua Hantu yang diperankan oleh Retno Timoer, Ayu Azhari, Advent Bangun, dan Dwi Suharti. Rilis pada tahun 1985 dengan durasi 90 menit, mengutip kisah dari pengusaha kaya bernama Raden Karno. Karno terkenal dengan sikapnya yang bengis dan kejam. Dia memaksa Sari kembang desa untuk menikah dengannya. Sayangnya pemaksaan itu dapat digagalkan oleh SI Buta dari Gua Hantu. Karno justru tak gentar, dia memutar otak untuk dapat menyingkirkan Si Buta dari Gua Hantu.

13.  Surau dan Silek

Arief Malinmando danahakarya Pictures bekerja sama merilis film silat Indonesia pada April 2017 yang dibintangi oleh Dewi Irawan, Gilang Dirga, Komo Ricky, dan Praz Teguh. Film yang mengambil latar belakang Minagkabau, Indonesia ini mengisahkan tentang tiga orang anak kecil yang masih menduduki Sekolah Dasar bertekad untuk memenangkan pertandingan Silek. Setelah diketahui Sang Guru pergi untuk mengalahkan musuhnya, lantas mereka mencari guru pengganti.

BACA JUGA :  15 Film Horor Hollywood Terbaik, Jangan Nonton Sendirian !

Bertemulah mereka dengan Kakek Djohar, awalnya Kakek Djohar menolak permohonan mereka. Setelah mengatahui tujuan mulia mereka, dia pun bersedia. Melalui cerita tersebut, Film Surau dan Silek berhasil mendapatkan 8.9 dari 10 skor IMDb. Surau dan Silek juga membawa pulang piala penghargaan BISA Hong Kong Film Award dan masuk nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia pada tahun 2017.

Baca Juga : Film Perang Terbaik Sepanjang Masa

14.  Mandala dari Sungai Ular

Kembali Okeylah merekomendasikan film lawas bertema silat Indonesia yang diperankan oleh Barry Prima, Syaiful Nazar, dan Syamsuri Kaempuan. Durasi 81 menit, film Mandala dari Sungai Ular mengutip kisah seorang pengembara bernama Mandala yang bertarung dengan Kepala Besi. Kepala Besi yang mencari Kupra/Laot, ingin membunuhnya dan mengambil Buku Pusaka warisan Guru Laot. Laot dan Mandaa ternyata memiliki Guru yang sama, mereka bertemu kembali dan bekerja sama menumpas Kepala Besi. Film garapan Ackyl Anwari ini juga ditayangkan versi luar negeri dengan judul ‘Mandala From The Snake River’.

15.  Juara

Film yang dibintangi oleh Bisma Karisma, Tora Sudiro, Cut Mini Theo, dan Cecep Arif  Rahman resmi tayang pada April 2016. Mengisahkan tentang perjuangan remaja bernama Bisma untuk mendapatkan restu sang ibu mengembangkan ilmu beladiri yang dimilikinya. Tak hanya itu Bisma juga sering mendapatkan bully dari Attar, dimana Attar dan Bisma menyukai orang yang sama.

Film garapan Charles Gozali, Hilman Hariwijaya, dan Thjai Edwin behasil memenangkan 3 piala dari nominasi, salah satunya Indonesian Movie Actors Awards kategori Pemeran Pendatang Baru Terbaik. Film Juara juga mendapatkan rating 6.8 dari 10 skor IMDb

16.  Jaka Sembung Sang Penakluk

Film Jaka Sembung Sang Penakluk atau Jaka Sembung pertama kali di rilis tahun 1981, berjalannya jaman film ini diadaptasi menjadi serial TV kabel. Sisworo Gautama Putra sebagai sutradara menggaet Barry Prima, Eva Amaz, Dana Christina dan Dicky Zulkarnaen sebagai pemeran film tersebut. Berdurasi 91 menit, film Jaka Sembung di siarkan pula di luar negeri dengan judul ‘The Warrior’ dan ‘Jaka, der Rebell’.

Film dengan rating skor 6.3/10 IMDb mengisahkan seorang pendekar silat di abad ke-17 tepatnya pada jaman kolonialisme VOC bernama Parmin. Parmin, pemuda asal Kandanghaur memiliki tekad untuk pergi ke Gunung Sembung demi memperdalam ilmu silatnya. Dia mendapatkan julukan Jaka Sembung setelah perguruannya selesai, dia pun bergabung dengan pasukan Indonesia untuk melawan penjajah VOC.

Baca Juga : Film Tentang Nazi

Kini film silat Indonesia sudah jarang sekali dirilis oleh pihak perfilman Indonesia. Film yang memperkenalkan salah satu bela diri asal Indonesia, kenyataanya sepi peminat. Padahal ada beberapa film silat Indonesia yang memenangkan piala awards. Semoga di tahun selanjunya pihak perfilman lebih sering mengadaptasi film silat lawas Indonesia lebih menarik dan seru. Sehingga generasi muda selanjutnya dapat mengenal bela diri silat melalui film.

Comments to: 16 Film Silat Indonesia, Joe Taslim Ikut Andil!